Nizhny Novgorod, Kota Terlarang yang Kini Sangat Terbuka

Category: Berita -> SOSIAL BUDAYA | Posted date: 2018-06-17 21:00:40 | Updated date: | Posted by: Rihat Wiranto


Nizhny Novgorod pernah menjadi  kota terlarang dua era Uni Soviet. Kota ini menjadi tempat pengasingan pembangkang Andrei Sakharov.



Ceknricek.com - Nizhny Novgorod pernah menjadi  kota terlarang dua era Uni Soviet. Kota ini menjadi tempat pengasingan pembangkang Andrei Sakharov.

Kini, kota kuno Rusia berpopulasi 1,2 juta orang itu menjadi bagian dari putaran final sepak bola Piala Dunia 2018.

Kota yang sebelum bubarnya Uni Soviet tahun 1991 tidak boleh diinjak oleh warga asing, pada Senin mendatang justru akan semarak dimana fans sepak bola bakal menyaksikan pertandingan Swedia melawan Korea Selatan.

Nizhny Novgorod   juga akan menjadi tuan rumah pertandingan penyisihan grup, yakni Argentina vs Kroasia, Inggris vs Panama, dan Swiss vs Kosta Rika, kemudian satu laga 16 besar dan perempat final di stadion berkapasitas 45.000 orang.

"Saya membaca mengenai sejarah kota ini, terdengar seperti tempat mengerikan di era perang dingin. Tapi lihat sekarang, waktu telah mengubahnya," kata suporter asal Swedia Axel Gustavsson. Ia pun meminta seorang warga lokal untuk berfoto selfie di stadion kota Nizhny Novgorod, tempat bertemunya sungai Volga dan Oka.

Berbeda dengan masa lalu yang suram, kota ini menjadi tempat yang paling terbuka di Rusia di era 1990an di bawah gubernur Boris Nemtsov. Sekarang untuk Piala Dunia, para pejabat kota menyambut hangat para fans, para sukarelawan disebar di bandara dan jalan-jalan dipenuhi spanduk selamat datang.

Sementara itu penduduk lokal berharap para fans luar negeri dapat melihat warisan budaya kota tersebut, termasuk benteng "Kremlin" di kaki bukit, serta minuman, nyanyian dan menyaksikan olahraga di Nizhny Novgorod.

"Saya berharap pendatang asing tidak sekedar datang untuk nonton bola, tapi juga melihat tempat lainnya di kota ini, museum dan pusat seni," kata Artem Filatov, seniman kota itu.