Pulau Selayar Segera Jadi Destinasi Wisata Swaenergi Pertama

Category: NEWS -> SOSIAL BUDAYA | Posted date: 2018-05-07 23:32:41 | Updated date: 2018-05-17 01:46:28 | Posted by: Asro Rokan


Ceknricek.com - PULAU Selayar, Sulawesi Selatan, November 2018, akan berubah. Pulau dengan pantai yang indah dan menjadi destinasi wisatawan ini, akan diterangi listrik tenaga surya. Ini pertama di Indonesia. Untuk merealisasikan rencana besar ini, Awing



Ceknricek.com - PULAU Selayar, Sulawesi Selatan, November 2018, akan berubah. Pulau dengan pantai yang indah dan menjadi destinasi wisatawan ini, akan diterangi listrik tenaga surya. Ini pertama di Indonesia.

Untuk merealisasikan rencana besar ini, Awing Group Jepang dan Bintang Group Jakarta, menggandeng Scatec Solar Norwegia. Kesepakatan ditandatangani Maret 2018 lalu. Konsorsium proyek, yang diberi nama Selayar Surya Optima, ini segera membangun pembangkit listrik tenaga surya di pulau tersebut, sebesar 3 MW. Konsorsium ini telah bertemu dan mendapat dukungan Bupati Pulau Selayar, PLN Selayar, pemilik lahan, dan DPRD Kabupaten Selayar.

“Pulau Selayar akan menjadi destinasi wisata swaenergi pertama di Indonesia,” kata Fikar Rizky Mohammad, Komisaris Utama Proyek Selayar Surya Optima, itu dalam keterangan pers dari Jepang, yang diterima di Jakarta, Rabu (2/5).

Pulau Selayar merupakan pulau yang terpisah dari daratan Sulawesi Selatan. Pulau ini dikenal memiliki pasir putih, ombak, dan hutan. Di sini juga ada tempat untuk snorkeling dan diving.

PLTS Selayar ini merupakan proyek perdana konsorsium. Rencananya, konsorsium perusahaan yang berasal dari tiga negara itu akan membangun sedikitnya 100 MW di Indonesia. CEO Scatec Solar Norwegia, Jan Eide, antusias mengenai rencana ini.

Scatec Solar merupakan perusahaan besar di Norwegia. Berkantor pusat di Oslo, perusahaan yang memiliki cabang di sejumlah negara Eropa, Amerika Serikat, Afrika, dan Asia ini, bergerak dalam pembangunan, pengembangan, dan rekayasa tenaga surya dengan sistem fotovoltaik, yang menyerap dan mengkonversi sinar matahari menjadi listrik. Perusahaan pengembang energi terbarukan ini salah satu yang paling maju di dunia.

Fikar bertemu Jan Eide pada Februari lalu di Oslo, Norwegia. Keduanya berdiskusi dan merancang kerja sama untuk menyelamatkan bumi. “Semangat kami dan Scatec adalah untuk menyelamatkan bumi, mengingat Indonesia punya peran besar dalam menyelamatkan masa depan bumi, karena posisi geografisnya,” kata Fikar.

Menurut Fikar, Indonesia merupakan negara penghasil emisi karbon terbesar nomor delapan di dunia, sebesar 1 giga ton CO2, dan naik 19 ranking sejak tahun 1850. Indonesia sendiri mempunyai potensi energi surya 207,8 GW, tapi baru terpakai 0,09 GW atau 0,02%. Sedangkan dengan memaksimalkan semua potensi energi surya, maka bisa menurunkan emisi CO2 sebesar 0,3 giga ton CO2 atau 1/3 dari target penurunan emisi.

Energi surya, lanjut Fikar, mempunyai peranan yang signifikan untuk menurunkan emisi CO2, yang telah menyebabkan terjadinya perubahan iklim seperti cuaca ekstrim, dan suhu air laut naik. “ Ini akhirnya berpengaruh kepada krisis pangan, karena perubahan pola pertanian, perkebunan, dan menurunnya populasi ikan,” ujar Fikar, 29 tahun, yang terus mengkampanyekan pentingnya penggunaan tenaga surya di Indonesia.

Februari lalu, PT Bintang Angkasa Berjaya yang dipimpin Fikar, menggandeng A-Wing Group Jepang untuk membangun pembangkit tenaga listrik melalui energi ramah lingkungan, seperti biomassa, surya, limbah organik, air, dan angin. Mereka berencana membangun sejumlah pedesaan di Papua dan beberapa daerah lain. A-Wing Jepang bergerak dalam bidang energi terbarukan.