Persepsi Terhadap Rokok Elektrik

Category: Pengetahuan -> KESEHATAN | Posted date: 2018-06-20 23:15:45 | Updated date: | Posted by: Asro Rokan


Persepsi masyarakat terhadap rokok elektrik dinilai masih keliru. Menurut peneliti, masyarakat menganggap risiko kesehatan produk tembakau alternatif sama bahayanya dengan rokok konvensional.



Ceknricek.com - Persepsi masyarakat terhadap rokok elektrik dinilai masih keliru. Menurut peneliti, masyarakat menganggap risiko kesehatan produk tembakau alternatif sama bahayanya dengan rokok konvensional.

"Masih ada perbedaan yang cukup signifikan antara persepsi masyarakat dan bukti ilmiah,“ ujar Konstantinos E Farsalinos, peneliti di Pusat Bedah Jantung Onassis di Athena-Yunani, Rabu (20/6).

Menurut Farsalimnos, hasil penelitian yang komprehensif mengenai produk tembakau yang dipanaskan — bukan dibakar — dan rokok elektrik, terkadang cenderung dinilai negatif oleh masyarakat. “Padahal produk ini memiliki potensi risiko kesehatan yang lebih rendah daripada rokok," katanya.

Sejumlah peneliti dunia berkumpul di acara Global Forum on Nicotine 2018 di Warsawa, Polandia untuk mengatasi permasalahan yang ditimbulkan oleh rokok.

Dari sejumlah penelitian yang dikemukakan dalam ajang ilmiah internasional ini, peneliti sepakat metode pengurangan bahaya produk tembakau dinilai dapat menjadi salah satu solusi yang tepat untuk mengurangi jumlah perokok di dunia sebelum akhirnya benar-benar terbebas dari produk tembakau.

Dewan Penasihat Himpunan Peneliti Indonesia yang juga merupakan peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Prof Dr Erman Aminullah MSc, di tempat terpisah, mengatakan, meskipun inovasi produk tembakau alternatif mulai banyak bermunculan di Indonesia, pada akhirnya konsumen yang akan memilih produk tembakau alternatif yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.

"Untuk produk tembakau alternatif yang menggunakan teknologi dalam pemakaiannya serta telah didukung oleh penelitian yang kredibel sehingga hasilnya berpotensi lebih rendah risiko daripada rokok, maka hanya tinggal menunggu waktu para konsumen untuk memahami potensinya dan beralih ke produk itu," katanya, seperti dikutip Antara.

Ketua Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik Indonesia dan juga anggota Koalisi Indonesia Bebas TAR, Prof Dr Achmad Yazid, mengatakan, selain ada peranan teknologi, produk tembakau alternatif juga menerapkan metode pengurangan bahaya. "Produk tembakau alternatif ditujukan untuk membantu permasalahan merokok di Indonesia," kata dia.