Partai Berkarya Targetkan 80 Kursi, Golkar Tak Gentar

Category: Berita -> POLITIK & HUKUM | Posted date: 2018-06-12 10:23:27 | Updated date: | Posted by: Rihat Wiranto


Kedatangan Siti Hediati Haryadi atau dikenal sebagai Titiek Soeharto langsung disambut gembira di Partai Berkarya. Ketokohan Titiek diperkirakan akan mengubah peta kekuatan partai-partai di pemilihan umum legislatif 2019 nanti.



Ceknricek.com - Kedatangan Siti Hediati Haryadi atau dikenal sebagai Titiek Soeharto langsung disambut gembira di Partai Berkarya. Ketokohan Titiek diperkirakan akan mengubah peta kekuatan partai-partai di pemilihan umum legislatif 2019 nanti.

“Kami menargetkan dapat 80 kursi di DPR,” kata Sekretaris Jenderal Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso, kepada Ceknricek.com, Selasa (12/6). 

Target ini tergolong tinggi untuk sebuah partai baru. Tapi, Priyo yakin target bisa tercapai apalagi dengan kedatangan Titiek, anak Soeharto, Presiden ke 2 Republik Indonesia. 

Itulah sebabnya, di Partai Berkarya akan memberi jabatan strategis untuk Titiek. “Beliau akan menjadi koordinator dari komando daerah pemilihan (kodapil),” ujar Priyo yang juga pindah dari Partai Golkar. "Beliau akan menempati posisi senior dan sangat strategis di struktur Partai Berkarya".

Sebagai Koordinator Kodapil, Titiek Soeharto akan menangani para calon anggota legislatif (caleg) Partai Berkarya dari seluruh daerah pemilihan di Indonesia. “Beliau menjadi energi baru untuk partai,” ujarnya kembali. 

Nama besar Soeharto akan menjadi daya tarik tersendiri. Setelah era reformasi berlalu sekian lama, nama Soeharto sering muncul dengan jargon popular,”Piye Kabare, Enak Jamanku,to?”  yang artinya “Bagaimana kabarnya, enak di jaman saya kan?”

Titiek Soeharto, sendiri akan menjadi caleg Partai Berkarya untuk DPR dari daerah pemilihan DI Yogyakarta.

Prihatin Rakyat Miskin

Secara mengejutkan, Titiek Soeharto mengundurkan diro dari anggota Partai Golkar. Ia juga melepas  jabatan sebagai anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar.

Ia  langsung bergabung dengan Partai Berkarya yang dipimpin oleh adiknya Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto.

Pernyataan pengunduran diri tersebut disampaikan Titiek Soeharto di sela kegiatan Deklarasi Konsolidasi Pemenangan Partai Berkarya, di Memorial Jenderal Besar Soeharto atau Museum Soeharto, di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Senin.

Hadir pada kegiatan tersebut antara lain, Ketua Umum DPP Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra dan Sekretaris Jenderal DPP Partai Berkarya Priyo Budi Santoso.

"Saya memutuskan untuk mundur dari Partai Golkar dan memilih memperjuangkan kepentingan rakyat melalui Partai Berkarya," kata Titiek Soeharto.

Titiek melihat kondisi rakyat miskin Indonesia yang memprihatinkan, sehingga akan memperjuangkan aspirasi rakyat bersama Partai Berkarya.

"Rakyat Indonesia saat ini, ada sekitar tujuh juta jiwa yang menganggur dan hidup miskin," katanya.

Mantan anggota komisi IV DPR ini melihat pemerintah juga terus menerapkan kebijakan impor yang berdampak merugikan petani. Menurut Titiek, dia sedih melihat kondisi rakyat tapi tidak bisa menyuarakannya melalui Partai Golkar yang merupakan pendukung Presiden Joko Widodo.

Tak Masalah

Ketua MPR, Mahyudin yang juga kader Golkar menyatakan tidak masalah partainya ditinggal oleh Titiek Soeharto. “Biasa saja, tidak ada yg sangat istimewa,” katanya kepada Ceknricek.com. 

Ia menyatakan Golkar sudah terbiasa ditinggal kader. “Tapi nyatanya Golkar makin eksis dan masih mendapat kepercayaan rakyat hingga sekarang,” katanya menambahkan. 

Karena itu, ia sama sekali tidak mengkhawatirkan dengan masa depan Partai Beringin tersebut yang selama masa reformasi mendapat banyak tantangan tapi tetapi dipercaya rakyat. 

Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan internal partainya tidak terganggu terkait kepindahan Titiek Soeharto.

"Masih banyak kader Partai Golkar yang lain. Pindah satu akan datang kader Partai Golkar yang lainnya," kata Ace di Jakarta, Senin.

Dia mengaku sudah mendengar Titiek Soeharto mendeklarasikan kepindahannya ke Partai Berkarya, dan dirinya sangat menyesalkan kepindahan tersebut karena memang beliau salah satu kader perempuan terbaik Partai Golkar.

Ace mengatakan sudah mengkonfirmasi kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto terkait hal tersebut dan Airlangga menyatakan belum ada komunikasi dengan Titiek terkait dengan niat untuk pindah ke Partai Berkarya.

"Soal alasan kepindahan, itu hak beliau untuk mengungkapkan berbagai alasannya. Itu alasan subjektif beliau," ujarnya.

Menurut dia, dukungan Partai Golkar kepada Joko Widodo di Pilpres 2019 bukan berarti dalam posisi "Asal Bapak Senang" karena keputusan itu diambil dalam mekanisme organisasi.

Dia menilai apabila Titiek hendak pindah partai, tidak perlu menjustifikasi untuk mencari pembenaran atas langkah-langkah yang dilakukannya.

Sementara itu, Dewan Perwakilan Daerah Partai Golongan Karya Daerah Istimewa Yogyakarta menyayangkan keputusan pengunduran Titiek Soeharto.

"Sebagai sesama kader Golkar kami menyayangkan sikap politik mbak Titiek meskipun sepenuhnya itu hak politik dia," kata Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar DIY John Serang Keban di Yogyakarta, Senin malam.

"Soal Mbak Titiek mengaku tidak bisa memperjuangkan kesejahteraan rakyat melalui Partai Golkar ya itu pendapat dia. Kritik-kritik yang disampaikan mungkin bisa menjadi bahan bagi Partai Golkar untuk terus melakukan perbaikan sebagai partai pendukung pemerintah," kata dia.