Kerja Berat Menghadang Ody Mulya untuk Adaptasi Novel Tere Liye

Category: Berita -> FILM, MUSIK & SELEBRITIS | Posted date: 2018-06-30 14:40:18 | Updated date: | Posted by: Raynaldi Wahyu


Produser kondang Ody Mulya kembali menggarap film adaptasi sebuah novel. Setelah sukses dengan Dilan 1990 yang menembus angka 6,3 juta penonton, kali ini adalah novel best seller karangan Tere Liye berjudul Rembulan Tenggelam di Wajahmu.



Ceknricek.com - Produser kondang Ody Mulya kembali menggarap film adaptasi sebuah novel. Setelah sukses dengan Dilan 1990 yang menembus angka 6,3 juta penonton, kali ini adalah novel best seller karangan Tere Liye berjudul Rembulan Tenggelam di Wajahmu.

Saat berbincang dengan Ceknricek.com, Ody Mulya berucap bahwa ia sebenarnya sudah menyiapkan 5 novel. Dari 5 novel yaitu Ayahku Bukan Pembohong, Daun Yang Jatuh, Negeri Para Bedebah, dan Pulang, dirinya terlebih dulu mengadaptasi Rembulan Tenggelam di Wajahmu.

Dalam proses penggarapannya, Ody Mulya mengakui mengalami sejumlah kesulitan memvisualisasikan novel yang sudah 31 kali dicetak ulang ini. Namun pendiri Max Pictures ini tidak ingin sembarang dalam proyek yang dicap sebagai salah satu masterpiece dirinya.    

"Dan pesan juga dari penulisnya sendiri tidak mau bagian dari cerita itu hilang. Karena dia belajar dari dua film sebelumnya yang menurut dia kurang memuaskan," ucap Ody pada acara syukuran jelang syuting film Rembulan Tenggelam di Wajahmu di Queens Head Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (29/6/2018).

PR Besar

Banyak hal yang menjadi PR (pekerjaan rumah) besar bagi Ody Mulya atas pesan dari Tere Liye tersebut. Apalagi penulis novel 39 itu ingin segala sesuatunya detail. Mulai dari setting tempat, waktu dan dialog.

"Yang paling krusial adalah lokasi yang tidak boleh diganti-ganti. Sehingga set-nya pun lebih dari 60 lokasi yang kita buat. Jadi ini film saya yang paling benar-benar luar biasa, dahsyat dan memang bagus," ujar Ody.

Di samping itu, novel tersebut juga menceritakan 4 periode, sedari tahun 1970, 1980, 1990, hingga 2000-an. Ody cukup berhati-hati untuk memainkan waktu pada filmnya nanti dan selalu berkomunikasi dengan Tere.

"Kita selalu report. Untuk scene ini lokasinya di sini cocok enggak. Ada satu scene di pelabuhan kita mau ubah di stasiun kereta dia enggak mau," aku Ody.

Film ini mengambil latar pada sejumlah tempat di kota Semarang, Kudus, dan Klaten. Ody Mulya menggunakan CGI (Computer-generated image) demi menggambarkan tempat yang sesuai dengan cerita di novel, dengan menghidupkan kota fiksi. Tak tanggung-tanggung, post production akan dilakukan di Bangkok, Thailand. 

"Karena ini film kelas A saya juga jadi saya harus ke sana. Jadi memang saya tidak akan mengecewakan penulisnya. Apa yang di novel, itu yang kita kerjakan," kata Ody.

Diakui Ody Mulya, Tere Liye cukup tegas agar novel tulisannya bisa sesuai dengan interpretasi pembaca. Dua tahun lamanya Tere tidak ingin novelnya difilmkan, karena takut apa yang diceritakan dalam novel tidak diangkat ke layar lebar.

"Jadi ya saya berjanji dengan beliau kita akan coba setepat mungkin sesuai dengan novelnya seperti apa. Jadi biar enggak salah saya harus update draft 1, 2, 3 Alhamdulillah sudah aman. Pemain pun saya update," terang Ody.

