Laporan Khusus Ceknricek.com : Susi Pudjiastuti “Saya Ingin Perempuan Berfikir Merdeka”

Category: KNOWLEDGE -> SOSOK | Posted date: 2018-05-06 04:32:26 | Updated date: 2018-05-07 15:26:29 | Posted by:


Ceknricek.com - Sosok Susi Pudjiastuti banyak menuai pujian karena kiprahnya sebagai menteri kelautan. Selain mengagumi pemikiran Kartini, Susi juga menganjurkan agar perempuan selalu berfikir merdeka. Namun tak banyak yang tahu, ternyata ia tidak terlalu



Ceknricek.com - Sosok Susi Pudjiastuti banyak menuai pujian karena kiprahnya sebagai menteri kelautan. Selain mengagumi pemikiran Kartini, Susi juga menganjurkan agar perempuan selalu berfikir merdeka. Namun tak banyak yang tahu, ternyata ia tidak terlalu memiliki banyak teman.

Menteri Susi nampak kaget, ketika ada moncong kamera yang sudah siap merekam wajahnya. Ia kemudian meminta agar wawancara tidak menggunakan kamera. Pasalnya, Susi sudah melepas anting dan ia menggunakan busana mirip daster di rumah dinasnya, Komplek Widya Chandra,Kuningan, Jakarta, Senin (16/4). Sambil sesekali menaikan kakinya ke kursi, perempuan 53 tahun ini menjawab apa adanya semua isu-isu yang menyangkut dirinya. Berikut petikan wawancara Ariful Hakim tim dari ceknricek.com

Dapat peringkat nomor satu sebagai tokoh yang dikagumi. Komentar anda?
 Saya tidak tahu. Tidak terpikir apa-apa. Senang tapi juga heran. Darimana ukurannya. Kok bisa? Apa mereka salah lihat. Mungkin Susi yang lain ya? Saya juga belum dikasih tahu. Baca saja diberita yang dikirim orang. Karena saya juga jarang baca. Orang-orang ngucapin selamat. Heran. Termasuk klip-klip yang dibikin orang saya juga heran. Orang kok sempat sempatnya ngerjain itu.

Tidak berpengaruh buat Anda?
 Kadang kesel saja. Karena orang-orang jadi minta foto. Masih berdoa (di sebuah acara) orang sudah persiapan mau nyegat (minta foto). Ratusan ibu-ibu.

Terpikir memanfaatkan popularitas ini?
 Nggak

Artinya jadi menteri juga bukan cita-cita?
 Ya, mana ada cita-cita. Saya pengusaha puluhan tahun. Begitu ada tawaran jadi menteri kenapa tidak mencoba? Khan kadang kita ingin aktualisasi diri. Dan ternyata sebetulnya sama saja. Entah itu jadi birokrat atau pengusaha. Kerja ya kerja. Persoalan di bisnis mungkin kita punya kesempatan dapat lebih. Sementara di birokrat kadang kadang lebih baik rugi asal sesuai prosedur. Tidak betul yang penting sesuai prosedur. Anomali. Hasil tidak jadi tujuan utama di birokrasi.

Sebagai menteri perempuan, sering terpikir untuk menginspirasi kaum perempuan?
 Tidak pernah terpikir untuk menginspirasi perempuan. Saya kerja saja. Kalau ditanya soal problem perempuan, ya yang saya tahu tidak boleh ini, itu. Selama kita pikirkan keperempuanan ya seperti perempuan. Kalau mau kerja ya jangan pikir saya laki-laki saya perempuan. Biasa saja. Saya tidak pernah berfikir saya perempuan terus tidak boleh mengerjakan ini dan itu. Hal ini sejak dulu. Selama fisik saya kuat ya saya kerjakan.

Apa olahraganya?
 Apa saja, terutama olahraga air. Renang dayung snokling. Biasanya weekend ke daerah. Jakarta di mana? Danau Sunter saja baru bisa (renang) setelah dibersihkan. Kadang juga renang dari pulau ke pulau. Ya lima mil. Aku lihat danau di Jakarta sudah bersih. Besok saja mau tanam ikan di danau Sunter.

Soal isu-isu keperempuanan masih jadi konsen Anda?
 Saya tidak berfikir keperempuanan makanya tidak konsen soal isu keperempuanan.

Siapa tokoh yang dikagumi?
 Banyak. Kartini salah satunya. Saya suka tulisan tulisannya. Angan-angan dia, wacana, luas sekali. Terkurung, terkungkung, punya suami, hanya bisa lewat surat itu hal yang luar biasa. Manusia semua bisa seperti itu. Kita bisa keluar dari limitasi fisikal kita punya. Itu lebih ke olah pikir.

