Direksi Garuda Bersedia Duduk Bersama dengan Karyawan

Category: BERITA -> EKONOMI & BISNIS | Posted date: 2018-05-07 23:47:02 | Updated date: 2018-05-10 09:08:11 | Posted by: Rihat Wiranto


Ceknricek.com - Ancaman mogok para pekerja Garuda mendapat perhatian langsung dari direksi. Kamis, 3 Mei 2018, Direktur Utama Garuda Pahala Mansury mengadakan konfrensi pers untuk menjelaskan pertanyaan publik tentang kinerja Garuda. Penjelasan direksi m



Ceknricek.com - Ancaman mogok para pekerja Garuda mendapat perhatian langsung dari direksi.  Kamis, 3 Mei 2018, Direktur Utama Garuda Pahala Mansury mengadakan konfrensi pers untuk menjelaskan pertanyaan publik tentang kinerja Garuda. Penjelasan direksi menjadi penting untuk menjawab berbagai penilaian karyawan yang menyimpulkan kinerja Garuda sedang merosot. Konfrensi pers berlangsung  di Gedung Garuda Indonesia, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (3/5/2018) sore.

 Direktur Utama Garuda Pahala Mansury  saat melakukan konfrensi pers, di Gedung Garuda Indonesia, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (3/5/2018) sore.(Foto: Faisal Hidayat/Ceknricek.com)

Pahala menyatakan bahwa ancaman mogok tentu menjadi perhatian direksi. Tapi manajemen bersikap tenang. “Jadi yang pertama tentunya adalah fokus untuk menjalankan kegiatan operasional,” katanya kepada media termasuk ceknricek.com. Dia menekankan bawa semua kegiatan operasional berjalan dengan baik.

(Baca : Pilot Garuda Belum Puas Hasil RUPS)

Dia menjelaskan, on time performance (OTP)  semakin baik pula. “Customer experience Garuda semakin baik. Semua indikator keuangan menunjukkan adanya perbaikan dari tahun sebelumnya,” ujarnya tenang. “Kita berharap fokus untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Karena airlines fungsinya memberi pelayanan kepada masyarakat. Kita harus pastikan pelayanan masyarakat berjalan sebaik mungkin agar customer merasa dilayani dengan baik. Mudah-mudahan kita terus melakukan perbaikan kinerja perusahaan,” ujarnya.

 Press Release / Siaran Pers saat konfrensi pers Direksi Garuda Indonesia, di Gedung Garuda Indonesia, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (3/5/2018) sore.(Foto: Faisal Hidayat/Ceknricek.com)

Terkait usulan penggantian direksi, ia menganggap itu bukan urusan manajemen. “Ini di luar wewenang kami. Pihak yang  berwenang adalah Kementerian BUMN sebagai pemegang saham mayoritas. Kami tidak akan berkomunikasi dengan pihak BUMN soal ini karena bukan wewenang kami.”

Terhadap para karyawan yang mengancam mogok, manajemen memilih untuk berdialog. “Pasti kita komunikasi, duduk bareng. Kita buka komunikasi dengan Serikat Karyawan, sudah pasti,” ujar dia sembari tetap berharap adanya solusi terbaik terhadap masalah yang ada.

Dia mengharapkan kesetiaan para karyawan  Garuda. “Kami ingin memastikan semua pihak dalam perusahaan ini untuk menjalankan tugasnya,” katanya lebih lanjut.

Pada konfrensi pers tersebut,  direksi menyampaikan keberhasilan Garuda pada tiga bulan pertama 2018. “Pendapatan operasional meningkat 7,9 persen dibandingkan periode yang sama pada 2017,” ujar Pahala. Pendapatan operasional tiga bulan pertama 2018 mencapai USD 983 juta.

“Pertumbuhan itu dihasilkan berkat program efisiensi, peningkatan jumlah penumpang, peningkatan angkutan kargo, peningkatan utilisasi pesawat serta peningkatan kinerja perusahaan.”

(Baca Juga : Garuda, Bayar Utang Tarik Utang)

Pada periode yang sama, Garuda mengangkut 8,8 juta orang atau meningkat 5 persen. Angkutan kargo juga naik 3,2 persen menjadi 111,9 ribu ton. On time performance naik dari 86,5 persen menjadi 88,8 persen. Sementara keterisian penumpang 71,4 persen. Penggunaan pesawat naik dari 9,19 jam menjadi 9,41 jam.

Berbagai keberhasilan tersebut menjadi informasi penyeimbang  atas pernyataan serikat pekerja Garuda yang menyatakan  perusahaan mengalami penurunan kinerja. Seperti dimuat ceknricek.com sebelumnya, karyawan mengkritik kinerja Garuda yang anjlok dan jumlah direksi yang terlalu banyak.

(Baca : Garuda, Ancaman Mogok Setelah RUPS)