Artis Tak Lagi Menjadi Pendulang Suara

Category: Berita -> POLITIK & HUKUM | Posted date: 2018-07-02 22:00:40 | Updated date: | Posted by: Raynaldi Wahyu


SAMA seperti pilkada dan pileg sebelumnya. Sejumlah artis kembali terjun ke dunia politik. Mereka dipinang partai politik untuk meraup suara masyarakat. Namun, di pilkada serempak 2018 tahun ini, popularitas itu tampaknya mulai tak bisa diandalkan.



Ceknricek.com - SAMA seperti pilkada dan pileg sebelumnya. Sejumlah artis kembali terjun ke dunia politik. Mereka dipinang partai politik untuk meraup suara masyarakat. Namun, di pilkada serempak 2018 tahun ini, popularitas itu tampaknya mulai tak bisa diandalkan.

Cahaya gemerlap para artis nampak memudar. Hanya sedikit yang sukses mengambil hati masyarakat. Salah satu di antaranya: Hengky Kurniawan yang berpasangan dengan Aa Umbara Sutisna.H

engky mendampingi Aa Sutisna sebagai wakil bupati Bandung Barat. Versi quick count mereka menang atas dua rival: Doddy Imron Cholid-Pupu Sari Rohayati, dan Elin Suharliah-Maman Sulaeman Sunjaya.A

Aa Umbara dan Hengky berhasil meraup suara sebesar 46,8 %. Kemenangan itu diklaim di peroleh di 13 kecamatan di Bandung Barat.

Hengky, pemain film Black Honey Moon yang berusia 35 itu, jika resmi menang nanti akan menjadi wakil bupati Bandung Barat. Ia diusung oleh Partai Demokrat, PAN, PKS, dan PKPI.

Kesuksesan Hengky yang sudah membintangi lima film dan sekitar 20 sinetron itu ke dunia politik, tidak diperolehnya secara instan.
Bintang layar lebar dan sinetron ini sempat beberapa kali masuk bursa di pemilihan kepala daerah.
Ia misalnya, pernah digadang-gadang PAN untuk menjadi Bupati Kediri. Namun, karena tawaran itu tidak serius, ia kemudian mengundurkan diri.

Gagal menjadi kepala daerah, Hengky juga sempat mencoba masuk legislatif dari PAN pada Pemilu 2014. Namun, kepopulerannya sebagai selebritis belum mampu mengantarkannya duduk di kursi dewan.

Setahun kemudian, suami Sonya Fatmala itu mengungkapkan niatnya maju di pilkada tempat kelahirannya, Blitar. Lagi-lagi Hengky Kurniawan gagal karena hingga batas akhir pendaftaran, berkas persyaratan pendaftaran bakal calon kepala daerah tidak kunjung ada.

Pada 2016, nama Hengky kembali beredar di ajang pilkada. Waktu itu di Kabupaten Bekasi. Saat itu, meski tercatat masih kader PAN, Hengky melamar menjadi bakal calon kepala daerah ke beberapa partai. Namun usahanya belum membuahkan hasil.

Nurul Arifin

Keberhasilan Hengky di Bandung Barat, ternyata tak diikuti artis lain. Nurul Arifin yang mencalonkan diri sebagai walikota Bandung, gagal.

Nurul yang juga pengurus teras Partai Golkar maju berpasangan dengan Chairul Yaqin Hidayat (Ruli).

Nurul-Ruli didukung oleh beberapa partai lain, diantaranya PKB, PAN, dan Demokrat.

Dari hasil hitung cepat lembaga survei Polsight, misalnya, mereka berada di posisi paling bawah. Hanya memperoleh 26,2 % suara. Sedangkan posisi pertama diraih oleh pasangan Oded M Danial- Yana Mulyana yang memperoleh 51,4%.

