Avengers: Infinity War, Pergulatan Penuh Misteri

Category: ENTERTAINMENT -> FILM & MUSIK | Posted date: 2018-05-08 01:22:00 | Updated date: 2018-05-17 00:27:15 | Posted by: Rihat Wiranto


Avengers: Infinity War, Pergulatan Penuh Misteri



Ceknricek.com – Film super hero yang mengandalkan aksi pertarungan di “Si Jahat dan Si Baik” selalu membuat penasaran penonton. Tak terkecuali dengan film Avengers: Infinity War yang akan tayang perdana mulai 25 April di bioskop-bioskop di Indonesia. Bahkan trailer film ini sudah ditengok jutaan orang saking penasarannya. Trailer Avengers: Infinity War yang pertama telah dilihat sebanyak 169 juta kali di YouTube dan trailer kedua  ditonton sekitar 62 juta kali. Trailer tersebut antara lain menyuguhkan para anggota The Guardian of Galaxy bertemu dengan para Avengers untuk mengumumkan kedatangan Thanos ke bumi.

Penonton di Indonesia cukup beruntung bisa menonton film ini dua hari lebih cepat dari waktu perilisan di Amerika Serikat, yaitu pada 27 April 2018. Film juga akan tayang lebih dulu di Australia, Belgia, Belanda, Italia, Prancis, Hong Kong, Korea Selatan, Thailand, Malaysia dan Singapura. 

Marvel Studios mengandalkan kehebatan duet sutradara Joe dan Anthony Russo dan pasangan penulis  Stephen McFeely dan Christopher Markus untuk menggarap film ini. Keempat pria itu sudah terbukti menjadi pasangan yang sukses menghasilkan film top sejak awal.  Mereka pertama kali bekerja sama untuk menjalin cerita di film Captain America: The Winter Soldier. Film garapan lainnya adalah Captain America: Civil War.  Mereka juga terbukti  sukses menulis skrip film Captain America: The First Avenger yang juga laris. Dengan rekam jejak mentereng itu, Marvel Studios tidak bisa pindah ke lain hati untuk menangani cerita The Avengers: Infinity War tersebut.

Avenger: Infinity War dirancang untuk menjadi film jor-joran. Bayangkan, semua tokoh yang pernah muncul dalam super hero Marvel ramai-ramai beraksi di layar. Jadi jangan bingung, saat menonton Avengers: Infinity War, sebanyak 20 pahlawan super keluar masuk di layar memamerkan kekuatan masing-masing. Semua jagoan muncul di medan pertarungan seperti  Captain America, Spider-Man, Iron Man, Black Widow, Black Panther, dan The Guardians of the Galaxy.

Film ini menyatukan Avengers dan Guardians of the Galaxy di layar untuk pertama kalinya, dan selanjutnya menjalin berbagai karakter baru, seperti Doctor Strange dan Spider-Man  ke dalam Marvel Universe. Film juga menampilkan penjahat super Thanos.

“Thanos adalah karakter yang sangat menarik karena agendanya adalah untuk menyelamatkan alam semesta dengan menghancurkan alam semesta,” kata Tom Holland, yang memerankan Spider-Man. “Ini sesuatu yang belum kita lihat sebelumnya.”

“Kami belum pernah melihat kombinasi karakter yang tepat ini,” kata Paul Dergarabedian, analis media senior di comScore. Menurut dia,  film ini paling banyak dibicarakan kedua sepanjang masa, di bawah Captain America: Civil War, menurut alat analitik PreAct dari comScore.

Cerita Rahasia

Uniknya, tidak ada satu aktor pun yang tahu jalan cerita film ini secara keseluruhan. Saat pengambilan gambar, sebagian besar aktor diberi skrip hanya untuk adegan yang mereka peragakan.  Ada sebagian pemain film yang diberi skrip lengkap, tapi mereka akan kecele karena jalan ceritanya ternyata palsu. Para pemain tidak akan melihat produk jadi sampai di tayangan perdana. Ini adalah cara sutradara untuk  menghindari spoiler, si tukang cerita yang menganggu Anda saat menonton. Intinya, tak ada cerita yang bocor, dan hanya orang yang menonton film yang paham ceritanya.

“Saya suka itu,” kata Benedict Cumberbatch yang memerankan Dr. Strange dikutip dari Reuters. “Saya suka bahwa kita akan duduk dan menjadi penonton kita sendiri. Saya benar-benar bersemangat. ”

Analis mengatakan film itu mungkin akan memecahkan rekor pembukaan box-office Amerika Utara senilai 248 juta dolar pada tahun 2015 oleh Star Wars: The Force Awakens. Barton Crockett, analis industri media di B. Riley FBR meramalkan film tersebut akan menggaet jumlah penonton terbesar pada awal tahun ini.

Film ini mungkin juga akan menjadi kesempatan terakhir penonton untuk melihat pahlawan favorit mereka di layar lebar. Banyak pemeran di Marvel berada di akhir kontrak mereka yang menimbulkan spekulasi bahwa penulis naskah sengaja membunuh beberapa karakter utama. Hilangnya Chris Evans sebagai Kapten Amerika atau Robert Downey Jr. sebagai Iron Man menimbulkan pertanyaan tentang masa depan tokoh ini. Tapi, seperti dunia kreativitas apapun, para tokoh yang sudah sirna bisa nongol lagi asal ada cerita yang oke buat penonton.

Sutradara sekaligus produser James Cameron adalah salah satu sineas yang memberi komentar negatif  film tersebut. Menurutnya, film Avengers: Infinity Wars bisa jadi bumerang bagi Marvel Cinematic Universe. “Saya berharap publik akan mulai bosan dengan Avengers,” kata Cameron ketika mempromosikan serial dokumenter terbaru, AMC Visionaries: James Cameron’s Story of Science Fiction, beberapa waktu lalu.

“Bukan berarti saya tidak menyukai film tersebut. Hanya saja, ayolah, ada kisah lain untuk diceritakan selain kisah laki-laki hipogonadal tanpa keluarga yang menantang kematian selama dua jam sambil menghancurkan kota.”

Komentar Cameron sampai ke telinga Presiden Marvel Studio, Kevin Feige yang menjawab santai ketika mengetahui pernyataan pedas sutradara itu. “Itu luar biasa, James Cameron menyukai film kami. Itu sangat menyenangkan,” kata Feige, dikutip dari Vulture, tentu ini sebagai sindiran belaka.

Salah satu pengamat film Indonesia, Krisnadi Yuliawan menyatakan kegemaran produser Amerika menciptakan film hero secara terus menerus terutama karena dorongan uang. “Mereka sepertinya  gagal menggali cerita-cerita baru yang inspiratif dan kini terus menerus menyuguhkan cerita komik yang diulang-ulang hanya ditambah dengan gimik-gimik untuk menarik penonton,” kata Krisnadi yang juga pengajar di Sekolah Kajian Stratejik dan Global, Universitas Indonesia. Meski demikian, film Indonesia bisa belajar dari berbagai inovasi dalam teknologi film buatan Amerika. “Tinggal dipadukan dengan karakter budaya Indonesia agar  semakin banyak menyedot penonton dan menjadi tuan rumah di bioskop sendiri.”