Hoaks Di Hari Isra' Mi'raj

Category: KNOWLEDGE -> SOSOK | Posted date: 2018-05-06 01:32:31 | Updated date: | Posted by: Nisa Husna W


Ceknricek.com - HARI libur Isra' Mi'raj, Sabtu (14/3/2018) tercemari hoaks. Info palsu itu beredar sejak siang hari di berapa Whats App group. Isinya: permintaan maaf Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin atas kekeliruan dalam penulisan tanggal merah di ka



Ceknricek.com - HARI libur Isra' Mi'raj, Sabtu (14/3/2018) tercemari hoaks. Info palsu itu beredar sejak siang hari di berapa Whats App group. Isinya: permintaan maaf Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin atas kekeliruan dalam penulisan tanggal merah di kalender.

Diterakan di kalender bahwa warna merah (libur Isra' Mi'raj Nabi Muhammad saw) pada tanggal 14 April. "Padahal mestinya tanggal 13 April," tulis surat berkop Kementerian Agama RI dan ditanda tangani Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Surat itu, tentu saja, membingungkan publik. Hari libur itu sebenarnya Jum'at (13 April) atau Sabtu (14 April)?

Kepada ceknricek.com, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin segera meluruskan kesimpangsiuran tersebut. "Surat itu sudah diedit dan diubah dengan motif yang entah tujuan apa," katanya.

Ia lalu mengirimkan salinan surat asli yang dikirimkannya kepada: Kepala Bidang Penyelengaraan Haji dan Umroh seluruh Indonesia dan Kepala UPT Asrama Haji juga di seluruh Indonesia.

Isinya sebenarnya ingin memastikan bahwa tanggal merah (hari libur) Isra' Mi'raj itu adalah Sabtu, 14 April 2018. Tapi itulah realitas kekinian.

Di media sosial, informasi selalu bisa dijaili atau diubah-ubah orang. Makanya, "dunia sosmed menuntut kita cermat dan sabar," tukas Menteri Agama.

Cermat tentu untuk mengajak siapa pun selalu teliti dan hati-hati. Perlu selalu mengecek dan mericek (tabayyun) semua informasi yang diterima.

Termasuk juga hati-hati dalam memilih dan menyeleksi informasi yang kini makin membanjiri ruang publik.

Pesan dan nasihat khas dalam melawan hoaks yang makin banyak beredar. Jangan ikut menyebarkan hoaks sebelum meneliti kebenarannya. Think before posting. Pikir dulu sebelum menyiarkan informasi.