Pelaku Pencurian Di Cabin Garuda Petugas Cleaning Service

Category: BERITA -> EKONOMI & BISNIS | Posted date: 2018-05-08 00:23:16 | Updated date: 2018-05-07 14:58:43 | Posted by:


Ceknricek.com - Pelaku pencurian uang Ardhan Rhamanov Negara (14 tahun) di cabin pesawat Garuda GA 717, Sabtu (28) pagi lalu adalah supervisor cleaning service Gapura Angkasa. Itu Perusahaan anak Garuda Indonesia yang menangani ground handling di Termina



Ceknricek.com - Pelaku pencurian uang Ardhan Rhamanov Negara  (14 tahun) di cabin pesawat Garuda GA 717, Sabtu (28) pagi lalu adalah supervisor cleaning service Gapura Angkasa. Itu Perusahaan anak Garuda Indonesia yang menangani ground handling di Terminal 3 Badara Soekarno - Hatta, Cengkareng, Banten.

Nurtanti Mochtar Sainan, ibunda Ardhan mengungkapkan itu Senin (30/4) pagi kepada wartawan ceknricek.com. Ihwal itu ia ketahui dari Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia, Hengki Heriandono. Minggu (29/4) pagi Hengki menghubungi Nurtanti.

Mengabarkan keberhasilan timnya mengungkap kasus pencurian uang Ardhan di kabin pesawat. Semua uang Ardhan yang sudah ketemu akan diantar ke rumah Nurtanti Senin (30/4) sore. Itu bagian dari servise Garuda penumpang.

“Sebenarnya sedih juga ketika Pak Hengki bilang pelaku itu sudah dipecat,” papar Tanti.

Seperti diberitakan Ceknricek.com Sabtu (28/4), siang, Ardhan bersama ayah bundanya menumpang pesawat Garuda GA 717 dari liburan 5 hari di Melbourne. Tiba di Jakarta Sabtu pukul 10.30 WIB.

Pelajar kelas delapan di Labschool itu kehilangan uang di cabin pesawat. Jumlahnya sekitar Rp. 13 juta ( bukan 15 juta seperti ditulis sebelumnya).

Terdiri dari 9 lembar pecahan USD 100 dan sepuluh lembar pecahan Rp. 100 ribu. Uang itu hilang dari dompet yang ditaruh dalam tas slempang. Tas itu diletakkan di kaki kursi no 33 A, tempat duduknya.

Tas ketinggalan

Kasus ini bermula setelah Ardhan baru menyadari tas slempangnya ketinggalan di pesawat. Itu terjadi setelah ia keluar dan tiba di area penjemputan Terminal 3 Bandara Soetta. Sekitar 20 menit setelah meninggalkan pesawat.

Bersama ibunya, Nurtanti Mochtar Sainan, Ardhan melaporkan kejadian itu kepada bagian Lost & Found Garuda di Bandara. Laporannya diterima oleh Fanny Penturi, staf di bagian itu. Selanjutnya Fanny meneruskan laporan ke bagian sekuriti Angkasa Pura 2.

Bagian sekuriti menugaskan Ayanto untuk mencari ke pesawat. Dalam waktu 20 menit, tas slempang ditemukan dalam pesawat. Setelah  diperiksa sebelum timbang terima, ternyata uang di dompet dalam tas itu sudah raib. Di dompet tersisa tinggal uang receh dollar AS maupun rupiah.

“Saya ketemu tas slempang itu di kolong kursi 33 A yang diduduki Ardhan dalam keadaan tertutup selimut”, cerita Ayanto kepada ceknricek.com yang menghubungi pertelepon Sabtu (28/4) siang.

Nurtanti heran soal selimut itu. Dia yakin betul selimut tidak ada di kursi Ardhan. “Begitu mau mendarat saya kumpulkan selimut dan menaruhnya di kursi seberang,” ungkap Tanti.

Ardhan duduk di kursi bagian jendela pesawat.
 Nurtanti  menepis dugaan tas digerayangi penumpang lain, selama dalam penerbangan.

“Tidak mungkin. Ardhan tidak pernah ke toilet sepanjang 7 jam penerbangan. Kedua, tas itu ditaruh di kaki kursi ditindih kakinya. Ketiga, kalau saya ke toilet, ayah Ardhan tetap dikursinya".

Petugas cleaning service

Menurut penuturan Ayanto pada waktu memasuki pesawat mencari tas dia bersamprokan dengan dengan dua supervisor cleaning service. Dia terus terang menaruh curiga kepada dua petugas itu karena beberapa faktor.

Petugas itu belum waktunya masuk pesawat. Jadwal masuk pesawat cleaning service setelah petugas  pengumpul selimut — juga dari Gapura — selesai kerja.

“Waktu saya tanya, kedua orang itu bilang dia buru-buru masuk pesawat karena ada tugas lainya yang mendesak menunggu,” ungkap Ayanto.

Handphone keduanya ketika dihubungi kemudian, sama-sama tidak menyahut. “Siang ini juga kami akan hubungi ke rumahnya,” janji Ayanto.

Kecurigaan Aryanto terhadap petugas cleaning service terbukti, benar. Tidak sampai duapuluh empat jam setelah peristiwa terjadi.

Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Hengki Heriandono yang dihubungi Sabtu (28/4) siang sudah menjanjikan segera melakukan investigasi atas kehilangan uang Ardhan dalam pesawat.

“Kami sudah minta semua petugas terkait turun tangan menangani kasus ini,” janji Hengki.

Hengki terbukti memenuhi janjinya. Timnya berhasil menyingkap pelaku pencurian uang Ardhan Minggu ( 29/4) pagi.

“Kami periksa banyak orang. Bukan cuma petugas cleaning service. Dari sejak laporan masuk hingga selesai tadi pagi, “ papar Hengki Minggu (29/4) ketika dikonfirmasi.

Namun, Hengki tak bersedia menyebut identitas pelaku. Begitu juga dengan proses pemeriksaan sampai dua karyawan cleaning service itu mengaku.

“Yang penting pelakunya sudah ketemu. Uang yang diambil masih utuh. Jumlahnya klop dengan jumlah uang Ardhan yang dilaporkan dicuri,” kata Hengki.

Mungkin Hengki belum menyadari publik perlu mengetahui detil peristiwa. Sejalan dengan imbauannya untuk meminta penumpang selalu waspada.

Modus operandi pelaku yang dalam kronologi peristiwa memang mudah dibaca. Mereka hendak menutupi perbuatannya dengan menutupi selimut tas Ardhan setelah mereka gerayangi.

Modus itu jelas bertujuan mengalihkan kecurigaan pada rekannya yang bertugas mengumpul selimut.

Dengan kronologi peristiwa seperti itu imbauan Henki makin relevan. Dia meminta semua penumpang menjaga barang bawaannya jangan sampai tertinggal di pesawat, di bus, atau di mana pun. Setuju.