Kebakaran Sumur Minyak Timbulkan Masalah Sosial Baru

Category: NEWS -> SOSIAL BUDAYA | Posted date: 2018-05-07 23:18:09 | Updated date: 2018-05-17 02:43:25 | Posted by: Rihat Wiranto


Ceknricek.com - Akibat sumur yang terbakar, masalah menjadi melebar. Pasalnya, tak hanya masalah kesulitan memadamkan api yang menyembur tapi juga masalah sosial pun timbul.



Ceknricek.com - Akibat sumur yang terbakar, masalah menjadi melebar. Pasalnya, tak hanya masalah kesulitan memadamkan api yang  menyembur tapi juga masalah sosial pun timbul.

Buntut dari kebakaran itu, 20 kepala keluarga terpaksa mengungsi dari sekitar sumur minyak ilegal yang meledak di Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Rabu dini hari (25/4).

Warga  pada radius 200 meter harus mengungsi karena bisa tersembur api dari sumur minyak yang meledak itu. Semburan api dari sumur minyak yang tingginya sekitar 70 meter itu tidak bisa dipadamkan. Petugas pemadam hanya menyiram dua rumah yang ludes terbakar.

Humas Pertamina EP Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Pandi menyatakan, sumur minyak yang menyeburkan api itu tidak mungkin ditutup karena di sekitarnya ada sumur minyak dan gas lainnya.

"Kalau sumur tersebut dipaksa ditutup, dikhawatirkan akan keluar dari sumur lainnya karena di sekitarnya masih ada sumur minyak yang tidak terbakar," kata Pandi.

Dia menyatakan semburan api akan  dibiarkan sampai padam sendiri, setelah minyak dan gasnya habis. Oleh karena itu, warga yang berada pada radius 200 meter dari sumur harus mengungsi, kata dia.

Di sekitar sumur yang meledak terdapat banyak rumah karena sumur minyak ini memang berada di lahan milik penduduk. Bertambah menjadi 19 orang, dengan korban luka bakar yang masih dirawat 40 orang.

Korban meningkat

Sejauh ini 19 orang tewas dalam insiden itu setelah pada kemarin malam Muhammad Razi meninggal dunia ketika dalam perjalanan ke rumah sakit di Medan.

"Razi, warga Gampong (Desa) Alue Dua meninggal dunia saat sedang dalam perjalanan. Beliau hendak kita rujuk ke Rumah Sakit Adam Malik di Medan, Sumatera Utara," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh Teuku Ahmad Dadek.

Almarhum merupakan salah satu korban yang sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Sultan Abdul Aziz di Peureulak, Aceh Timur, akibat menderita luka bakar yang cukup serius di sekujur tubuhnya. Rumah Sakit Sultan Abdul Aziz sebelumnya merawat 19 orang dari total 41 korban luka yang dirawat di tiga rumah sakit.