Filosofi Lagu Slank “No Political Asian Dance”

Category: ENTERTAINMENT -> FILM & MUSIK | Posted date: 2018-05-08 00:32:24 | Updated date: 2018-05-17 00:27:27 | Posted by: Raynaldi Wahyu


Ceknricek.com - Grup musik Slank turut andil dalam memeriahkan Asian Games 2018. Mereka menciptakan lagu anthem berjudul ‘Non Political Asian Dance’ untuk perhelatan empat tahunan itu. Band ini menggandeng DJ lokal kenamaan, yaitu Dipha Barus.



Ceknricek.com - Grup musik Slank turut andil dalam memeriahkan Asian Games 2018. Mereka menciptakan lagu anthem berjudul ‘Non Political Asian Dance’ untuk perhelatan empat tahunan itu. Band ini menggandeng DJ lokal kenamaan, yaitu Dipha Barus.

Lagu ‘Non Political Asian Dance’ akan sering digaungkan selama Asian Games 2018. Juga didengarkan oleh seluruh negara yang berpartisipasi pada Pesta Olahraga Musim Panas Asia, yang diikuti oleh 45 negara.

Ada filosofi di balik lagu tersebut mengapa menyebut kata politik. Di tengah panasnya musim politik yang sudah mulai terjadi dan sampai pemilihan legislatif dan pemilihan presiden nantinya, Slank ingin masyarakat sejenak melupakan politik. Untuk bersama-sama berpesta serta mendukung tim nasional dari berbagai bidang olahraga. Pun halnya dengan negara lain yang ikut bertanding.

“Ini lagu untuk Asian Games kan olahraga penuh sportivitas, yang bisa menyatukan bangsa-bangsa seluruh Asia. Semoga melupakan seluruh politik tapi bisa bertanding dengan persahabatan,” ucap Bimbim kepada wartawan, termasuk ceknricek.com, di Jakarta (2/5/2018).

Dipha Barus yang mendapat kepercayaan penuh dari Slank untuk mengaransemen musik ‘‘Non Political Asian Dance’, karena porsi lirik sudah ditangani oleh band yang terbentuk pada akhir tahun 1983 itu. Supaya lagu itu kental dengan gaya Slank dan dirinya, sekaligus mengenalkan musik khas Indonesia, yaitu dangdut ke kancah dunia, Dipha punya kiat tersendiri.

“Terus gue diminta gimana caranya supaya ini tuh bisa buat orang joget, tapi bisa juga dibawain Slank terus kalau konser di mana-mana. Jadi gue eksplorasi musiknya lebih jauh lagi. Gue iseng nyampurin antara rock n roll, dangdut, sama Baile funk-nya Brasil. Kalau anthem sepak bolanya Brasil kan Baile funk nah gue coba riset-riset aja gue gabungin deh,” kata Dipha.

Pembuktian kepada Dunia

Kaka (vokal),Abdee dan Ridho (gitar), Ivanka (bass), dan Bimbim (drum) bangga bisa ikut berpartisipasi lewat karya pada Asian Games 2018. Slank berjanji akan menduniakan lagu tersebut, agar tidak hanya terdengar di Jakarta maupun Palembang saja, tempat Asian Games 2018 diselenggarakan.

“Kita bangga ada Asian Games balik ke Indonesia. Jadi ikut meramaikan dengan bikin lagu ini. Kita akan viralkan Asian Dance,” ujar Bimbim usai penggarapan video klip lagu ‘Non Political Asian Dance’ di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat.

Selain itu, bagi Slank, ajang Asian Games 2018 ini dirasa tepat sebagai ajang pembuktian Indonesia kepada dunia. Baik itu dalam bidang olahraga, kebudayaan, maupun sikap masyarakat Tanah Air yang selama ini dikenal ramah dan murah senyum.

Pelantun lagu ‘Terlalu Manis’ ini berharap agar warga asing mengenal Indonesia, tidak hanya Pulau Dewata, Bali saja, tapi daerah lainnya. Sebab masih banyak wilayah Nusantara yang tak kalah indah dengan keberagaman adat maupun suku. “Asian Games ini kan panggung Indonesia di mata dunia. Kita perlihatkan ke mereka, Indonesia seperti apa,” kata Abdee.

Dengan begitu, Slank berharap agar seluruh masyarakat turut memiliki rasa bangga, karena Asian Games 2018 diselenggarakan di negeri tercinta mereka. Lantaran perhelatan edisi ke-18 ini milik bersama, bukan hanya petinggi-petinggi negara saja.

Setiap anggota Slank menjagokan tim berbeda-beda dari setiap bidang yang dipertandingkan nantinya. Mulai dari sepak bola sampai pencak silat, yang memang bela diri asal Indonesia. Dengan harapan Indonesia bisa memboyong gelar juara pada Asian Games 2018 mendatang.

“Atletik deh,” tutur Kaka.

“Gue mencoba hapus kutukan PSSI dengan menggetarkan gawang GBK, semoga PSSI masuk final,” harap Bimbim.

“Jagokan sepak bola, tapi bulu tangkis juga Indonesia terakhir kan semi final di Asian Games. Mudah-mudahan sekarang bisa finalis,” timpal Ridho.

“Kalau gue pencak silat. Soalnya jangan sampai olahraga yang asalnya dari kita pialanya dibawa sama orang luar,” sahut Abdee.

“Semuanya menjagokan Indonesia harus juara satu. Semua bangunan dibikin baru masa Indonesia juara buntut. Gedung baru harus semangat baru,” tutup Ivanka penuh semangat. (Ray)