Tokoh zaman kini?
 Mega salah satu yang saya kagumi konsistensinya. Jarang sikap konsisten ada pada politisi. Saya pun untuk beberapa prinsip sama. Kadang dianggap tidak mau kompromi. Kalau anda mau sukses untuk jangka panjang maka harus konsisten.

Soal pendidikan?
 Saya merasa tidak cocok dengan sistem pendidikan yang ada. Saya tidak happy. Kerja yang saya suka. Saya tidak mau melakukan sesuatu yang tidak saya suka.

Ada impelentasi pikiran Kartini sebagai sosok yang Anda kagumi?
 Berfikir bebas itu yang saya tekankan. Termasuk tidak ada isu gender ketika memberi tugas ke mereka.

Dengan semua pencapaian, obsesi apa yang masih dikejar?
 Tatanan hukum di kelautan bagus. Orang mengerti kalau pembatasan itu untuk meningkatkan produktifitas. Karena sesuatu yang diatur, seperti penangkapan ikan, pasti tambah banyak. Tapi pengusaha pikir saya mengurangi pendapatan. Padahal tidak. Terbukti dengan cara saya keras ternyata ikan banyak. SDA (sumber daya alam) yang hidup kalau dibatasi pasti tambah banyak. Cuma orang tidak berfikir ke situ. Saya ingin Indonesia tahu apa yang terbaik untuk dirinya. Itu kewajiban pemerintah untuk memberikan pengertian. Saya cuma sayangkan kita khan negara besar. Kalau kita tidak bisa disiplin ya susah. Meski negara sudah punya grand design tapi kalau orangnya tidak disiplin ya percuma.

Momen yang menyenangkan ditengah rutinitas kerja?
 Kalau ketemu nelayan, kebijakan saya berhasil kemudian terima pesan di twitter, orang mengapresiasi kerja saya. Itu membahagiakan saya. Juga kebersamaan dengan keluarga itu hiburan saya nomor satu. Saya banyak kerja dari rumah daripada dari kantor. Seperti tadi dirjen-dirjen saya panggil. Kadang-kadang saya lebih produktif di rumah daripada di kantor. Di kantor kalau ada meeting saja.

Kerja sehari berapa jam?
 Tidak ada jam. Tidur 5 jam. Tapi bukan berarti di rumah nggak ngantor.

Masih sempat bersosialisasi?
 Tidak punya teman. Dari dulu tidak punya. Paling kalau curhat sama ibu Mega (Megawati Soekarno Putri). Saya jarang bertamu ke rumah orang. Hampir tidak pernah. Saya kondangan tiga tahun ini lebih banyak karena banyak undangan, dibanding 30 tahun hidup saya sebelumnya. Tapi teman yang datang ada. Minum wine. Makan –makan di rumah.

Masih sempat baca berita?
 Tidak sempat tidak ada waktu. Artikel kadang cuma disiapkan asisten. Saya dibuatkan ringkasan 10 berita. Berita non perikanan saya nggak ikuti. Nggak ada solusinya juga kebanyakan baca berita.

Teman-teman SMA masih kontak-kontakan?
 Nggak ada. Sebelum jadi menteri juga tidak ada. Saya dekat dengan masyarakat. Tapi sosialisasi yang clubbing, arisan, tidak pernah ada dalam hidup saya. Saya paling ada acara makan sama kawan-kawan lama. Kalau anak dan cucu saya bawa ke mana-mana kalau mereka tidak sekolah.

Tapi masih bisa masak ya?
 Masih bisa. Sebelum jadi menteri Prabowo datang ke (rumah) Menteng saya masakin steak. Jan Farid datang. Tapi teman saya sedikit itu itu saja.

Pernah jatuh cinta?
 Seringlah..

Undangan banyak setelah jadi menteri?
 Banyak tapi biasanya saya pilih. Ini mau,ini tidak mau. Kalau ada manfaatnya saya mau datang. Kadang kalau 3 acara capai. Ngumpul terus diajak foto itu capai.

Survei wapres menempatkan Anda sebagai kandidat spesial?
 Jangan mimpi di siang bolong. Kalau sudah panggilan Tuhan itu pasti jelas. Tapi merencanakan itu hal yang beda. Kalau saya masih bisa independen dan memperbaiki negeri, masih mau. Kalau nggak ya buat apa?

Tidak tertarik gabung parpol?
 Bingung ada 20 parpol. Dulu saya golput karena parpolnya 3. Saya takut begitu melihat parpol begitu banyak milenial jadi apolitis. Ada yang nawarin satu dua parpol (buat gabung). Jadi akan tetap independen dalam berfikir dan bersikap. Bukan saya tidak mau tapi sampai hari ini belum ambil keputusan.