Najib: Raja yang Tentukan Perdana Menteri

Category: | Posted date: 2018-05-10 17:44:09 | Updated date: 2018-05-19 03:01:04 | Posted by: Asro Rokan


Ceknricek.com — Ketua Barisan Nasional (BN) Datuk Seri Najib Razak menerima keputusan rakyat Malaysia dalam Pemilihan Raya Umum (PRU)ke-14, Rabu (9/5). Namun karena tidak ada partai yang mendapatkan simple majority, maka Sri Baginda Yang Dipertoan Agung a



Ceknricek.com — Ketua Barisan Nasional (BN) Datuk Seri Najib Razak menerima keputusan rakyat Malaysia dalam Pemilihan Raya Umum (PRU)ke-14, Rabu (9/5). Namun karena tidak ada partai yang mendapatkan simple majority, maka Sri Baginda Yang Dipertoan Agung akan memutusan siapa yang akan dilantik menjadi Perdana Menteri.

"Mengikuti kelembagaan pelantikan ini adalah keputusan Agung (raja) berdasarkan siapa yang mendapat kepercayaan anggota dewan rakyat. BN akan menghormati apa saja keputusan yang dibuat Agung dan saya berharap semua rakyat Malaysia untuk tenang dan memberi kepercayaan kepada Agung untuk membuat keputuan sebaik mungkin," kata Najib dalam jumpa pers di Gedung PWTC Kuala Lumpur, Kamis.

Didampingi Wakil BN Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi, Sekjen BN Datuk Seri Tengku Adnan Bin Tengku Mansor, Ketua Wanita BN Tan Sri Shahrizat Abdul Jalil, dan Ketua Pemuda BN Khairy Jamaluddin, pemilu ini begitu sengit, tetapi ini merupakan manifestasi prinsip demokrasi.

“Banyak perkara-perkara yang digunakan sebagai senjata waktu PRU termasuk fitnah dan hasutan yang dilemparkan di antaranya konon BN akan melakukan penipuan untuk memenangi PRU," katanya lagi. Jelas sekali dengan putusan PRU 14 ini, ujar dia, tidak ada penipuan yang telah dilakukan oleh pihak BN.

Dia mengatakan sejak dirinya mengambil alih jabatan pada 2009, pemerintah telah berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup rakyat dan untuk menentukan masa depan yang lebih baik untuk rakyat dan generasi mendatang.

"Hampir tiga juta pekerjaan telah diwujudkan karena kemiskinan di tahap paling rendah kita telah bangunkan infrastruktur bertaraf dunia, ekonomi Malaysia telah dapat dipacu ke pertumbuhan yang bisa dibanggakan dan mendapat pengakuan badan-badan seperti IMF dan Bank Dunia," ujar Najib pula.

Rakyat secara inklusif telah mendapat faedah melalui berbagai inisiatif yang telah dilaksanakan BN, katanya lagi. Tetapi apa yang dilakukan, katanta, mungkin kurang diterima dibanding pihak lawan dan sekarang rakyat ini menunggu janji-janji tersebut dilaksanakan sebagaimana terkandung dalam manifesto dan ucapan-ucapan mereka.

"Kami telah melakukan yang terbaik dan pencapaian ini bisa dibanggakan. Saya menyadari ada yang tidak sempurna dalam menjalankan negara, tetapi keutamaan saya adalah senantiasa untuk keselamatan dan kemakmuran rakyat Malaysia. Saya menerima keputusan yang dibuat oleh rakyat. Partai BN komitmen menghormati prinsip-prinsip demokrasi berparlemen," katanya pula.

Barisan Nasional yang berkuasa tanpa terputus sejak Malaysia merdeka, 1957, kali ini kalah atas koalisi opisisi PH yang dipimpin Mahathir. PH meraih 121 kursi parlemen, dengan rincian 104 kursi Partai Keadilan Rakyat (PKR), DAP 9 kursi, dan Warisan 8 kursi. Sedangkan BN meraih 79 kursi. Kursi lain diraih partai non-koalisi, yakni PAS 18 kursi, Bebas (3), dan Solidariti (1). Total 222 kursi.

Kemenangan oposisi ini disambut meriah di Kuala Lumpur dan kota-kota besar Malaysia. Sampai menjelang subuh, kendaraan bermotor pawai dan membunyikan klakson. Warga ramai ke luar rumah. Selama dua hari mulai hari ini (10/5), Malaysia libur umum.

Libur umum secara resmi disampaikan Ketua Setia Usaha Negara, Dr Ali Hamsa melalui akun twitter-nya. Menurutnya, libur umum pada (10/5) dan (11/5) dan (13/5) bagi negeri-negeri bagian yang menjadikan Jumat dan Sabtu sebagai hari libur. Sebelumnya, Mahathir mengatakan bahwa Kamis dan Jumat akan dinyatakan sebagai hari libur umum yang akan diumumkan oleh Ketua Setia Usaha Negara atau Sekretaris Negara. "Saya tidak dapat menyatakan hari libur umum karena saya belum menjadi pemerintah," katanya, Kamis dinihari.

Mahathir pernah 22 tahun (1981-2003), sebagai Perdana Menteri melalui koalisi BN. Ketika menjadi PM, Mahathir memecat dan mempenjarakan wakilnya, Anwar Ibrahim. Namun dalam pemilu ini, keduanya bersama. Mahathir memimpin koalisi Pakatan Harapan, yang dimotori Partai Keadilan Rakyat (PKR), partai yang didirikan Anwar. Istri Anwar, Wan Azizah Wan Ismail berpasangan dengan Mahathir sebagai wakil PM.

Mahathir menjanjikan pembebasan Anwar yang kini masih di penjara dan akan menyerahkan kekuasaan PM kepada Anwar dua tahun berikutnya.

Antara