Pesona Baru Sepak Bola: Kylian Mbappe Lottin

Category: Berita -> OLAHRAGA | Posted date: 2018-07-02 11:40:39 | Updated date: | Posted by: Asro Rokan


BOCAH itu dengan senyum lebar mengacungkan dua jari. Tubuhnya bersender di bahu Cristiano Ronaldo, yang juga tersenyum lebar. Tingginya sebahu Ronaldo. Usianya 13 tahun. Keduanya terlihat akrab.



Catatan Sepak Bola Asro Kamal Rokan


Ceknricek.com — BOCAH itu dengan senyum lebar mengacungkan dua jari. Tubuhnya bersender di bahu Cristiano Ronaldo, yang juga tersenyum lebar. Tingginya sebahu Ronaldo. Usianya 13 tahun. Keduanya terlihat akrab.

Kylian Mbappe Lottin —nama bocah itu. Pertemuan Mbappe enam tahun lalu tersebut atas bantuan bintang Prancis, Zinedine Zidane, yang mengundangnya bertemu Ronaldo, di Valdebebas, markas Real Madrid, Spanyol. Pertemuan yang sangat dikenang Mbappe, yang mendorong cita-citanya. Mbappe kecil sangat mengidolakan Ronaldo, bintang mahal saat itu. Poster-poster Ronaldo memenuhi dinding kamarnya.

Saat itu, Ronaldo mungkin tidak membayangkan, pada satu saat Kylian Mbappe akan menjadi bintang besar, idola baru sepak bola, yang mungkin segera menggeser populeritasnya. Tidak seperti luas dan kedalaman samudera, masa depan seseorang tidak ada yang bisa menduga.

Kylian Mbappe Lottin dilahirkan 20 Desember 1998 di Bondy, sekitar 10,9 km pinggir timur laut Paris — kota berpenduduk sekitar 50 ribu jiwa, kumuh, diskriminatif terhadap imigran, dan banyak pengangguran. Ibunya, Fayza Lamari, imigran Aljazair, mantan atlet bola tangan. Ayahnya, Wilfried Mbappe asal Kamerun, pelatih sepakbola di Bondy.

Pada usia enam tahun, Kylian — berbeda dengan temannya yang menghabiskan waktu di jalanan— justru asyik berlatih sepak bola di klub Bondy, yang dilatih ayahnya. Kylian mempersiapkan dirinya mengejar cita-cita, seperti saudara sepupunya Jires Kembo-Ekoko, pemain sepak bola Kongo, yang memberi pengaruh padanya.

“Lebih baik bermimpi meraih bulan, jika gagal setidaknya kita sampai di awan,” katanya kepada the dari The Sun, setelah dia menjadi pemain profesional. Ketika itu, Kylian bercita-cita main di Real Madrid.

Kylian fokus mengejar mimpinya meraih bulan. Kesempatan datang. Feredasi sepak bola Prancis memilihnya dalam pemusatan latihan di Clairefontaine, pada 2011. Pelatihan ini dikenal melahirkan pemain-pemain besar, di antaranya Nicolas Anelka, Thierry Henry, Blaise Matuidi, dan Hatem Ben Arfa.

Bakatnya yang hebat menarik minat media sepak bola, Liberation and France Football, menampilkan profilnya. Pada usia 14 tahun, Kylian telah dikenal luas. Klub-klub raksasa Eropa mulai meliriknya. Pada usia 15 tahun, Kylian ditawar Real Madrid, Manchester City, Liverpool, Chelsea, dan Bayern Munchen dengan bayaran mahal. Kylian justru memilih AS Monaco. Alasannya, di sini dia bisa mengasah kemampuannya.

Karier Mbappe terus bersinar. Dia berhasil membawa tim nasional Prancis U-17 menjuarai Piala Eropa U-19 di Jerman, Juli 2016. Nilai kontraknya semakin tinggi. Pada 2017, AS Monaco memberikan gaji 700.000 euro (Rp 10 miliar) per bulan, naik berlipat dari kontrak sebelumnya Rp 1,17 miliar per bulan. 

Klub-klub besar Eropa berupaya membujuk Kylian. Real Madrid siap membayarnya menjadi pemain termahal dunia seharga €160 juta ditambah sekitar €20 juta jika cemerlang di Santiago Bernabeu. Manchester City, Manchester United, Arsenal, dan Paris St Germain (PSG) , tak henti-hentinya membujuk Kylian. Pelatih Arsenal, Arsene Wenger, seperti ditulis Mirror, rela menaikkan tawaran menjadi Rp 2,2 triliun.

Pemuda berusia 18 tahun itu akhirnya berlabuh di Paris St Germain. Surat kabar Prancis L'Equipe Minggu (27/8/2017) melaporkan, PSG setuju membayar Kylian Mbappe dari AS Monaco dengan nilai transfer 180 juta euro atau sekitar Rp2,8 triliun. Nilai ini melampaui idolanya, Ronaldo, yang ditransfer Real Madrid pada 2009, senilai Rp 1,3 triliyun. Kylian pemain termahal kedua dunia yang ditransfer PSG, setelah bintang Brazil, Neymar, memecahkan rekor dunia  222 juta euro.

