Tatjana Saphira : “Saya Cinta Indonesia”

Category: | Posted date: 2018-05-06 05:34:56 | Updated date: 2018-05-07 14:42:44 | Posted by:


Ceknricek.com  - Kecintaannya pada tanah kelahiran mendorong Tatjana Saphira menjadi Warga Negara Indonesia. Namun ia masih menghadapi beberapa kendala untuk mendapat pengesahan sebagai WNI.



Ceknricek.com  - Kecintaannya pada tanah kelahiran mendorong Tatjana Saphira menjadi Warga Negara Indonesia. Namun ia masih menghadapi beberapa kendala untuk mendapat pengesahan sebagai WNI.

Menjelang akhir masa berlaku status kewarganegaraan ganda terbatas yang diberikan Pemerintah Republik Indonesia, Tatjana Saphira mantap memilih Warga Negara Indonesia. Apa alasan dara kelahiran Jakarta 21 Mei 1997 itu memilih Indonesia?

Ditemui Klasik Herlambang dari Tabloid Cek & Ricek di sela-sela acara Perayaan Dasawarsa Masyarakat Perkawinan Campur (PerCa) Indonesia, Tatjana bercerita panjang lebar terkait keputusannya itu. Wawancara berlangsung di sebuah hotel berbintang di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (11/4). Petikannya.

Sebagai anak hasil perkawinan campur, suka duka apa yang Anda rasakan selama ini?

Tentu sukanya saya bisa bebas ke luar negeri (Jerman) tanpa harus mengurus prosedur administrasi yang berbelit. Dukanya tentu saat ini saya sudah memasuki masa-masa akhir di mana saya harus menentukan untuk memilih menjadi warga negara mana. Sebab status dwi kewarganegaraan terbatas yang diberikan Pemerintah Indonesia, akan habis pada saat usia saya 21 tahun nanti.

Sampai saat ini proses pengurusan administrasi yang saya lakukan masih belum selesai. Padahal bila sampai pada batas waktu yang ditentukan nanti saya belum resmi mendapatkan status kewarganegaran Indonesia secara resmi, maka otomatis status saya adalah warga negara Jerman. Dan itu tentu saja sangat menyedihkan bagi saya.

Kenapa?

Saya lahir dan besar di sini (Indonesia). Bahkan karier saya juga di sini. Hal itu tentu tidak bisa dipungkiri telah memupuk rasa cinta saya pada negeri ini. Sehingga pada akhirnya saya memutuskan untuk lebih memilih Indonsia sebagai kewarganegaraan saya. Karena itulah berbagai dokumen untuk melakukan pengurusan administrasi telah saya siapkan dan sedang diproses.

Apakah menjadi warga negara Jerman kurang menarik bagi Anda?

Bukan masalah menarik atau tidak. Di sana tentu bisa jadi kondisinya lebih baik. Berbagai fasilitas yang disediakan pemerintah untuk warganya, tentu jauh bila dibandingkan dengan di sini. Tapi semua tentu tak lepas dari rasa. Di mana saya sudah terlanjur cinta pada negeri ini. Sehingga saya tidak mungkin untuk melepaskan status sebagai warga negara ini.

Bagaimana reaksi orang tua Anda dengan keputusan itu?

Yang paling kecewa tentu Papa. Karena dia ingin agar saya bisa menjadi warga Jerman saja. Tapi setelah saya jelaskan, akhirnya dia bisa memahami dan menyerahkan segala keputusan di tangan saya. Dia yakin apa yang saya putuskan adalah yang terbaik buat diri saya.

Sejauh ini bagaimana proses pengurusan administrasi yang Anda lakukan?

Secara umum semua sudah berjalan lancar. Hanya saja kebetulan sempat ada kendala, di mana pihak pemerintah Indonesia meminta semacam surat keterangan yang dikeluarkan pemerintah Jerman. Yang menerangkan bahwa saya sudah melepaskan kewarganegaraan Jerman.

Masalahnya, pemerintah Jerman tidak mau mengeluarkan surat keterangan itu, sebelum ada semacam surat keterangan dari Pemerintah Indonesia, yang menyatakan bahwa saya telah resmi menjadi warga negara Indonesia. Sebab hal itu menyangkut hak dan nasib dari seorang warga negara. Di mana pihak pemerintah Jerman tidak ingin ada warganya yang berstatus stateless (tidak berkewarga negaraan).

(baca: Tatjana Saphira, Terancam tanpa Kewarganegaraan)

Untunglah permasalahan ini segera dibahas bersama teman-teman dari PerCa, yang terus melakukan komunikasi intensif dengan kementerian Luar Negeri, agar permasalahan seperti ini tidak sampai terulang lagi di masa yang akan datang.

Bagaimana bila proses mediasi yang dilakukan PerCa gagal?

Terus terang saya optimis saja dan tidak mau berandai-andai. Saya yakin dengan yang disampaikan teman-teman dari PerCa, bahwa ini hanya persoalan komunikasi saja. Jika bisa dijelaskan dengan baik, maka semua akan berjalan lancar sesuai harapan.

Hal-hal apa yang sudah Anda lakukan untuk bisa segera mendapatkan status warga negara Indonesia?

Ya pastinya saya sudah bolak-balik Indonesia – Jerman – Indonesia untuk menyiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan. Sehingga saat pemerintah Indonesia memintanya, saya sudah siap dan tinggal pengesahan saja. Lalu untuk syarat lain-lain seperti hapal lagu Indonesia Raya atau Pancasila, hal itu sepertinya tidak jadi masalah. Karena saya sudah lahir, besar dan sekolah di sini. Sehingga semua sudah biasa saya dengar.

Ke depan, apa yang harapan Anda bila nanti sudah benar-benar menjadi warga negara Indonesia?

Sebagai seorang aktris atau seniman, tentu saya ingin bisa ikut memajukan negeri ini di bidang yang saya tekuni, dengan karya-karya saya. Untuk itu saya akan senantiasa memberikan yang terbaik sebagai wujud rasa cinta saya pada negeri ini.