Meski memiliki nama besar dan tidak ada paslon lawan dari kalangan artis, nyatanya Nurul Arifin gagal berlaga di pilwalkot Bandung. Padahal, ia sudah menjadi aktris sejak tahun 1984 silam. Film layar perdananya berjudul IQ 200. Tidak hanya menghiasi layar bioskop, wajah khasnya juga sering mondar-mandir di layar kaca televisi.

Dalam karier politik, istri Mayong Suryolaksono ini sempat menjadi anggota DPR dari Fraksi Golkar periode 2004-2009 dan 2009-2014 untuk Daerah Pemilihan Jawa Barat VII. Saat ini ia menjabat sebagai wakil Sekjen DPP Partai Golkar.

Deddy Mizwar

Dia salah satu artis tenar yang sebelumnya sukses menjabat wakil gubernur Jawa Barat (2013-2018). Pada Pilkada Jawa Barat 2018, Deddy Mizwar mencalonkan diri sebagai gubernur. Dia menggandeng Dedi Mulyadi, bupati Purwakarta, dan juga ketua pengurus wilayah Jawa Barat Partai. Namun pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Jabar nomor urut 4 ini, menurut hitung cepat lembaga survei tidak berhasil merebut suara terbanyak.

Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi kalah suara oleh paslon lain. Yakni, pasangan nomor urut 1, Ridwan Kamil - Uu Ruzhanul Ulum yang unggul dengan raihan suara di atas 30 persen.

Deddy Mizwar, biasa dipanggil Demiz, sebelumnya menjadi wakil gubernur Jawa Barat mendampingi Ahmad Heryawan pada masa jabatan 13 Juni 2013 sampai 13 Juni 2018.

Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar berhasil mengungguli paslon yang juga berlatar artis. Yakni pemeran Oneng pada serial Tv ‘Bajaj Bajuri’ Rieke Diah Pitaloka yang menggandeng Teten Masduki, serta Dede Yusuf bersama Lex Laksamana.

Ketika Pilkada Jabar 2013 silam, Deddy Mizwar tidak berstatus sebagai kader parpol. Namun pada Pilkada Jabar 2018 lalu, ia bergabung menjadi kader Demokrat.

Deddy Mizwar tampaknya sudah sudah siap meninggalkan dunia keartisannya demi mengabdi kepada masyarakat. Aktor lawas berusia 63 tahun ini, tercatat pernah masih bermain film layar lebar pada tahun 2014 lalu berjudul Sayap Kecil Garuda.

Inggrid Kansil

Hasil hitung cepat yang dilakukan sejumlah lembaga survei mengunggulkan pemilihan bupati (pilbup) Bogor dimenangkan pasangan Jaro Ade-Inggrid Kansil (JADI). Lembaga Survei DPD PKS, misalnya, mencatat perolehan suara pasangan JADI mencapai 40 persen suara diikuti pasangan Ade Yasin-Iwan Setiawan.

Namun, hasil quick count versi LSI Denny JA, Kamis (28/6), hanya memberikan pasangan Ade Ruhandi-Inggrid Kansil suara 37,50 %. Berada di posisi kedua. Pasangan Ade Munawaroh Yasin-Iwan Setiawan dengan 41,71% suara menempati posisi teratas. Lalu Fitri Putra Nugraha-Bayu Syah Johan, 8,18 persen, dan Ade Wardhana Adinata-Asep Ruhiyat 7,68 persen. Sedangkan putra Rhoma Irama, Ficky Irama yang berpasangan dengan Calon Bupati Gunawan Hasan berada di posisi terbawah, dengan hanya meraih 4,93 persen.

Ade Ruhendi-Inggrid Kansil maju, didukung lima partai yaitu Golkar, Demokrat, PKS, Nasdem, dan PAN.

Sebelumnya, pesinetron ‘Catatan Hati Seorang Istri’ ini pernah menjadi anggota DPR periode 2009-2014 dari Partai Demokrat untuk Daerah Pemilihan Jawa Barat IV, mewakili daerah Kota Sukabumi dan Kabupaten Sukabumi.

