Antre 3 Jam di Merak, Tol Pantura Padat

Category: Berita -> SOSIAL BUDAYA | Posted date: 2018-06-13 12:50:00 | Updated date: | Posted by: Rihat Wiranto


Ceknricek.com- MASIH cukup lama penumpang menunggu di pelabuhan Merak. Para pemudik tujuan Sumatera rata-rata butuh waktu tiga jam lebih untuk bisa naik ke feri di Pelabuhan Penyeberangan Merak, Banten, Rabu dini hari (13/6).



Ceknricek.com- MASIH cukup lama penumpang menunggu di pelabuhan Merak.  Para pemudik tujuan Sumatera rata-rata butuh waktu tiga jam lebih untuk bisa naik ke feri di Pelabuhan Penyeberangan Merak, Banten, Rabu dini hari (13/6).

Antrian panjang terjadi sejak km 94 jalan tol sebelum naik ke feri, karena terjadi kemacetan sepanjang delapan kilometer.

Pengelola pelabuhan, kepada media, menyatakan mempersiapkan dermaga 6, 1 dan 4 untuk pemudik bermotor.

Selasa malam (12/6) menjadi puncak arus mudik di Pelabuhan Merak menuju Sumatera.

Tol Cikampek Padat

Petugas PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyatakan kepadatan kendaraan terjadi di beberapa titik Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada H-2 atau Rabu sekitar pukul 04.40 WIB.

Kepadatan lalu lintas masih terjadi di beberapa titik dengan rata-rata kecepatan kendaraan mencapai 20 km per jam hingga 30 km per jam.Kepadatan lalu lintas terjadi di jalur Jatibening-Cikunir-Bekasi Barat dan Bekasi Timur-Tempat Istirahat Km 39 arah Cikampek.

Kemudian, segmen Cibitung menuju Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama dan Cibatu pada Km 35 hingga Tempat Istirahat KM 39.

Kepadatan kendaraan berlanjut di Karawang Barat Km 47 hingga selepas Karawang Timur atau Tempat Istirahat KM 57.

Hingga Rabu siang, kepadatan di jalur tol masih terjadi. Pada H-3 terjadi peningkatan arus mudik yang menuju ke Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur sebesar 276 persen. Hal ini karena bersamaan dengan hari libur karyawan swasta.

Pada H-3, arus kendaraan yang melewati Gerbang Tol Merak sebanyak 25.702 kendaraan atau naik 341 persen dibandingkan hari biasa, yang melewati GT Ciawi sebanyak 22.199 kendaraan atau naik 8 persen, yang melewati GT Cileunyi 28.554 kendaraan atau naik 79 persen, yang lewat GT Cikarang Utama 67.096 kendaraan atau naik 675 persen.

Jumlah kasus kecelakaan yang terjadidalam Operasi Ketupat 2018 hingga H-3 Lebaran atau Selasa (12/6) sebanyak 771 kasus, turun 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017.

"Hingga H-3 jumlah kecelakaan lalu lintas 771 kejadian, turun 19 persen dibandingkan dengan Operasi Ramadniya tahun sebelumnya yang mencapai 1.127 kejadian," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Mohammad Iqbal, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu.

Menurut dia, kecelakaan lalu lintas didominasi karena faktor kelelahan pengemudi.