Polri Siapkan Pengamanan Mayday

Category: BERITA -> EKONOMI & BISNIS | Posted date: 2018-05-06 05:28:06 | Updated date: 2018-05-07 14:45:03 | Posted by:


Ceknricek com -  Hari Buruh (Mayday) pada 1 Mei 2018 akan digelar buruh di seluruh Indonesia. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) merencanakan aksi massa. Isu yang akan mereka angkat, selain mendesak pencabutan Perpres 20/2018, juga mendeklarasik



Ceknricek com -  Hari Buruh (Mayday) pada 1 Mei 2018 akan digelar buruh di seluruh Indonesia. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) merencanakan aksi massa. Isu yang akan mereka angkat, selain mendesak pencabutan Perpres 20/2018, juga mendeklarasikan calon presiden proburuh.

Menghadapi Mayday itu, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menggelar konferensi video dengan seluruh kapolda di Mabes Polri, Jakarta, Selasa.

"Tadi Pak Kapolri telah memimpin vidcon yang diikuti oleh seluruh kapolda dan seluruh pejabat utama polda. Salah satu yang dibahas persiapan (pengamanan) Mayday," kata Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto.

Dalam konferensi video tersebut, Kapolri Tito memerintahkan para kapolda bekerja sama dan memfasilitasi semua buruh yang akan menggelar aksi pada Hari Buruh.

Selain itu buruh juga diminta tertib selama menyampaikan aspirasi saat aksi dan tidak mengganggu aktifitas masyarakat sekitar.

"Pemerintah sudah mengatakan Mayday itu sebagai Funday, jadi menjadi hari yang gembira untuk rekan-rekan buruh. Para kapolda diminta untuk bisa jaga situasi terkait Mayday ini, diharapkan kondusif," katanya.

Presiden KSPI, Said Iqb, kepada wartawan, Ahad (22/4), mengatakan pada 1 Mei nanti KSPI akan menggelar demonstrasi serempak di 25 provinsi di Indonesia. Sedangkan deklarasi calon presiden (capres) pro buruh dilakukan di Istora Senayan, Jakarta Pusat. Belum jelas tokoh yang akan mereka usung.

Soal Perpres 20/2018 yang memudahkan Tenaga Kerja Asing, KSPI menyatakan menolak dan mendesak pemerintah mencabut Perpres yang tidak pro buruh lokal tersebut.

KSPI juga telah meminta advokat Yusril Ihza Mahendra untuk mengajukan uji materil Perpres tersebut ke Mahkamah Agung.

Yusril menyatakan bersedia secara sukarela karena Perpres tersebut merupakan kesewenang-wenangan penguasa kepada buruh.

"Saya berkomitmen membela mereka," ujar Yusril kemarin.