Stroke Akom Dan Terapi DR Terawan

Category: BERITA -> KESEHATAN | Posted date: 2018-05-06 00:56:09 | Updated date: 2018-05-17 04:35:21 | Posted by: Marah Sakti Siregar


Ceknricek.com - GONJANG ganjing testimoni pasien stroke DR Terawan Agus Putranto (TAP) terus berlanjut. Antara yang memuji dan mencela terapi "cuci otak" itu.



Ceknricek.com - GONJANG ganjing testimoni pasien stroke DR Terawan Agus Putranto (TAP) terus berlanjut. Antara yang memuji dan mencela terapi "cuci otak" itu.

Salah satu pemuji Ketua DPR Bambang Soesatyo, sempat terpeleset omong. Kamis pekan lalu (5/4/2018), Ketua DPR Bambang Soesatyo, tampil sebagai pembela DR TAP. Ia menyesalkan rencana "pemecatan" DR TAP oleh IDI karena terapi kepala RSPAD Jakarta itu Bamsoet sebenarnya sudah banyak menolong penderita stroke.

"Sahabat terdekat saya Pak Akom (mantan ketua DPR Ade Komarudin) itu, ditangani DR Terawan dan berjalan baik," katanya.

Entah disengaja atau tidak, Selasa pagi ini beredar informasi. Bahwa Akom sejak Senin, 9 April telah dipindahkan. Dari RSPAD Gatot Subroto, Jakarta—tempat ia dirawat sejak awal Januari lalu, ketika dapat serangan stroke—ke RS Siloam, Karawaci, Tangerang.

"Jam 17.15: operasi untuk tindakan EVD (External Ventrikular Drainage/ mengeluarkan perdarahan di otak dengan membuat saluran ke perut) oleh Prof. Eka & tim.

 

"Jam 19.00: operasi selesai, pasien dibawa ke ICU. Saat ini keadaan pasien stabil, tidak sadar, dengan ventilator." Begitu bunyi informasi tersebut.

Gara-gara pesan pindah rumah sakit itu,  sontak banyak orang  mengaitkan kepindahaan Akom itu dengan kegagalan terapi DSA DR TAP.  Wajar, karena sebelumnya  sudah ramai keterangan Bamsoet yang disiarkan media.

Benarkah Akom pasien DR TAP?

"Ah, gak benar itu. Pak Akom setelah kena stroke memang langsung dirawat di RSPAD. Tapi tidak ditangani DR Terawan," kata Ny. Netty Marliza, istri Ade Komarudin kepada ceknricek.com.

Ia menambahkan suaminya ditangani dokter spesialis saraf Agus Yuniarto. " Saya menyesalkan Bamsoet yang ngomong Pak Akom ditangani DR Terawan." tukasnya.

Sumber ceknricek.com memastikan sebelum kena stroke, Akom memang pernah menjalani terapi "cuci otak" DSA DR TAP. Ia termasuk yang ingin menghindari serangan stroke melalui terapi itu.

Tak ada yang menduga, setelah itu Akom malah terkena stroke. Dan karena langsung dilarikan ke RSPAD, banyak temannya menyangka ia ditangani DR TAP.

Setelah sekitar tiga bulan dirawat di RSAD, kemajuan kondisi kesehatan tidak bergerak cepat. Maka,

"boleh dong, saya minta second opinion pada dokter lain," tambah Ny Netty Akom, tenang.

Dia berharap penyakit suaminya tidak dikait-kaitkan dengan kontroversi terapi DSA DR TAP. "Kami mohon doanya aja. Supaya Pak Akom bisa segera sembuh," pinta Istri politisi Partai Golkar itu.