Nonoy Kurniati : Pemilik Kontrakan yang ditempati Ibu Korban Tragedi Monas

Category: BERITA -> POLITIK | Posted date: 2018-05-07 23:38:34 | Updated date: 2018-05-16 04:20:26 | Posted by:


Ceknricek.com - Komariyah alias Kokom ibunda korban Rizky sudah 8 bulan ngontrak ditempat Nonoy Kurniati (69). Ia menempati kamar sempit beraam suami dan 4 anaknya, persis di belakang rumah NoNoy. Namun sejak 3 bulan lalu suaminya meninggal dunia terkena



Ceknricek.com - Komariyah alias Kokom ibunda korban Rizky sudah 8 bulan ngontrak ditempat Nonoy Kurniati (69). Ia menempati kamar sempit beraam suami dan 4 anaknya, persis di belakang rumah NoNoy. Namun sejak 3 bulan lalu suaminya meninggal dunia terkena tumor paru paru.

Sepeninggal sang suami,Kokom mengandalkan dua anaknya yang sudah bekerja. Ia membayar kontrakan 700 ribu tiap bulan. "Tadinya 800 ribu. Tapi karena sudah tidak punya suami ibu turunin jadi 700 ribu,"ujar Nonoy saat ditemui Rabu (2/5) dikediamannya Pademangan RT 12 RW XIII Jakarta Utara.

Saat kejadian Nonoy sedang dirawat di rumah sakit. Ia tidak tahu informasi meninggalnya Rizky. Hanya saja,seorang pembesuk memberitahu jika anak kokom kegencet massa di monas.

(Baca : Polisi Bentuk Tim Gabungan Tragedi Monas)

"Terus pingsan dan sedang dirawat di rumah sakit Tarakan. Paginya datang lagi orang yang besuk dan bilang Rizky sudah meninggal,"kata Kokom.

Jenazah Rizky kemudian langsung disemayamkan di mesjid terdekat,karena kontrakannya terlalu kecil. Rizky dimakamkan dekat makam ayahnya di Bogor, Jawa Barat.

Kokom sendiri berasal dari Tangerang.Tiap hari hanya mengurus anak-anaknya. Namun pas kejadian, Kokom dan anaknya memang berangkat ke Monas.

"Yang ngasih kupon siapa ibu nggak tahu. Sekarang lagi di cari,"kata Nonoy.

Kupon makan dan cembalo gratis saat acara Untukmu Indonesia di kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (28/4/18).(Foto : Ariful H/Tabloid C&R.

Menurut Nonoy,Kokom memang selalu bersemangat setiap kali ada pembagian sembako gratis. Beberapa tetangga Nonoy juga mendapat jatah kupon. Tapi semua tanpa sepengetahuan RT setempat.

(Baca : Tragedi Monas, Rizki Kejang-kejang Namun Tidak Ada Panitia Membantu)

Setelah Rizky meningeal, Kokom cerita kalau anaknya habis dari Monas. Dalam pandangan Nonoy, Kokom orang baik dan supel bergaul. Juga mau bermasyarakat.

"Karena temannya banyak makanya dia sering dapat kupon-kupon begitu,"kata Nonoy.

Kupon pengobatan gratis saat acara Untukmu Indonesia di kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (28/4/18).(Foto : Ariful H/Tabloid C&R.[/caption]

Anak bungsu Kokom itu memang termasuk anak berkebutuhan khusus. Tapi secara fisik Rizky seta. Nonoy sering melihatnya main tanpa baju.

"Tahan angin anaknya,"kata Nonoy.

Sejak kontrakan Kokom ramai didatangi wartawan dan orang orang yang memberi bantuan, Nonoy blm tahu apakah Kokom akan terus tinggal di kontrakan miliknya atau tidak.

"Ya sekarang ibu biarkan dulu supaya tenang. Warga sini juga berinisiatif ngadain tahlilan tiga hari di masjid.Semoga nggak ada lagi kejadian seperti ini,"pungkas Nonoy.