Cerita Natural

Agar apa yang dikhawatirkan oleh Tere tidak terjadi, Ody Mulya selalu berkompromi, terutama untuk draft skenario yang ditulis oleh Titien Wattimena. Namun tangan dingin Titien sukses membuat Tere Liye jatuh cinta. Hanya butuh tiga kali revisi naskah sampai kepada naskah fix.  

Novel drama spiritual Rembulan Tenggelam di Wajahmu menceritakan tentang kisah perjalanan hidup seseorang bernama Rehan Raujana alias Rey. Rey mempunyai lima pertanyaan besar dalam hidupnya yang tak bisa ditemukan jawabannya. 

Kehidupan Rey tidak berjalan mulus. Meski akhirnya ia meraih kesuksesan, tapi ada saja hal-hal yang diambil darinya, serta membuat dirinya terpuruk. Salah satunya adalah ketika sang istri mengalami keguguran. Namun pada suatu waktu ia menemukan jawaban atas pertanyaan besar yang mengganjal hidupnya.

Ody Mulya menganggap cerita tersebut sangatlah menarik. Ia menegaskan tidak ingin mengubahnya menjadi romance. Meski banyak penonton mungkin akan lebih terhibur dengan drama percintaan. Tapi memang romance yang tersaji di dalam novel hanya ketika Rey sebelum menikahi istrinya.

"Biarkan dengan kisahnya dia. Karena pembacanya pun sudah tahu jadi ngapain saya ubah. Ini cerita sudah memang nyangkut dipikiran mereka bahwa ini harus sesuai dengan novel," tuturnya.

Meski begitu, kesulitan lain ditemui oleh Ody Mulya. Ketika ia menganggap bahwa novel setebal 426 halaman harus habis diceritakan dalam satu judul film dengan durasi 120 menit.

Pria yang pernah menjabat Sekjen PPFI (Persatuan Perusahaan Film Indonesia) ini sempat melobi Tere agar novelnya dijadikan dalam dua part film, tapi sang penulis tidak mengindahkannya. 

"Ini yang juga menjadi PR besar. Gimana bisa terakomodir semua apa yang ada di naskah. Makanya dari skrip kita screening beberapa adegan sehingga tetap menarik, sehingga tidak hilang esensi ceritanya. Nah ini yang kita jaga memang komitmen dari awal. Dia (Tere) akan kasih novelnya kalau semuanya terpenuhi. Apa yang di novel dan tidak mau dikurangi," urai Ody.

Komersil Idealis

Sebagai produser, Ody Mulya tak menampik jika unsur komersial harus diperhitungkan. Sisi idealis Tere akan dikombinasikan sedemikian rupa agar menjadi tontonan ringan namun tidak kacangan.

Untuk itu, Ody Mulya selain menggandeng Titien Wattimena sebagai penulis skenario, ia mempercayakan sutradara Danial Rifki. Dirinya meyakini Danial akan pengadeganan dan mengarahkan para cast secara maksimal. 

"Pengemasannya  lebih entertain dan menjual. Jadi kita coba kombinasi, semoga ini menjadi sesuatu yang baru dan kita sajikan ke penonton sesuatu yang berbeda juga," jelas Ody.

Untuk pemilihan cast, Ody Mulya melihat dari segi kecocokkan karakter. Ia mempercayakan Arifin Putra dan Bio One sebagai tokoh Rey muda dan dewasa. Selain itu ada pula Donny Alamsyah, Ariyo Wahab, Cornelio Sunny, selebgram Anya Geraldine, dan lainnya.

"Cast tidak sekedar orang yang famous tapi lebih kepada karakternya tepat. Walaupun tidak terlalu terkenal tapi cocok sama peran, dia (Tere) akan terima. Tapi memang lebih baik kalau sudah terkenal. Saya combine pemain dari pemula, senior," tutup Ody Mulya.

Film Rembulan Tenggelam di Wajahmu rencananya akan mulai syuting pada 5 Juli mendatang. Sedangkan untuk penayangan serentak di bioskop dijadwalkan pada akhir tahun 2018.