PM Malaysia Ingatkan Wartawan Selalu Tabayyun

Category: BERITA -> INTERNASIONAL | Posted date: 2018-05-06 01:00:11 | Updated date: 2018-05-19 03:04:20 | Posted by:


Ceknricek.com , Kuala Lumpur - Perdana Menteri Malaysia Dato Sri Mohd Najib Bin Tun Abdul Razak mengingatkan wartawan agar selalu tabayyun atau cek dan ricek, terlebih dahulu menguji kebenaran suatu informasi sebelum disiarkan ke publik. Mengutip surat Al



Ceknricek.com , Kuala Lumpur - Perdana Menteri Malaysia Dato Sri Mohd Najib Bin Tun Abdul Razak mengingatkan wartawan agar selalu tabayyun atau cek dan ricek, terlebih dahulu menguji kebenaran suatu informasi sebelum disiarkan ke publik. Mengutip surat Al Hujjarat di dalam Al Quran, Najib Razak mengatakan, dengan itulah wartawan bisa mencegah beredarnya berita bohong dan palsu yang bisa meracuni dan merugikan masyarakat.

Hal itu disampaikan PM Najib ketika memberi sambutan dalam acara Majelis Pelancaran Hari Wartawan Nasional (Hawana) Malaysia 2017/18, Rabu (11/4) petang di Pusat Pameran dan Konvensyen Matrade Kuala Lumpur. Inilah untuk pertama kalinya Malaysia menyelenggarakan Hari Wartawan Nasional meski sejarah pers mereka sudah lebih satu abad. Hawana diilhami perayaan Hari Pers Nasional yang tiap tahun diselenggarakan di Indonesia.

Setiap tahun, pemerintah Malaysia mengirim delegasi besar untuk hadir dipimpin Menteri Komunikasi dan Multimedia. Sejak HPN di Manado, Sulawesi Utara 2013 hingga HPN 2018 di Padang, Sumatera Barat, 6-10 Februari lalu. Acara Hawana 2017/18 yang berlangsung semarak itu dihadiri Menteri Komunikasi dan Multimedia Datuk Seri DR Salleh Said Keruak, tokoh wartawan senior Tan Sri Johan Jaffar, dan sekitar 2000 tamu undangan.

Termasuk pengurus PWI Pusat: Plt Ketua Umum Sasongko Tedjo, Sekjen Hendry Bangun, Asro Kamal Rokan, Radjab Ritonga, Syamsuddin Ch Haesy, Agus Sudibyo dan Ketua Dewan Kehormatan Ilham Bintang. Sebelumnya, Datuk Zulkefli Salleh, CEO Kantor Berita Bernama yang merangkap Ketua Panitia Hari Wartawan Nasional membacakan deklarasi pembentukan organisasi wartawan Malaysia. Deklarasi itu merupakan hasil diskusi dengan para wartawan dari seluruh Malaysia yang berlangsung pagi hingga siang.

Datuk Zulkefli mengakui Hawana terinspirasi oleh penyelenggaraan Hari Pers Nasional di Indonesia. "Enam kali berturut- turut Malaysia mengirim utusan pada HPN di Indonesia. Alhamdulillah, kita bisa melaksanakannya sekarang," katanya. PM Najib pun akhirnya menyetujui gagasan perayaan Hari Wartawan Nasional setiap tanggal 29 Mei dan akan diberlakukan mulai tahun 2019.

Penetapan tanggal 29 Mei untuk peringatan Hawana untuk mengabadikan momen penerbitan pertama Harian Utusan Melayu. Majelis Pelancaran Hawana semalam juga memberi penghargaan tertinggi kepada Tengku Abdurahman, PM pertama Malaysia. Penghargaan itu diterima oleh Tengku Rosani Putera, cucu ketiga Bapak Pendiri Malaysia itu.

Najib Vs Mahathir

Suhu politik di Malaysia hari hari ini tengah memanas, dipanaskan oleh kampanye dua kubu kandidat PM Malaysia menjelang Pemilihan Raya 9 Mei mendatang. Najib akan berhadapan dengan Mahathir Muhammad, mantan PM Malaysia yang pernah berkuasa selama 22 tahun. Polling di media sosial dua kubu yang "head on" itu menunjukkan persaingan ketat 50:50.

Tetapi ada yang menyebut "kubu pembangkang" (maksudnya Mahathir Muhammad) lebih unggul pada posisi 52 persen berbanding dengan petahana 48 persen. Berita media-media online dan media sosial menjadi gangguan dua kubu. PM Najib dalam sambutannya semalam menyinggung beberapa pemberitaan media online yang dia digolongkan  sebagai berita bohong dan provokatif.

"Kita harus selamatkan bangsa dan kerajaan dari berita-berita yang merusak," kata Najib. Usai pelaksanaan acara, dilaksanakan penyerahan tanda mata. Delegasi PWI Pusat diwakili Ketua Dewan Kehormatan Ilham Bintang menyerahkan plakat PWI kepada PM Dato Sri Mohd Najib Bin Tun Abdul Razak. (IB)