Bocornya Pertemuan Tertutup Presiden Jokowi—Tokoh Alumni 212

Category: Berita -> POLITIK & HUKUM | Posted date: 2018-05-11 12:53:56 | Updated date: 2018-05-16 03:27:32 | Posted by: Marah Sakti Siregar


Ceknricek.com - PERTEMUAN tertutup itu terjadi Minggu siang 22/4/18. Diawali dengan salat Dzuhur berjamaah di masjid Istana Kepresiden, Bogor. Presiden Jokowi didampingi Mensesneg Pratikno dan mantan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki. Tim tuan rumah



Ceknricek.com - PERTEMUAN tertutup itu terjadi Minggu siang 22/4/18. Diawali dengan salat Dzuhur berjamaah di masjid Istana Kepresiden, Bogor. Presiden Jokowi didampingi Mensesneg Pratikno dan mantan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki. Tim tuan rumah ini bersama puluhan jamaah, antara lain, pimpinan, staf dan karyawan Istana Bogor, sudah lebih dulu datang ke masjid. Menunggu serombongan tamu. Itulah ulama yang selama ini menjadi aktivis Gerakan Bela Islam 212.

“Rombongan kami (Persaudaraan Alumni 212) enam orang. Sampai di masjid beberapa menit sebelum waktu Dzuhur masuk, “ tutur H. Usamah Hisyam, Ketua Umum Parmusi (Persaudaraan Muslim Indonesia) yang menjadi mediator pertemuan tertutup dan sebelumnya dirahasiakan itu.

Namun, tak disangka, selang dua hari kemudian, foto pertemuan tertutup itu dengan teks, bocor. Dan dimuat sebuah media. Foto itu pun langsung viral di media sosial. Mengesankan kepada publik yang melihatnya bahwa tokoh Alumni 212 yang selama ini berseberangan dengan Presiden Jokowi, diam-diam ternyata sudah islah (berdamai).

Inilah yang memaksa para tokoh Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) yang dipimpin ketua Tim 11 KH Misbahul Anam menggelar konferensi pers Rabu siang, 25/4/18 di sebuah restoran di kawasan Tebet Jakarta. Tim 11 adalan tim yang mewakili PA 212 bertemu presiden. “Benar ada pertemuan. Sebenarnya bersifat tertutup dan tidak untuk dipublikasikan,” kata KH Misbahul Anam. Tampak jelas ada nada gusar dan kesal dia dan para tokoh Alumni 212 atas beredarnya foto pertemuan itu.  Sebab, sumbernya pasti bukan mereka. Karena semua ponsel rombongan tamu, sebelum bertemu presiden sudah diamankan oleh pihak pengamanan Istana.

[caption id="attachment_2178" align="aligncenter" width="750"] Para tokoh Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) yang dipimpin ketua Tim 11 KH Misbahul Anam menggelar konferensi pers Rabu siang, 25/4/18 di sebuah restoran di kawasan Tebet Jakarta.[/caption]

Apa arti pertemuan tertutup itu? Ustadz Misbahul Anam menambahkan, intinya mereka mau menyampaikan informasi lebih akurat kepada Presiden Jokowi tentang berbagai tindak kriminalisasi atas ulama dan meminta presiden segera menghentikan semua tindakan itu.

Para ulama yang direncanakan bertemu presiden Jokowi sebenarnya 11 orang. Mereka ini sebelumnya sudah berembuk untuk mencari solusi atas ketidakharmonisan hubungan para ulama —terutama yang kini bergabung dalam Gerakan Bela Islam 212—dengan pemerintah. Pelbagai tindakan aparat hukum terhadap ulama dan juga tokoh aktivis PA 212, termasuk mengkriminalisasi Imam Besar FPI Habib Rizieq, masih terus berlanjut dan berlarut-larut. Ini harus dicari solusi. “Bulan Ramadan sudah dekat, saat yang tepat bagi Habib Rizieq segera bisa pulang ke tanah air. Itu juga di antara masalah mau dibicarakan dengan presiden,” sambung Usamah.

