Saat Fajar Merekah, Mimpi Jepang Pun Sirna

Category: Berita -> OLAHRAGA | Posted date: 2018-07-03 14:13:29 | Updated date: | Posted by: Admin


HAMPIR semua orang Jepang menduga, tim kesayangannya akan lolos ke perempat final Piala Dunia 2018. Luar biasa, Jepang sempat memimpin 2-0 atas Belgia yang bertabur bintang dalam laga 16 besar, Selasa (3/7). Tapi, saat fajar merekah di Tokyo, penggemar bo



Ceknricek.com - HAMPIR semua orang Jepang menduga, tim kesayangannya akan lolos ke perempat final Piala Dunia 2018. Luar biasa, Jepang sempat memimpin 2-0 atas Belgia yang bertabur bintang dalam laga 16 besar, Selasa (3/7). Tapi, saat fajar merekah di Tokyo, penggemar bola Jepang tersentak. Tim kesayangan mereka gagal membuat sejarah Piala Dunia untuk lolos di 8 besar. 

Di ujung laga, Belgia berhasil memenangkan pertandingan dengan 3-2. Warga yang sedang ikut Nonton Bareng duduk dalam keheningan, menatap tak percaya di layar televisi yang menyiarkan pertandingan langsung. "Aku sangat frustrasi," Ryota Iwakiri, 32 tahun, berkata dengan getir, mencoba memahami kehancuran tiba-tiba itu. 

Warga Tokyo lain menahan air mata.

Demam Piala Dunia telah mencengkeram warga Jepang meskipun ada perbedaan waktu yang berarti dengan Rusia. Pertandingan Senin (2/7/18) ditayangkan dari pukul 3 pagi waktu setempat pada Selasa pagi di Tokyo. Ketika hasilnya mengecewakan, orang-orang mulai keluar dari bar, menuju ke kereta bawah tanah di mana kereta komuter sudah menuju ke kantor.

"Permainan itu seperti roller-coaster. Mereka membiarkan kami memimpikan kemenangan pada satu titik. Mereka benar-benar memiliki momentum yang baik," kata Yuki Kakishita, seorang karyawan di sebuah agen properti kepada Channelnewsasia.

"Kami sangat gembira ketika Jepang memimpin. Tetapi Belgia sangat tangguh," kata Shimon Otomo, seorang pengusaha yang masih mengenakan jas dan dasi.

"Kami kehilangan kesempatan itu, tetapi mereka melakukan segalanya di lapangan," kata Sawa Okada, 23 tahun.

"Jepang menunjukkan orang-orang bahwa mereka masih kompetitif di panggung dunia," tambah Iwakiri.

"Jepang hampir membunuh raksasa itu."

Bagaimanapun prestasi Jepang patut dihargai. Pada awalnya, persiapan Jepang ke Rusia sangat terganggu dengan pemecatan pelatih. Pelatih baru Akira Nishino dikritik karena Jepang hampir tidak lolos 16 besar. Jepang hanya lebih baik dari Senegal yang terlalu banyak memiliki kartu kuning. Jepang lolos karena faktor fair play yang lebih baik dibandingkan Senegal.

Kekalahan dari Belgia di 16 besar cukup membanggakan karena mampu membuat 2 gol atas salah satu tim yang difavoritkan menjadi juara dunia tahun ini.  Pelatih Belgia Roberto Martinez pun memuji Jepang. "Mari kita mengucapkan selamat kepada Jepang, mereka memainkan permainan yang sempurna. Mereka sangat solid,” ujar pelatih asal Spanyol tersebut. 

Pelatih Jepang Akira Nishino tentu sangat kecewa atas kegagalan anak buahnya mempertahankan kemenangan. "Saya hancur. Ya, kami memimpin tetapi kami tidak bisa menang. Itu mungkin perbedaan yang sangat kecil. Tapi saya merasa tidak ada apa-apa di dalamnya. Aku memang merasa itu tragedi, tapi aku harus menerima kekalahan itu sebagai fakta."