Sudah Dua Kali Jokowi Bertemu PKS

Category: BERITA -> POLITIK | Posted date: 2018-05-07 23:09:32 | Updated date: 2018-05-16 03:27:50 | Posted by: Abdullah Alamudi


Ceknricek.com - Pemilihan presiden masih jauh, namun politik semakin dinamis. Diam-diam, Presiden Joko Widodo telah dua kali bertemu dengan Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Salim Sagaf Al-Jufri.



Ceknricek.com - Pemilihan presiden masih jauh, namun politik semakin dinamis. Diam-diam, Presiden Joko Widodo telah dua kali bertemu dengan Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Salim Sagaf Al-Jufri.

Kabar pertemuan ini muncul ke pernukaan justru diungkapkan Presiden Jokowi dalm acara Mata Najwa di Trans 7, Rabu (25/4) malam. Presiden Jokowi mengaku pernah bertemu dengan PKS secara tertutup.

Benarkah? Ketua DPP PKS, Al Muzzammil Yusuf, membenarkan pertemuan antara petinggi PKS dengan Presiden Jokowi sebanyak dua kali secara informal. Namun Al Muzzamil tidak menjelaskan waktu pertemuan itu berlangsung.

"Benar Presiden Jokowi bertemu dengan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri, kalau tidak salah pertemuan informal dua kali," kata Al Muzzammil di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (26/4).

Pertemuan itu, menurut Al Muzzamil, merupakan hal yang biasa karena Jokowi sebelumnya juga melakukan pertemuan dengan para petinggi partai politik termasuk Partai Gerindra.

Tetap Oposisi

Al Muzzamil mengatakan, pertemuan tersebut  membicarakan arah koalisi ke depan. Namun PKS menyatakan dalam posisi sebagai opisisi dan hal ini pun sudah dibicarakan dengan Gerindra.

"Kami menyatakan sejauh ini dalam posisi oposisi. Di dalam kabinet juga kami tetap tidak mau masuk sehingga ke depan kami mau bikin capres alternatif," ujarnya.

Menurut dia, Gerindra pun tahu sikap PKS yang terbuka dan membuka komunikasi dengan pihak lain, sehingga tidak ada dusta di antara keduanya. “Komitmen yang telah dibuat tetap berjalan,” ujarnya.

Dalam pertemuan dengan Jokowi itu, lanjut Al Muzzamil, Ketua Dewan Syuro PKS menegaskan, bahwa posisi PKS saat ini sebagai oposisi bersifat kritis konstruktif, yang baik disampaikan, yang kurang baik dikritisi.

"Kami tegaskan saat ini sedang merancang presiden alternatif untuk sehatnya demokrasi, karena Gerindra tanpa PKS tidak bisa dan sebaliknya juga begitu, sementara yang lain belum firm," katanya.

Al Muzzammil menilai politik sebelum Pilpres masih sangat dinamis karena itu PKS tetap membuka dialog dengan semua pihak. Menurut dia, PKS hanya berharap Gerindra memiliki komitmen yang sama agar capres alternatif bisa terwujud di Pilpres 2019.

 

Sumber : Antara