Dewi Gita, Korban Umrah Biaya Murah

Category: | Posted date: 2018-05-06 05:19:45 | Updated date: 2018-05-07 14:51:36 | Posted by:


Ceknricek.com - Dewi Gita tertipu Abu Tours. Berharap bisa secara berkala memberangkatkan umrah orang-orang terdekat, Dewi mengambil paket murah di Abu Tours. Lantaran tidak kunjung diberangkatkan, kini ia masih menunggu pencairan dana yang sudah terlanju



Ceknricek.com - Dewi Gita tertipu Abu Tours. Berharap bisa secara berkala memberangkatkan umrah orang-orang terdekat, Dewi mengambil paket murah di Abu Tours. Lantaran tidak kunjung diberangkatkan, kini ia masih menunggu pencairan dana yang sudah terlanjur disetor.

Berbeda dengan Syahrini dalam kasus First Travel yang di-endorse, Dewi membayar lunas keenam jemaah yang ia umrahkan. Ditemui Minggu (22/4), istri Armand Maulana itu merasa lebih mantap jika ibadah dari kantong sendiri.

Kini, Dewi masih menunggu pencairan dananya. Ia berharap persoalannya bisa diselesaikan dengan baik, karena pemilik Abu Tours masih punya aset yang bisa dijual.

Dana yang dipungut sebagai biaya pemberangkatan umrah dari 86.720 jemaah Abu Tours yang batal berangkat mencapai Rp1,8 triliun. Informasi tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani dalam konferensi pers, Jumat, 23 Maret lalu. Menurut Dicky, puluhan ribu jemaah Abu Tours tersebar di 15 provinsi di Indonesia. Mereka ada yang telah mendaftar dan menyetorkan uang sejak tahun 2016 hingga 2018.

Polisi sudah menetapkan CEO dan sekaligus Direktur Utama Abu Tours, Hamzah Mamba sebagai tersangka. Ia dituduh telah melakukan penipuan, lantaran jemaah yang sudah membayar mulai Rp12 juta hingga Rp16 juta belum juga diberangkatkan. Hamzah pun terancam hukuman 20 tahun penjara. Penyidik sementara ini masih menelusuri aset-aset yang dimiliki tersangka dari hasil pungutan biaya umrah jemaah.

Menurut Dicky, jumlah tersangka diperkirakan akan bertambah, termasuk dari mitra-mitranya yang mengumpulkan calon jemaah di 15 provinsi. Sementara Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Sulawesi Selatan, Kaswad Sartono, belum berpikir untuk membantu pemberangkatan jemaah ataupun pengembalian dana.

"Kami belum tahu jemaah, tapi kami akan bicarakan nanti bagaimana caranya membantu proses pemberangkatannya ke Tanah Suci. Termasuk juga dengan jemaah yang meminta pengembalian uang, kami belum bisa berbicara. Kami baru buka Crisis Centre Abu Tours. Crisis Centre ini untuk menampung keluhan dari jemaah," katanya.