Sulit Diprediksi, Pemilu Malaysia Dimulai

Category: BERITA -> INTERNASIONAL | Posted date: 2018-05-08 00:06:39 | Updated date: 2018-05-19 03:00:53 | Posted by: Asro Rokan


Ceknricek.com - Pemilihan Umum Raya (PRU) ke-14 Malysia dimulai. Hari ini (Sabtu,28/4). Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, yang berupaya mempertahankan kekuasaannya, menyerahkan formulir pencalonan di Dewan Konvesyen Sultan Haji Ahmad Shah, Pahang. Sed



Ceknricek.com - Pemilihan Umum Raya (PRU) ke-14 Malysia dimulai. Hari ini (Sabtu,28/4). Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, yang berupaya mempertahankan kekuasaannya, menyerahkan formulir pencalonan di Dewan Konvesyen Sultan Haji Ahmad Shah, Pahang. Sedangkan penantangnya, Mahathir Mohammad mendaftarkan diri di Lengkawi.

PM Najib didukung koalisi Barisan Nasional (BN), yang dimotori partai Melayu, UMNO (United Malays National Organization). UMNO telah berkuasa dan tidak pernah terputus sejak Perdana Menteri pertama, Tunku Abdu Rahman 1957.

[caption id="attachment_2375" align="aligncenter" width="500"] Perdana Menteri Malaysia Najib Razak/foto:AFP[/caption]

Didampingi istrinya, Rosmah Mansur, PM Najib — Ketua koalisi BN — yang mengenakan baju tradisional Melayu berwarna biru, diarak para ketua-ketua partai dan pendukungnya dari Gedung UMNO Pekan menuju Pusat Antara melaporkan, pendaftaran calon yang berjarak sekitar 300 meter. Najib memilih Pekan, Pahang, sebagai tempat pendaftaran. Pada 1976 lalu, Najib pertama sekali terpilih ke parlemen setelah menang di kota ini.

Penantang Najib, Mahathir Mohammad mendaftar di Lengakawi. Mantan Perdana Menteri yang kini berusia 92 tahun itu dan berkuasa selama 22 tahun sejak 1981, diantar para pendukungnya. Mahathir mengenakan pakaian tradisional Melayu berwarna merah.

[caption id="attachment_2374" align="aligncenter" width="500"] Mahathir  Mohammad/foto:AFP[/caption]

Mahathir berpasangan dengan istri Anwar Ibrahim, Wan Azizah Wan Ismail. Mereka diusung koalisi partai pembangkang (oposisi), Pakatan Harapan (PH). Koalisi ini dipimpin Partai Keadilan Rakyat (PKR) yang didirikan Anwar Ibrahim, yang kini masih diperjara karena kasus sodomi. 

Pada 1999 lalu, saat sebagai perdana menteri, Mahathir memanjarakan Anwar Ibrahim yang ketika itu sebagi wakil perdana menteri. Kepada berbagai media, Januarii lalu, Mahathir berjanji akan membebaskan Anwar dan mempersiapkan Anwar sebagai perdana menteri, jika koalisi ini menang.

Pemilihan raya yang puncaknya pada 9 Mei 2018 ini, disebut-sebut sebagai pemilihan yang paling sulit dan menantang. Ini karena muncunya Mahathir Mohammad yang kharismatik. Mahathir mengusung isu korupsi, tenaga kerja asing, juga harga-harga makanan yang semakin mahal. Sedangkan BN tampil dengan kesuksesan Malaysia, termasuk infrastruktur, selama dipimpin Najib.

Pengamat politik yang juga wartawan senior Malaysia, Tan Sri Johan Jaaffar kepada ceknricek.com, Sabtu, mengatakan pemilihan raya kali inii paling sulit diprediksi. “Pilihan raya saat ini merupakan yang paling sukar diduga dalam sejarah Malaysia. Ini tantangan terbesar Barisan Nasional,”  kata Johan Jaaffar.