Berseteru dengan AS, China Perbanyak Impor Komponen dari Indonesia

Category: Berita -> EKONOMI & BISNIS | Posted date: 2018-05-10 15:20:40 | Updated date: | Posted by: Rihat Wiranto


Ceknricek.com – Perdana Menteri China Li Keqiang mengunjungi Indonesia pada mulai hari ini, 6 Mei hingga 8 Mei 2018. PM Li akan melakukan pembicaraan dengan Presiden Joko Widodo dan bersama-sama menghadiri pertemuan pemimpin puncak bisnis China-Indonesia



Ceknricek.com – Perdana Menteri China Li Keqiang mengunjungi Indonesia pada mulai hari ini, 6 Mei hingga 8 Mei 2018.

PM Li akan melakukan pembicaraan dengan Presiden Joko Widodo dan bersama-sama menghadiri pertemuan pemimpin puncak bisnis China-Indonesia. Li juga akan bertemu Wapres Jusuf Kalla.

Kunjungan Li ke Indonesia merupakan kunjungan pertamanya ke luar negeri sejak menjabat PM China untuk periode lima tahun keduanya pada Maret 2018.

Li terakhir kali mengunjungi Indonesia pada tahun 2008 saat masih menjabat sebagai wakil perdana menteri.

Impor Komponen

China akan memperbanyak impor produk komponen elektronik dari Indonesia untuk mengisi kekosongan impor dari Amerika Serikat pada saat kedua negara ekonomi terbesar di dunia tersebut masih terlibat perang dagang.

“Produk komponen elektronik kita sangat kuat di sini. Potensinya cukup besar. Ini yang bisa kita perbanyak ekspornya,” kata Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun di Shanghai, Sabtu (5/5 ).

Dubes Djauhari Oratmangun menyebutkan bahwa nilai impor komponen elektronik China dari Indonesia sampai saat ini mencapai empat miliar dolar AS.

Nilai itu sama dengan impor biodiesel namun di atas impor perangkat rumah tangga, kayu, dan kayu olahan yang hanya mencapai angka tiga miliar dolar AS.

“Meningkatnya ekspor kita ini bisa menekan defisit perdagangan kita dengan China dari 25 miliar dolar AS menjadi hanya lima miliar dolar AS pada tahun lalu,” ujarnya.

Volume perdagangan Indonesia-China, sebut Dubes, saat ini telah mencapai angka 65 miliar dolar AS dan dia yakin angka tersebut akan terus meningkat.

“Mereka juga memberikan kesempatan kepada kita untuk mengekspor buah tropis seperti manggis, nanas, dan durian, selain juga sarang burung walet,” kata Djauhari.

China melihat posisi Indonesia semakin penting. “Kunjungan Li tersebut menunjukkan betapa pentingnya Indonesia di mata China,” kata Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Pandjaitan, sebelumnya mengatakan, bahwa Li juga akan membahas masalah kelanjutan proyek pembangunan jaringan kereta api cepat Jakarta-Bandung.

Setelah melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia, Li bertolak menuju Jepang untuk menggelar pertemuan trilateral bersama PM Jepang Shinzo Abe dan Presiden Korea Selatan Moon Jae In.