Banyak Dapat Kritik, Iriawan Berjanji Bersikap Netral

Category: Berita -> POLITIK & HUKUM | Posted date: 2018-06-20 11:51:01 | Updated date: | Posted by: Rihat Wiranto


Komisaris Jenderal (Komjen) Pol M Iriawan meminta masyarakat tidak perlu ragu terkait penunjukan dirinya sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat oleh Presiden RI.



Ceknricek.com - Komisaris Jenderal (Komjen) Pol M Iriawan meminta masyarakat tidak perlu ragu terkait penunjukan dirinya sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat oleh Presiden RI.

Iriawan memastikan bahwa dia akan menjalankan tugas-tugas gubernur sebaik mungkin, khususnya terkait isu netralitas dalam pilkada.

"Masyarakat jangan ragu atas penunjukan saya sebagai Pj Gubernur Jawa Barat, saya pastikan, saya akan netral," kata Iriawan dalam siaran pers Biro Humas Setda Jawa Barat, Rabu (10/6).

Iriawan menjelaskan, salah satu tugasnya sebagai penjabat gubernur adalah mengawasi aparatur sipil negara (ASN) supaya netral.

"Kalau tidak netral, itu risiko berat buat saya, karena nama (reputasi) itu luar biasa, tidak bisa dibeli dengan apa-apa, karier juga demikian. Kami ingin punya nama baik sebagai penjabat gubernur, dan keluarga besar saya tinggal di Bandung, Jawa Barat, tentu akan mencoreng kalau saya tidak netral," kata dia.

Ia mengatakan dalam menghadapi pilkada serentak 2018 dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan pengawalan agar pilkada sukses sesuai harapan masyarakat.

Ia mengatakan telah berkoordinasi dengan Pangdam III/Siliwangi, juga dengan Kapolda Jawa Barat terkait pengamanan.

"Kami sudah diskusi, Insya Allah untuk pilkada ini kami bisa mengawal dengan aman, sukses, lancar dan terkendali sesuai harapan masyarakat," ujarnya.

Iriawan menyebutkan sebagai penjabat gubernur dirinya memang menjadi sentral dalam pelaksanaan pilkada. Akan tetapi, dirinya sadar tak bisa berjalan sendiri.

"Ada tupoksi, ada Polri/TNI di pengamanan, ada KPU, ada Bawaslu, kemudian ada tokoh-tokoh dan lain sebagainya, di sini kami akan terus bersinergi agar bisa mengabulkan harapan masyarakat Jawa Barat," katanya.

Iriawan juga berterima kasih kepada Gubernur 2013-2018 Ahmad Heryawan (Aher) karena telah mempersiapkan segala hal terkait pilkada sebaik mungkin.

"Kami tinggal meneruskan, apa-apa yang kurang kami tambahkan," katanya.

Selain itu, lanjut Iriawan, ada Asian Games 2018 dan setelah tanggal 27 Juni 2018, atau usai mengawal hingga proses pencoblosan, dirinya akan mengecek venue di Jawa Barat.

Ia ingin Jawa Barat menyiapkan segala sesuatu yang terbaik untuk pesta olahraga Asia tersebut.

Berbagai kalangan menyesalkan pengangkatan Iriawan sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat.

Partai Gerindra dan Partai Demokrat akan mengajukan hak angket untuk mempertanyakan kebijakan tersebut.

Sementara Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) akan melakukan demo pada Jumat (22/6) di depan Istana Negara dan di depan Kantor Kemendagri. Mereka meminta Iriawan dicopot jadi Pj Gubernur dan Tjahjo dicopot dari posisi Mendagri.

"Kami  mendesak Presiden, Jumat besok kita akan lakukan konsolidasi nasional kepada seluruh BEM dan UKP dan LSM yang ada di Indonesia untuk melakukan aksi demo di Istana Negara dan di Kemendagri," kata Rahmat Himran, Ketua FUIB dalam konferensi pers, Selasa (19/6).