Sonar Pendeteksi Logam Dipakai untuk Mencari KM Sinar Bangun

Category: Berita -> SOSIAL BUDAYA | Posted date: 2018-06-24 11:33:51 | Updated date: | Posted by: Rihat Wiranto


Ceknricek.com - Scan sonar, alat pendeteksi logam di dalam perairan berkemampuan daya jelajah 2.000 meter diturunkan ke Danau Toba, Sumatera Utara, Minggu (24/6).



Ceknricek.com - Scan sonar, alat pendeteksi logam di dalam perairan berkemampuan daya jelajah 2.000 meter diturunkan ke Danau Toba, Sumatera Utara, Minggu (24/6).

Tim tersebut dipimpin Kepala Basarnas, M Syaugi dan turut bersamanya Bupati Simalungun, JR Saragih.

Kakansar Medan, Budiawan mengatakan, pihaknya juga tetap memberdayakan scan sobar kedalaman 600 meter untuk mencari kapal penumpang yang tenggelam pada 18 Juni 2018.

“Penting untuk temukan titik (lokasi) kapal, karena kami perkirakan banyak korban berada di dalamnya," kata Budiawan di Posko Terpadu Bencana di Pelabuhan Tiga Ras Kabupaten Simalungun.

Diperkirakan, sesuai laporan pihak keluarga, jumlah korban yang berada di KM Sinar Bangun sedikitnya 183 orang yang belum ditemukan.

Tim pencari juga memberdayakan satu unit Heli Dauphin A 365 N3+ HR-3604 untuk pantauan udara, dan mengerahkan tim relawan darat menyusuri pinggiran pantai.

Sementara pencarian di atas permukaan air menggunakan 17 perahu karet dan kapal cepat sampai radius 40 Km dari perkiraan koordinat titik tenggelamnya kapal.

Kesedihan

Ibu Farni (56), warga Pematang Siantar, Sumatera Utara, menangis tersedu-sedu ketika melihat sejumlah daftar penumpang kapal yang hilang dalam insiden tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Tigaras, Kabupaten Simalungun.

Antara di Posko Utama, Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sabtu, melaporkan, Ibu Farni hampir saja jatuh pingsan di posko tersebut, ketika mengetahui anaknya bernama Yugo Julianto, masuk dalam daftar penumpang yang hilang dan belum ditemukan.

“Biarkan, mamak mencari hingga dapat Julianto yang hilang di Danau Toba. Mamak rindu sama anak mamak itu, dan jangan dihalangi," ujar Farni dikutip Antaranews.

Menurut Farni, sebelum musibah itu terjadi, Julianto sempat memberitahunya bahwa dia akan "jalan-jalan" dengan rekannya ke Danau Toba.

Sementara Agus Iriansyah, adik kandung Julianto, mengatakan bahwa Julianto berangkat dari Pematang Siantar bersama puluhan rekannya dengan tujuan ke lokasi objek wisata Danau Tuba.

Namun kemudian, ada kabar bahwa Julianto menumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam di Tigaras, di wilayah Kabupaten Simalungun.

“Saya berharap tim gabungan itu agar mencari hingga dapat para penumpang kapal yang belum ditemukan. Dan jangan dulu dihentikan," kata Agus.

Sebelumnya, Kapal kayu KM Sinar Bangun mengangkut ratusan penumpang, diperkirakan tenggelam sekitar satu mil dari dermaga Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (18/6) sekitar pukul 17.30 WIB.

KM Sinar Bangun mengalami musibah akibat pengaruh cuaca buruk berupa angin kencang dan ombak cukup besar.

Hingga kini, tercatat 19 orang penumpang KM Sinar Bangun ditemukan selamat dan tiga orang meninggal dunia, yakni Tri Suci Wulandari, Aceh Tamiang, Fahrianti (47) warga Jalan Bendahara Kelurahan Pujidadi Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai, dan Indah Yunita Saragih (22) warga P. Sidamanik.

Namun ada laporan ratusan orang hilang yang diduga menjadi korban KM Sinar Bangun.