Ilham Bintang Pimpin Tim Pencari Fakta Kematian Yusuf

Category: Berita -> POLITIK & HUKUM | Posted date: 2018-06-15 00:32:34 | Updated date: | Posted by: Asro Rokan


Ceknricek. com - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat berkerja cepat. Empat hari setelah kematian Muhammad Yusuf, wartawan Kemajuan Rakyat dan Berantas News, PWI Pusat, Kamis (14/6) membentuk Tim Pencari Fakta (TPF).



Ceknricek. com - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat berkerja cepat. Empat hari setelah kematian Muhammad Yusuf, wartawan Kemajuan Rakyat dan Berantas News, PWI Pusat, Kamis (14/6) membentuk Tim Pencari Fakta (TPF). Tim ini dipimpin Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat, Ilham Bintang.

Plt Ketua Umum PWI Sasongko Tedjo menyatakan, TPF ini akan bekerja setelah  Idul Fitri, mengumpulkan dan memverifikasi berbagai informasi terkait proses penangkapan, penahanan, hingga meninggalnya Muhammad Yusuf.

“TPF akan mecari fakta secara langsung dan akan berkoordinasi dengan Kepolisian, Dewan Pers, keluarga almarhum, dan media tempat Yusuf bekerja," kata Sasongko Tedjo, Kamis (14/6).

Menurut Sasongko, TPF PWI Pusat juga akan meneliti prinsip penanganan sengketa pers berkaitan dengan posisi Yusuf sebagai wartawan di sebuah media.

Yusuf meninggal di Lapas Kotabaru, Kalimantan Selatan, Ahad (10 Juni 2018), dalam status tahanan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kotabaru. Yusuf disangkakan melanggar Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) terkait berita konflik rakyat dengan PT Multi Agro Sarana Mandiri (MSAM).

Tugas Mulia

Tidak lama setelah ditunjuk PWI Pusat sebagai Ketua TPF, Ilham Bintang langsung bergerak. Sejumlah wartawan senior PWI, yang dihubungi Ilham untuk bergabung dalam TPF, dengan antusias menyatakan kesediaannya.

“Saya hubungi teman-teman di saat Takbiran, menyatakan bersedia bergabung. Ini menunjukkan pemahaman yang tinggi tentang mulianya tugas wartawan,” ujar Ilham kepada ceknricek.com, Kamis (14/6) malam.

Menurut Ilham, semua hambatan yang bersifat kekerasan terhadap tugas wartawan harus dihilangkan. Kewartawanan sendi utama demokrasi. “Tidak boleh dibungkam oleh siapa pun juga,” tegasnya. TPF ini akan mulai bekerja terhitung 22 Juni 2018 hingga selesai.

Bagi Ilham, pembelaan terhadap wartawan bukan yang pertama. Pada 1985 lalu, Ilham,  Wakil Ketua PWI Seksi Film dan Kebudayaan PWI Jaya, memimpin pembelaan dan pengusutan kasus penganiayaan berat wartawan film SK Martha. Selain berhasil mengumumkan black out PWI seluruh Indonesia secara nasional terhadap pelaku — ini pertama dalam sejarah pers nasional — pelaku juga berhasil ditangkap dan diadili.

“Kasus tahun 1985 itu amat berat, karena pelaku berada di lingkaran kekuasaan dan memiliki jaringan luas para pengambil keputusan politik dan keamanan,” kata Ilham.

Tentang TPF Muhammad Yusuf ini, Ilham menyebutnya sebagai tugas mulia yang diamanatkan bertepatan Malam Takbir Idul Fitri. “Semoga momentum ini bermakna bahwa TPF dapat mengungkap kematian Yusuf secara terang benderang. Ini kontribusi amat besar, bukan hanya dalam kehidupan wartawan, tapi terutama demokrasi Indonesia. Kami mengharapkan dukungan semua pihak demi suksesnya misi ini,” tegas Ilham.

Susunan TPF PWI Pusat, Ilham Bintang (ketua), Marah Sakti Siregar (wakil ketua), Wina Armada (sekertaris), Uni Lubis, H. Gusti Rusdi Effendi (Banjarmasin Post), Zainal Helmie (Ketua PWI Kalsel), dan Agus Sudibyo, Firdaus Banten, Teguh Santosa (anggota).