Anak Ketiga Kate dan Suara-suara Sinis

Category: BERITA -> POLITIK | Posted date: 2018-05-06 06:28:27 | Updated date: | Posted by:


Ceknricek.com - Anak ketiga pasangan kerajaan Inggris, Pangeran William dan istrinya, Kate Middleton, lahir pada Senin (23/4). Pernyataan resmi Istana Kensington menyebut, bayi seberat 3,8 kilogram itu lahir dengan selamat. Istana Kensington juga memastik



Ceknricek.com - Anak ketiga pasangan kerajaan Inggris, Pangeran William dan istrinya, Kate Middleton, lahir pada Senin (23/4). Pernyataan resmi Istana Kensington menyebut, bayi seberat 3,8 kilogram itu lahir dengan selamat. Istana Kensington juga memastikan kabar gembira ini sudah disampaikan kepada Ratu Elizabeth II dan Pangeran Harry.

Pada September tahun lalu, Pangeran William dan Kate Middleton mengungkapkan mereka tengah menantikan anak ketiga. Anak ketiga ini menjadi pewaris takhta Inggris urutan kelima setelah sang kakek Pangeran Charles, Pangeran William, Pangeran George, dan Putri Charlotte. Anak ketiga William dan Kate  lahir kurang dari sebulan sebelum pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle digelar di Istana Windsor pada 19 Mei mendatang.

Kelahiran anak ketiga Kate tentu saja disambut meriah warga Inggris. Namun ditengah sambutan positif publik Inggris, ternyata banyak juga masyarakat Inggris yang tidak suka. Terbukti, sesaat setelah bayi laki-laki itu lahir, sejumlah kecaman dan hinaan muncul di media sosial. Bahkan sebagian orang menyebut bayi itu sebagai "parasit" yang hidup dari pajak yang dibayarkan rakyat.

Ironi ini muncul,lantaran kenyataan keluarga kerajaan bisa memiliki anak berapapun yang mereka inginkan dan tak akan kerepotan dengan biaya mengurus mereka. Sementara bagi banyak generasi milenial Inggris, memiliki keluarga dengan tiga anak bukan hal yang terlalu didambakan.  Hal ini lantaran biaya merawat dan membesarkan anak di Inggris kian hari kian terasa mahal.

"Satu lagi parasit yang muncul. Bukan kaum imigran, tapi keluarga kerajaan, karena mereka bakal menghabiskan pajak kita," tulis netizen.

Menurut Pusat Riset Ekonomi dan Riset (CEBR) ongkos membesarkan seorang anak hingga usia 21 tahun di Inggris adalah 232.000 poundsterling atau hampir Rp 4,5 miliar. Angka itu meningkat menjadi 245.000 poundsterling atau hampir Rp 5 miliar jika keluarga itu tinggal di London. Artinya, sebuah keluarga yang tinggal di London bisa menghabiskan biaya lebih dari 1 juta poundsterling atau lebih dari Rp 19 miliar untuk mengurus tiga orang anak.

Tunjangan Pangeran Charles

Sebagai bagian dari keluarga Kerajaan Inggris, Kate dan William  masih mendapatkan tunjangan dari Pangeran Charles. Kantor Pangeran Charles di Clarence House baru-baru ini mengeluarkan laporan keuangan tahunan. Dari laporan ini, ketahuan jika Pangeran Charles, menanggung sebagian besar biaya hidup kedua anaknya, Pangeran William dan Pangeran Harry, plus Kate Middleton.

Biaya hidup yang ditanggung itu termasuk gaji karyawan, biaya perjalanan dan pembelian baju-baju untuk kunjungan resmi atau penampilan resmi di depan publik. Total dana yang dikeluarkan untuk keperluan tersebut berkisar 4,6 juta dollar selama setahun. Kemudian Kate dan William juga sudah memiliki rumah peristirahatan di pedesaan, sementara di London mereka tak perlu menyewa apartemen atau membeli rumah karena sudah memiliki Istana Kensington.

Kenyataan ini sungguh menyakitkan, jika melihat warga London kebanyakan menghabiskan dana 472.000 poundsterling atau sekitar Rp 9 miliar untuk membeli sebuah rumah. Dengan kondisi seperti ini tak heran dalam beberapa generasi terakhir, keluarga-keluarga Inggris semakin sedikit dalam memiliki anak. Saat ini menurut data statistik nasional, perempuan Inggris rata-rata hanya memiliki 1,8 anak. Sementara pada 1960-an dalam era yang disebut "baby boom", hampir setiap keluarga memiliki tiga anak.

Riset CEBR pada 2014 menemukan bahwa sebanyak 21 persen orangtua di Inggris memilih menunda memiliki anak kedua karena terus meningkatnya biaya hidup. Sementara para orangtua milenial, mereka yang lahir pada 1980-an dan 1990-an, menghadapi sejumlah tantangan dalam hidup berkeluarga.

Beberapa tantangan itu termasuk penghasilan yang tak bertambah, harga rumah yang mahal, serta dukungan negara yang kurang untuk membina keluarga besar. Sejumlah kondisi ekonomi ini bisa memengaruhi keputusan mereka untuk memiliki lebih dari satu anak. Sehingga tak heran jika sebagian dari warga Inggris "iri" dengan kemewahan bisa mengurus tiga orang anak yang dimiliki Pangeran William dan Kate Middleton.

Kekayaan Kate Bertambah

Kate Middleton sendiri bukan berasal dari keluarga "miskin". Orangtua Kate Middleton memiliki perusahaan perencana pesta. Jumlah kekayaan keluarga Kate  adalah US$ 50 juta atau sekitar Rp 680 miliar. Kini kekayaan Kate pribadi diperkirakan US$ 10 juta (sekitar Rp 138 miliar).

Kekayaannya tersebut sebagian didapat dari pemasukan keluarga Middleton. Sang Putri Inggris itu pun sebelum menikah dengan Pangeran William pernah bekerja di perusahaan keluarganya dan bekerja paruh waktu menjadi fashion buyer.

Seperti dikutip dari The Richest, kekayaan ibu dari Pangeran George dan Putri Charlotte ini semakin bertambah setelah menjadi anggota keluarga kerajaan Inggris. Hal ini lantaran kehidupan Kate saat ini ditangguh oleh mertuanya Pangeran Charles. Saat ada kunjungan ke negara-negara biasanya seluruh biayanya akan ditanggung oleh pihak pengundang. Kate tidak mengeluarkan tabungannya sepeserpun untuk kegiatan kerajaan.

Seluruh kekayaan Kate yang diperkirakan senilai Rp 138 miliar itu dalam bentuk tunai. Kate diketahui tidak memiliki harta lain seperti properti ataupun barang seni. Sementara Pangeran William memiliki kekayaan sejumlah US$ 40 juta atau sekitar Rp 550 miliar. Setiap tahunnnya kekayaan Pangeran William bertambah karena berbagai investasi yang telah dilakukannya. Belum lagi harta warisan dari mendiang ibunya Putri Diana, selain tunjangan dari ayahnya.

Seperti dilaporkan The Richest, kekayaan Pangeran William dan Kate Middleton akan melonjak tajam ketika Pangeran Charles menjadi raja nanti.