Puasa Terbukti Bisa Rangsang Pertumbuhan Sel

Category: Pengetahuan -> KESEHATAN | Posted date: 2018-05-08 01:32:38 | Updated date: | Posted by: Rihat Wiranto


Ceknricek.com - Semakin banyak bukti puasa bisa meningkatkan kesehatan. Sebuah penelitian terbaru menemukan bukti bahwa puasa selama 24 jam dapat membalikkan hilangnya fungsi sel usus yang berkaitan dengan usia sehingga bisa tumbuh sel baru.



Ceknricek.com - Semakin banyak bukti puasa bisa meningkatkan kesehatan. Sebuah penelitian terbaru menemukan bukti bahwa puasa selama 24 jam dapat membalikkan hilangnya fungsi sel usus yang berkaitan dengan usia sehingga bisa tumbuh sel baru.

Kamis (3/5), jurnal Cell Stem Cell, mengungkapkan bahwa puasa bisa meningkatkan kemampuan sel untuk melakukan regenerasi. Hal itu sudah dibuktikan melalui percobaan pada tikus tua dan muda.

Pada tikus yang berpuasa, semua sel memisahkan asam lemak dan bukan glukosa. Perubahan ini bisa merangsang sel batang untuk menumbuhkan sel muda menggantikan yang sudah uzur.

Para peneliti tersebut mendapati bahwa puasa bisa berpotensi membantu orang tua pulih dari infeksi pencernaan atau pasien kanker yang menjalani kemoterapi.

"Puasa memiliki banyak dampak pada usus, yang meliputi mendorong regenerasi seperti potensi penggunaan pada setiap jenis penyakit yang terjadi pada usus, seperti infeksi atau kanker," kata Omer Yilmaz, Asisten Profesor Biologi di Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Sel usus secara khusus memperbarui dirinya setiap lima hari. Ketika luka atau infeksi terjadi, sel batang usus adalah kunci untuk memperbaiki setiap kerusakan.

Namun saat orang bertambah usia, kemampuan regenerasi sel batang usus itu menurun, sehingga diperlukan waktu lebih lama bagi usus untuk pulih.

Seperti ditulis http://news.mit.edu, para peneliti tersebut mendapati bahwa sel batang usus dari tikus yang berpuasa menggandakan kemampuan regeneratif mereka.

Para peneliti mengungkapkan bahwa puasa mendorong sel beralih dari metabolisme biasa mereka, yang membakar karbohidrat seperti gula, ke memetabolisme asam lemak.

Mereka yang dapat memperoleh manfaat dari perawatan semacam itu adalah pasien kanker yang menerima kemoterapi, yang seringkali membahayakan sel usus.

Puasa juga bermanfaat buat orang yang berusia lanjut yang mengalami infeksi usus atau gangguan perut.

Yilmaz dan rekan-rekannya tertarik untuk mengeksplorasi bagaimana puasa memberikan efeknya pada tingkat molekuler, khususnya di usus.

Seiring bertambahnya usia, kemampuan regeneratif sel-sel induk usus menurun, sehingga diperlukan waktu lebih lama bagi usus untuk pulih.

“Khususnya, selama penuaan, fungsi batang usus menurun, yang merusak kemampuan usus untuk memperbaiki dirinya sendiri setelah kerusakan, ” kata Yilmaz.

"Dalam penyelidikan ini, kami berfokus pada pemahaman bagaimana puasa 24 jam meningkatkan fungsi sel induk usus muda dan tua."

David Sabatini, seorang profesor biologi MIT, juga merupakan penulis senior makalah ini, menyatakan:
 "Studi ini memberikan bukti bahwa puasa menginduksi saklar metabolik di sel induk usus," kata Sabatini.

Selama beberapa dekade, para ilmuwan telah mengetahui bahwa asupan kalori rendah memiliki hubungan  dengan umur panjang pada manusia dan organisme lain. Di sinilah puasa dengan mengurangi asupan kalori bisa sangat bermanfaat bagi kesehatan.