Bocah Tewas di Monas, Pak RT,"Saya juga kaget nggak tahu menahu"

Category: | Posted date: 2018-05-08 02:32:53 | Updated date: 2018-05-11 00:29:10 | Posted by: Ariful Hakim


Ceknricek.com – Ketua RT 12 Pademangan, Jakarta Utara, Sujiwanto (51) mengaku menyesal tidak bisa mencegah warganya untuk datang ke monas. Pasalnya,saat kejadian tidak ada laporan masuk soal pembagian kupon sembako.



Ceknricek.com – Ketua RT 12 Pademangan, Jakarta Utara, Sujiwanto (51) mengaku menyesal tidak bisa mencegah warganya untuk datang ke monas. Pasalnya,saat kejadian tidak ada laporan masuk soal pembagian kupon sembako.

“Kecolongan ya. Saya nggak tahu. Pak RW juga nggak tahu dari mana itu asalnya kupon,”kata Sujiwanto saat ditemui di Pademangan,Jakarta Utara, Rabu (2/5).

Menurut ketua RT yang sudah menjabat selama 4 periode ini, baru kali ini ada kupon gelap yang beredar di tengah warganya. Biasanya semua sepengetahuan dirinya.

“Sampai sekarang saya bingung. Kelurahan juga bingung,” kata Sujiwanto.

(Baca : Kesaksian Nonoy Kurniati : Pemilik Kontrakan yang ditempati Ibu Korban)

Sujiwanto tahu Rizky dirawat di RS Tarakan setelah ditelepon Kokom. Saat ditanya,Kokom mengaku anaknya habis tergencet di Monas. Tak lama Kokom menelepon lagi kalau nyawa anaknya tak tertolong.

“Saya suruh bendahara saya ngurus semuanya karena kebetulan saya lagi piket. Jenazahnya pun saya nggak sempat lihat,”kata Sujiwanto.

Pengurusan jenasah dari kelurahan hingga dimakamkan di Bogor diurus staf RT. Dengan sedikit kecewa Sujiwanto menyebut orang yang menuduhnya tahu peredaran kupon berarti sudah berbohong.

(Baca : Polisi Bentuk Tim Gabungan Tragedi Monas)

“Kalau sudah begini khan susah. Ke mana kita akan menuntut?”kata Sujiwanto.

Hingga sekarang, pihak RT belum menemukan siapa yang telah membagikan kupon. Saat ditanya ke Kokom, kupon itu diberikan di dalam bus dan saling oper-operan.

Kupon makan dan sembako gratis saat acara Untukmu Indonesia di kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (28/4/18).(Foto : Ariful H/Tabloid C&R.

“Cuma bilang ada koordinatornya namanya Putri sama Eni. Begitu sampai monas kayak bebek dilepas,”kata Sujiwanto.

Bus tidak menunggu rombongan,karena katanya akan mengambil rombongan lain. Pak RT kemudian dibantu pengacara bertekad akan mengusut kasus ini supaya tidak terulang lagi.

Kupon pengobatan gratis saat acara Untukmu Indonesia di kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (28/4/18).(Foto : Ariful H/Tabloid C&R.

Akibat kejadian ini Sujiwanto mengaku lelah karena banyak yang datang minta informasi. Ia bahkan menolak ketika diajak pengacara Kokom ke bareskrim mabes polri.

“Yang jelas saya sudah didatangi ibu lurah dan kepala dinas pariwisata. Ya ditanya tanya kronologis. Bu Kokom yang cerita semua,”jelas Sujiwanto.

(Baca : Tragedi Monas, Rizki Kejang-kejang Namun Tidak Ada Panitia Membantu)

Sujiwanto menegaskan Pemprov DKI Jakarta tidak tahu apa apa soal kasus ini. Namun secara pribadi,Sujiwanto ingin panitia mempertanggungjawabkan acara itu.

“Datang ke sini. Bilang mau bertanggung jawab. Ada yang datang tapi mengaku bukan panitia tapi relawan. Ngasih duit 5 juta tapi amplopnya sudah diaobek.Kita khan nggak tahu?Siapa tahu isinya 50 juta terus yang 45 ke mana?”canda Sujiwanto.