Ada keinginan kuat memang dari jamaah Habib Rizieq dan simpatisannya agar Imam mereka dapat melaksanan puasa Ramadan di tanah air. “Dalam pertemuan berdua dengan Presiden Jokowi, hal itu saya utarakan juga,” Usamah menambahkan.

Presiden Jokowi mengatakan dia sebenarnya juga ingin Habib Rizieq pulang. Tapi, presiden khawatir kepulangannya nanti bisa dipolitisir dan menimbulkan gejolak. Ini bisa dimanfaatkan pihak ketiga. Misalnya, Habib dihabisin orang tak dikenal. Lalu timbul chaos yang bisa berujung pada penggulingan presiden dari kekuasaanya.

Usamah cepat mengatakan, apa yang dipercakapkannya dengan presiden soal Habib Rizieq itu tidak muncul selama pertemuan Presiden Jokowi dengan para tokoh PA 212.

“Selama pertemuan lebih dua jam itu, kami  dari Alumni 212 bergantian menyampaikan banyak informasi dan harapan. “Presiden serius mendengarkan. Saya kira beliau sangat faham apa keinginan kami,”tambah Usamah Hisyam.

Mantan Ketua PPP itu menambahkan pertemuan tersebut memang diinginkan kedua belah pihak. “Saya sebelumnya bicara empat mata dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka tanggal 19 April lalu, untuk mematangkan,” ujarnya, terus terang.

Semula pertemuan digagas akan dilaksanakan usai Subuhan bersama di Istana Bogor. Tapi Presiden Jokowi ternyata  baru bisa siang hari, didahului dengan salat Dzuhur bersama.

Begitulah. Usamah menceritakan lagi, pertemuan pun akhirnya  dimulai dari masjid Istana. Selain mantan wartawan itu, lima tokoh PA 212 lain adalah: Ustadz KH Raudh Bahar, sekjen FUI, Ustadz Muhammad Al Khathathat, sekjen GNPFU, KH. Shabri Lubis, Ketua Umum FPI, KH Slamet Ma’rif, sebelumnya ketua presidium Alumni Aksi Bela Islam 212, dan KH Yusuf Martak, ketua GNPF Ulama. Rombongan tamu sempat bersalaman dengan presiden ketika bertemu di masjid.

Usai rombongan tamu salat sunnah, dia pun bangkit dan azan. Lalu, Ustadz Raudh Bahar didaulat menjadi imam. Setelah solat sunnah ba’da Dzuhur, rombongan pun diajak Presiden Jokowi berjalan ke ruang kerjanya di istana bersejarah itu. “Jadi kami langsung ketemuan. Gak makan siang dulu,” tukas Usamah. Padahal hidangan makan siang sebenarnyan sudah disiapkan.

“Presiden sangat santai dan ramah. Beliau kemudian bercerita banyak hal tentang tugas dan apa yang sedang dikerjakan. Termasuk pelbagai kritik, kecaman sampai tuduhan tak berdasar yang diterimanya. “ Pokoknya sekitar 20 menitanlah  beliau bicara.”

Baru setelah itu, rombongan tamu bergantian bicara.”Saya lebih dulu. Karena saya yang harus memperkenalkan satu per satu rombongan yang datang.”kata Usamah.

Demikianlah. Pertemuan berjalan lancar dan sesekali diselingi derai tawa. Sampai kemudian diakhir pertemuan disepakati, pertemuan itu sebaiknya tidak usah dipublikasikan. Presiden akan mempelajari semua info dan masukan yang diterimanya. Diharapkan semua masalah bisa diselesaikan. Kedua belah pihak pun kemudian berpisah. Sepakat tak ramai di media. Tapi, itu rupanya cuma bertahan dua hari.