MUI Ajak Hormati Keputusan SP3 Habib Rizieq

Category: Berita -> POLITIK & HUKUM | Posted date: 2018-06-18 13:07:04 | Updated date: | Posted by: Rihat Wiranto


Ceknricek.com - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Saadi mengajak umat untuk menghormati penghentian proses hukum oleh kepolisian (SP3) atas kasus yang menyangkut Habib Rizieq Shihab (HRS).



Ceknricek.com - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Saadi mengajak umat untuk menghormati penghentian proses hukum oleh kepolisian (SP3) atas kasus yang menyangkut Habib Rizieq Shihab (HRS).

“Hormati proses hukum dan percayakan masalahnya kepada pihak memiliki kewenangan untuk itu," kata Zainut di Jakarta, Senin (18/6).

Dia mengatakan penyidik kepolisian memiliki kewenangan untuk menghentikan sebuah perkara dugaan pelanggaran pidana. Hal tersebut merupakan perkara yang biasa dan sudah sering terjadi.

Dia mengatakan MUI menghargai keputusan tersebut. "Meskipun kami belum mengetahui persis alasan penghentian perkara tersebut, karena belum membaca petikan putusannya, tetapi kami meyakini penyidik kepolisian memiliki alasan yang kuat untuk hal itu," kata dia.

Memang dalam ketentuan hukum, kata dia, SP3 bisa diterbitkan jika perbuatan yang disangkakan bukan merupakan tindak pidana, melainkan perbuatan perdata.

Atau, lanjut dia, SP3 dapat dikeluarkan kepolisian bila bukti yang disangkakan tidak ada atau kurang.

Dan sebuah perkara, kata dia, juga bisa dihentikan melalui SP3 demi kepentingan umum. Untuk perkara tersebut, SP3 hanya bisa dilakukan oleh Jaksa Agung dengan pertimbangan bila perkara tersebut disidangkan akan mengganggu kepentingan umum.

Dia mengimbau masyarakat untuk tidak mengembangkan dugaan-dugaan yang justru dapat menimbulkan kegaduhan.

Dukungan Bamsoet

Ketua DPR Bambang Soesatyo memuji langkah Polri yang menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) terhadap kasus dugaan chat "porno" Habib Rizieq Shihab agar suasana masyarakat menjadi makin kondusif.

“Keputusan Polri yang menerbitkan SP3 untuk kasus Rizieq patut disyukuri. Hal ini diharapkan dapat mengakhiri pro-kontra yang terjadi selama ini. Berakhirnya pro-kontra kasus ini akan mewujudkan suasana yang semakin kondusif di tengah masyarakat," kata Bambang Soesatyo melalui pernyataan tertulisnya, di Jakarta, Minggu.

Menurut Bambang Soesatyo yang akrab disapa Bamsoet, kasus chat Rizieq telah menjadi perhatian masyarakat hingga menimbulkan pro-kontra. Masyarakat, kata dia, sudah lama menunggu penjelasan dari Polri soal konstruksi kasus yang menyeret pimpinan Front Pembela Islam (FPI) itu. "Penyidikan kasus ini telah berlangsung setahun lebih, sejak Mei 2017. Namun hingga kini, penyidik Polri belum menemukan siapa pengunggah konten chat itu ke internet,” kata Bamsoet.

Mantan Ketua Komisi Hukum DPR RI itu menilai keputusan Polri menerbitkan SP3 kasus Rizieq adalah tepat untuk mencerminkan kemurnian penegakan hukum. "Diterbitkannya SP3, berarti Polri telah memastikan Rizieq tidak bermasalah dengan hukum. Para pendukung dan simpatisan Rizieq diharapkan dapat menerima keputusan Polri ini dengan jiwa besar dan bijaksana," katanya.

Tak Ada Intervensi

Wakapolri Komjen Polisi Syafruddin menegaskan tidak ada intervensi apa pun dari pimpinan Polri dalam penghentian penyidikan kasus dugaan percakapan bermuatan pornografi yang menjerat pemimpin ormas Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab.

“Itu kewenangan penyidik. Itu semua domain penyidik. Tidak ada intervensi sedikitpun dari pimpinan Polri," kata Komjen Syafruddin di Jakarta, Minggu.

Pihaknya pun menegaskan bahwa tidak ada unsur politis dalam penghentian penyidikan kasus tersebut.

“Tidak ada (unsur politis)," tegasnya.

Pihaknya pun mengaku tidak mengetahui dasar pertimbangan penyidik memutuskan menghentikan penyidikan kasus tersebut.

“Saya belum komunikasi dengan penyidik. Tapi saya yakin pasti ada alasan kuat sesuai hukum," katanya.