PSG tidak sia-sia membayar mahal Kylian dan Neymar. Maret 2018, PSG menjadi juara Piala Liga Perancis setelah menang 3-0 atas AS Monaco di final. Meskipun tidak mencetak gol, Kylian menjadi faktor utama kemenangan PSG. “Kylian Mbappe mampu menjadi tumpuan PSG dan mengubah permainan. Mereka pantas menang," kata Leonardo Jardim, pelatih Monaco, usai final.

Pele Baru

Sepak bola telah melahirkan bintang-bintang besar, silih berganti. Ada Pele, Maradona, Zenedine Zidan, Ronaldo, Lionel Messi, Neymar, dan kini fokus pengemar sepak bola: Kylian Mbappe Lottin, pemuda 18 tahun.

Piala Dunia 2018 di Rusia, Kylian Mbeppe bintangnya. Melawan Argentina di babak 16 besar, Kylian tidak saja mencetak dua gol tapi juga meredupkan pesona Messi. Prancis menang 4–3 dalam pertadingan layaknya final di Kazan Arena, Sabtu (30/6) malam. Dan, setelah kemenangan itu, Kylian yang santun dan pemalu, merangkul Lionel Messi yang dibalut sedih.

Kylian Mbappe menjadi man of the match malam itu. Dua gol dicetaknya menyamai rekor Pele, legenda sepakbola Brazil, yang memborong dua gol ke gawang Swedia pada 1958 saat berusia remaja. Malam itu pula, Pele memberi selamat padanya. Media-media kemudian menjuluki Kylian sebagai “Pele Baru.” Apa kkomentarnya,"Saya sangat sangat tersanjung untuk dibandingkan dengan pemain hebat seperti Pele."

Setiap selesai mencetak gol, Kylian melakukan selebrasi dengan menyilangkan kedua tangannya ke bahu. Ini salah satu ciri khasnya. Aksi ini ditiru Kylian Mbappe dari Ethan Mbappe, adiknya yang berusia tujuh tahun lebih muda. Setaip kali Kylian Mbappe kalah dalam game Playstation, Ethan mengejeknya dengan menyilangkan kedua tangan di bahunya. “Ethan melakukan itu untuk mempermalukanku,” kata Kylian mengingat masa kecil bersama adiknya.

Lahir di Bondy, sekitar 10,9 km Paris — kota yang tergolong miskin, banyak pengangguran, diskriminatif terhadap imigran, dan tingkat kejahatan yang tinggi — menyadarkan Kylian Mbappe tentang kehidupan yang sulit dan tanggung jawab sosial. Ini membentuk karakternya menjadi lebih peduli.

Kylian Mbappe memutuskan memberikan seluruh pendapatannya di Piala Dunia 2018 ini untuk kegiatan sosial. Federasi sepak bola Prancis (FFF) memberikan 17.000 Euro atau sekitar Rp 306 juta kepada pemain setiap pertandingan. Jumlah itu akan meningkat menjadi  300 ribu Euro (sekitar 5 miliar rupiah) bila Prancis jadi juara.

Menurut media L’Equipe, Kylian Mbappe telah menunjuk yayasan Premiers de Cordee, yang melayani anak-anak, orang miskin, dan kaum difabel, sebagai penerima donasinya. Mbappe pelindung di yayasan ini. Langkah mulia ini kemudian diikuti pemain Prancis lainnya, di antaranya Lucas Hernandez, Hugo Lloris, Blaise Matuidi, dan Raphael Varane.

Bagi Kylian Mbappe, membela negara di Piala Dunia ini adalah kewajiban, karena itu bonus dan sejumlah uang yang diterimanya bukan prioritas. “Saya bangga bisa membela Prancis di Piala Dunia ini. Seperti mimpi jadi kenyataan. Bonus bukanlah hal utama,” kata Kylian, yang Aljaziar dan Kamerun ini kepada L’Equipe.

Kylian Mbappe menjadi kebanggaan, terutama bagi warga Bondy yang merasa tidak memiliki harapan untuk hidup lebih layak. “Dia membuat saya bangga sebagai warga pinggiran. Saya ingin seperti dia Kylian suatu hari nanti," kata Yanis Jean, remaja 14 tahun, seperti dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (30/6).

Loutfi Bechareff pemuda 17 tahun, yang juga asal Bondy, mengatakan,”Kini kami tidak lagi malu menyebut kota kami Bondy. Kylian Mbappe membuat kami bangga dan memiliki harga diri.”

Kylian Mbappe telah menjadi idola. Dia tidak lupa asalnya dan tahu bersyukur atas nikmat yang telah diterimanya.