Ahmad Dhani

Pentolan Band Dewa 19 ini, memang tidak turut dalam Pilkada Serentak 2018 lalu. Tapi musikus ini pernah mencoba terjun pada sejumlah pilkada.

Misalnya, pada Maret 2015 lalu, Ahmad Dhani sempat dikabarkan akan dicalonkan sebagai walikota Surabaya dari Partai Gerindra. Namun, langkah tersebut tidak mendapatkan respons positif dari masyarakat Surabaya.

Setelah gagal dicalonkan sebagai wakil Walikota Surabaya, Ahmad Dhani akhirnya dideklarasikan sebagai calon Wakil Bupati Bekasi untuk Pilkada 2017 dari Partai Gerindra pada Minggu, 18 September. Suami Mulan Jameela ini optimistis memenangkan suara dengan segala kampanye dan janji yang diumbarnya.

Meski begitu, popularitas yang dimiliki Ahmad Dhani di bidang musik tidak berdampak besar bagi perjalanan politiknya. Berdasarkan data KPU Kabupaten Bekasi, pada pilkada kabupaten itu pada tahun lalu, pasangan Neneng-Eka meraih 471.585 suara. Mereka mengalahkan pasangan Sa'duddin-Ahmad Dhani dengan 309.410 suara.

Di peringkat ketiga, pasangan Obon Tabroni-Bambang Sumaryono dengan perolehan akhir 208.223 suara. Kemudian disusul oleh Meilina Kartika Kadir-Abdul Kholik 113.596 suara. Posisi buncit ditempati oleh Iin Farihin-Mahmud dengan memperoleh 81.436 suara.

Sebelumnya, Ahmad Dhani diketahui juga sempat berencana mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta melalui Partai Kebangkitan Bangsa. Namun, karena alasan kurangnya modal yang tersedia, ayah Al, El, dan Dul, ini pun mundur dari bursa calon Gubernur DKI Jakarta pada April 2017 itu.

Rano Karno

Pemeran utama pada sinetron Si Doel Anak Sekolahan ini pernah menjabat sebagai Gubernur Banten sejak 12 Agustus 2015. Rano Karno sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas Gubernur Banten per tanggal 13 Mei 2014 sampai 12 Agustus. Ia menggantikan Gubernur sebelumnya, yaitu Ratu Atut Choisiyah yang dinonaktifkan lantaran terseret kasus suap Pilkada Lebak, Banten.

Selain pernah menjabat sebagai gubernur Banten ke-3, Rano Karno juga sempat menjadi wakil gubernur Banten. Menjabat dari 11 Januari 2012 sampai 13 Mei 2014, ia menjadi wakil Ratu Atut Choisiyah pada masa Kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono. Peraih Piala Citra untuk Pemeran Utama Pria Terbaik pada tahun 1990 juga sebelumnya menjabat sebagai Wakil Bupati Tangerang sejak 22 Maret 2008 hingga 19 Desember 2011.

Rano Karno juga sempat maju kembali pada Pilkada Gubernur Banten tahun 2017 lalu. Namun sayang, ia!kalah. Dan dinasti politik keluarga jawara Banten Alm Tubagus Hasan Sohib, ayah Ratu Atut, kembali menguasai Banten. Purteri Ratu Ratu Atut Choisiyah, Andika Hazrumy terpilih sebagai wakil gubernur. Wahidin bersama Andika dalam Pilkada Banten 2017 mendapatkan suara 2.411.213 suara, unggul atas pasangan Rano Karno-Embay Mulya Syarief yang hanya meraih 2.321.323 suara.

Atas hasil tersebut, Rano Karno tidak terima. Dan bersama pasanganmya Embay lalu mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Namun, gugatan tersebut ditolak MK.

  • Demikianlah. Dari tampilan cerita enam artis politis di atas, boleh mulai diakui, fenomena popularitas para artis Indonesia tidak serta merta menjamin mendulang perolehan suara pada pemilihan umum. Masyarakat sudah mulai cerdas: memilih siapa yang benar-benar dianggap mereka tepat untuk menjadi pemimpin.