Polisi Sita Rp 3,8 T, Najib Razak: Itu Hadiah, Saya Tidak Salah

Category: Berita -> INTERNASIONAL | Posted date: 2018-06-28 14:38:41 | Updated date: | Posted by: Asro Rokan


Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, menyatakan uang yang disita polisi Malaysia, merupakan hadiah yang dia terima dari para pemimpin asing serta teman pribadi selama menjadi Perdana Menteri. Menurutnya, hal tersebut normal dan dia tidak dapat di



Ceknricek.com — Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, menyatakan uang yang disita polisi Malaysia, merupakan hadiah yang dia terima dari para pemimpin asing serta teman pribadi selama menjadi Perdana Menteri. Menurutnya, hal tersebut normal dan dia tidak dapat disalahkan.

Perdana Menteri Mahathir Mohamad, kata Najib, juga pernah menerima hadiah kuda dari temannya dan pemimpin asing, termasuk menggunakan jet temannya. “Sebagai contoh Mahathir mengakui menerima 40 ekor kuda dari temannya dan pemimpin asing, dan dia secara terbuka menggunakan jet perusahaan temannya, maka tidak salah menerima hadiah," katanya dalam wawancara eksklusif dengan portal berita Malaysiakini, Kamis (28/6).

Selama bertahun-tahun sebagai kepala pemerintahan, lanjut Najib, dia diberi hadiah yang banyak dari pemimpin asing termasuk dari teman-temannya. “Saya tahu itu sesuai aturan, tidak salah untuk menerima hadiah. Hadiah ini terkumpul selama beberapa dekade,” tegasnya.

Polisi Malaysia, Rabu (27/6) menyita uang tunai beserta barang-barang mewah senilai RM 1,1 miliar (Rp 3,8 triliun) yang diduga milik Najib. Kepala Departemen Investigasi Kejahatan Komersial (CCID) Malaysia, Ammar Singh, mengatakan bahwa semua barang tersebut disita dari enam tempat yang terkait dengan Najib sejak Mei lalu.

Polisi menyita uang tunai RM 116 juta dan perhiasan bernilai RM 440 juta. Terakhir dari penggerebekan disita RM 660 juta dan RM 880 juta. Perhiasan yang disita totalnya 12.000 item, dengan rincian 1.400 kalung, 2.200 cincin, 2.800 pasang anting, 2.100 gelang, 1.600 bros, 14 tiara, dengan barang yang paling mahal kalung emas senilai RM 6,4 juta.

Kemudian, juga disita jam tangan sejumlah 423 buah bermerek Rolex dan 100 merek Chopard. Semuanya bernilai RM 78 juta. Selain itu, sebanyak 234 kacamata hitam senilai RM 374.000 juga turut disita. Total seluruhnya RM 1,1 miliar atau sekitar Rp 3,8 triliyun.

Terhadap jumlah uang dan barang mewah yang disita itu, Najib tidak percaya. Najib juga mengatakan istrinya, Rosmah,  terkejut dengan jumlah barang tersebut. "Dia (Rosmah) tidak percaya jumlahnya sebanyak itu dan juga beberapa barang itu, ada perhiasan yang dikirim untuk dititipkan dan akan dikembalikan. Jadi, kita perlu mengidentifikasi barang ini dan mengembalikannya," katanya.

Najib mengatakan, sejumlah besar perhiasan yang disita bukan dimiliki secara sah oleh Rosmah sebaliknya, ada yang dimiliki anak perempuan mereka Nooryana Najwa, suaminya dan ibu mertuanya. "Janganlah kita melompat dengan setiap kesimpulan pada tingkat ini. Mari kita periksa barang berkenaan satu persatu," katanya.

Ditanya apakah etis bagi seseorang yang berada dalam posisinya untuk menerima hadiah berharga, Najib mengatakan mantan istri Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, Michelle menerima hadiah senilai jutaan dolar dari Raja Arab Saudi, Raja Abdullah Abdulaziz.

"Sebagai contoh, barang yang diberikan kepada saya, tidak saya gunakan. Saya menyimpannya karena saya tidak menggunakan barang sangat mahal seperti yang teman saya tahu. Saya tidak memakai jam tangan berisi batu berharga," katanya.

Najib turut berkata, uang tunai RM116 juta yang ditemukan polisi dalam penggerebekan bulan lalu adalah uang belanja pemilu. "Anda tidak akan tahu berapa banyak (kampanye pemilu) dengan tepat. Dan Anda tidak akan tahu berapa banyak orang yang berkontribusi kepada Anda.

"Ketika Anda bertanding dalam pemilu, Anda harus memikirkan masa sebelum, selama dan setelah pemilu. Jangan lupa saya adalah Presiden UMNO dan Ketua Barisan Nasional (BN) dengan 13 partai komponen.

Mengelola sebuah partai besar dengan tiga juta anggota seperti UMNO, lanjutnya, adalah urusan yang mahal. Dan lagi, semuanya dicatat. “Ketika Dr Mahathir mundur, ia menyerahkan lebih RM1.4 miliar kepada penggantinya Abdullah Ahmad Badawi dalam aset dan uang tunai. Itu tercatat, "katanya.

Ketika diberitahu Dr Mahathir tidak menyerahkan uang tunai RM1.4 miliar, Najib berkata: "Ya, ada uang tunai, tetapi saat pemilihan, Anda tidak melakukan transaksi menggunakan sistem perbankan karena uang diperlukan segera oleh partai."

Namun, mantan perdana menteri itu mengatakan ada sejumlah uang tunai miliknya dari uang RM116 juta dalam 26 mata uang berbeda yang ditemukan polisi. "Ada beberapa uang milik saya karena saya bepergian selama lebih 30 tahun. Tapi ada juga kontribusi dalam mata uang asing, beberapa orang menyumbang mata uang asing," katanya.