Tumbangnya Para Calon dari Dinasti Politik

Category: Berita -> POLITIK & HUKUM | Posted date: 2018-06-28 09:45:58 | Updated date: | Posted by: Rihat Wiranto


PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang berlangsung Rabu, 27 Juni 2018 melahirkan kejutan. Para putra-putri dinasti politik justru bertumbangan.



Ceknricek.com - PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang berlangsung Rabu, 27 Juni 2018 melahirkan kejutan. Para putra-putri dinasti politik justru bertumbangan.

Di Jawa Timur,  perhitungan cepat Charita Politika menyatakan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno hanya meraih 46,52%. Pasangan ini kalah dari  Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak yang meraih 53,48%.

Hasil ini menandakan kekalahan dari dinasti Soekarno dalam Pilkada kali ini. Puti Guntur Soekarno adalah  cucu Presiden Pertama RI Soekarno dari anak pertamanya, Guntur Soekarnoputra. Puti pernah  menjadi anggota DPR periode 2009–2014 dan 2014−2019 (Komisi X) dari PDI-P.

Puti menjadi calon  wakil gubernur Jatim akibat “kecelakaan”. Pada awalnya, Saifullah Yusuf berpasangan dengan Azwar Anas, Bupati Banyuwangi. Tapi akibat  kasus video “syur”, Azwar Anas mundur dan digantikan Puti untuk mendampingi Saifullah. Dari awal, Puti dianggap kurang popular dibanding Azwar Anas dan hasil pilkada kali ini menjadi buktinya.  

Garis darah Soekarno juga gagal di Sumatera Selatan. Pasangan  Dodi Reza Alex dan Giri Ramandha Kiemas ternyata kandas.

Berdasarkan hasil hitung cepat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, pasangan calon Herman Deru-Marwadi Yahya yang diusung PAN, NasDem, dan Hanura memperoleh suara 35,37 persen. Sedangkan Dodi Reza Alex Nurdin - M Giri Ramanda N. Kiemas yang diusung PDIP, PKB, dan Golkar hanya memperoleh suara 31,97 persen.

Pasangan Ishak Mekki - Yudha Pratomo meraih 20,97 persen. Pasangan ini diusung oleh Demokrat, PBB, dan PPP. Di posisi buncit, Saifudin Aswari Rivai-M Irwansyah yang diusung Gerindra dan PKS hanya mendapat  11,69 persen

Dodi Reza Alex Noerdin adalah putra Alex Noerdin, Gubernur Sumatera Selatan. Sementara Giri merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, buah pasangan H Nazarudin Kiemas (mantan anggota DPR RI) dan Lyna Soertidewi. Dia juga tak lain keponakan almarhum mantan Ketua MPR, Taufiq Kiemas, suami Megawati. Tapi pasangan dari tokoh kenamaan ini ternyata tidak mampu memikat masyarakat secara mayoritas.

Calon dari keluarga Yasin Limpo di Sulawesi Selatan juga kalah. Data quick count Pilkada Sulsel versi Indo Barometer menunjukkan Nurdin Abdullah-Sudirman Sulaiman menjadi pemenang meraih 44,17 persen.

Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar meraih 26,94%. Ichsan Yasin Limpo-Andi Muzakkar justru  hanya meraih 19,75%.  Sedangkan Agus Arifin Numang-Tanribali Lamo mendapat 9,14%.

Ichsan Yasin Limpo, 57 tahun sebelumnya adalah bupati Kabupaten Gowa, yang tak lain adalah adik kandung dari Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo. Ichsan Yasin bahkan kalah di lokasi ia mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 24, Kelurahan Tidung, Makassar.

Posisi pertama diraih Nurdin Abdullah-Andi Sulaiman dengan 87 suara, disusul Agus-Tanribali dengan 77 suara. Sementara Ichsan Yasin Limpo-Andi Muzakkar di posisi ketiga dengan 46 suara,  serta Nurdin Halid-Azis Kahar Muzakkar dengan 25 suara.

Pilgub Kalbar juga menghasilkan pemenang mengejutkan. Perhitungan   versi LSI Denny JA menyatakan Sutarmidji-Ria Norsan  menang dengan suara  56,69%. Karolin Margret Natasa-Suryadman Gidot: 35,06%. Lalu, Milton Crosby-Boyman Harun hanya meraih 8,25%.

Karolin Margaret Natasa, meski merupakan putri dari Gubernur Kalbar Cornelis, tapi ternyata tak mampu mendominasi suara.

Karolin yang merupakan dokter mencoba mengikuti jejak ayahnya menjadi politisi. Ia masih terbilang muda,  umur 36 tahun dan berpengalaman menjadi  Bupati Landak 2017-2022 dan mantan anggota Komisi IX DPR periode 2009-2014 dan 2014-2019 dari daerah pemilihan Kalimantan Barat. Tapi bekal politik dan nama besar ayahnya belum cukup untuk memenangkan Pilkada.

Kalah dari Kotak Kosong

Di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, calon tunggal Munafri Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi (Appi-Cicu) bahkan kalah atas kotak kosong, berdasar hasil perhitungan cepat berbagai lembaga survei.

Munafri Arifuddin atau dipanggil Appi merupakan keponakan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Appi yang juga  menjadi CEO PSM Makassar ini adalah  anak menantu dari Aksa Mahmud, adik ipar JK.

Appi - Cicu diusung 10 partai yakni Partai Golkar, Partai Nasdem, PKS, PAN, PPP, PDI-P, Partai Hanura, PBB, Partai Gerindra dan PKPI.

Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto (Danny Pomanto) sudah menyatakan bahwa kotak kosong memenangkan Pilkada Makassar.

Danny mengaku melakukan perhitungan suara secara real count. Menurut perhitungannya, di seluruh TPS di Kota Makassar telah menyatakan kotak kosong menang. “Kotak kosong unggul dengan angka 53 persen dan 46 persen untuk calon tunggal,” kata Danny.

Meski demikian,  Munafri Arifuddin membantah kalah dari kotak kosong.
Menurut dia, justru pihaknya unggul atas kotak kosong. Appi mengumumkan kemenangannya itu di depan ratusan pendukung di Pos Kemenangan Appi-Cicu, jalan AP Pettarani, Makassar, Rabu (27/6).

"Menurut data  real count internal, Appi-Cicu menang sebanyak 53,21 persen. Kotak kosong memperoleh suara 47,79 persen," kata Appi. Kini tinggal menunggu real count KPUD Makassar secara resmi.