Dewi Gita : "Jangan Salahkan Jemaah Memilih Paket Murah"

Category: Berita -> POLITIK & HUKUM | Posted date: 2018-05-11 13:14:39 | Updated date: 2018-05-16 08:40:11 | Posted by: Admin


Ceknricek.com - Rencana Dewi Gita memberangkatkan umrah enam orang terdekatnya sirna usai penangkapan CEO Abu Tours Travel, Hamzah Mamba, 23 Maret lalu. Dewi menjadi korban dari ribuan korban Abu Tours lainnya, dan hingga kini masih menunggu realisasi jan



Ceknricek.com - Rencana Dewi Gita memberangkatkan umrah enam orang terdekatnya sirna usai penangkapan CEO Abu Tours Travel, Hamzah Mamba, 23 Maret lalu. Dewi menjadi korban dari ribuan korban Abu Tours lainnya, dan hingga kini masih menunggu realisasi janji Abu Tours. Ia merugi hampir Rp100 juta karena pihak biro perjalanan ingkar janji memberangkatkan jemaah. Sambil menunggu putusan perkara pengembalian uangnya ditangani penegak hukum, Dewi tetap memberangkatkan orang terdekatnya lewat travel lain.

 Berikut penuturan Dewi Gita kepada Ceppy F. Bachtiar dari C&R saat dihubungi di Jakarta, Minggu (22/4):

Kenal Abu Tours Travel dari mana?

Aku tahu tentang tour itu empat tahun lalu, dari teman-teman artis dan luar artis. Aku cari (informasi) tour itu. Aku dengar bagus. Lalu, mulai akhir 2016, aku tanya-tanya. Aku bilang, mau memberangkatkan keluarga. Ada pegawai, asisten, dan orang-orang terdekatku. Awal 2017, aku daftar dan bayar lunas untuk enam orang. Waktu aku bayar, katanya untuk jadwal keberangkatan Februari 2018. Karena itu paket diskon, (waktu) keberangkatan enggak bisa kami pilih.

Potongan harga berapa?

Mereka jual paket Rp17 juta, aku dapat Rp15 juta. Karena paket murah, jadwal keberangkatan mereka yang tentukan. Akhir 2017 aku masih kontak-kontakkan dan tanya kapan berangkat. Tiba-tiba, pas ramai-ramai (kasus Abu Tours) Februari lalu, aku tanya, kok enggak keluar-keluar tanggal keberangkatan.

Pas kejadian First Travel, aku sudah bayar lunas (ke Abu Tours). Takut Abu Tours kena, soalnya mereka jual paket murah. Yang aku tahu, asetnya jelas dan transparan. Uang jemaah dikemanakan, mereka transparan. Mereka ada aset percetakan, dan segala macam. Mereka meyakinkan.

Reaksi Anda setelah tahu gagal berangkat?

Bingung, kok bisa seperti ini. Kami sudah senang berangkat dan sudah mendekati jadwal keberangkatan. Selama ini, aku selalu komunikasi byphone lewat agen. Agen sangat tanggung jawab dan komunikatif.

Tidak curiga biaya umrah murah?

Sebelumnya aku memang sering nanya angka segitu ke travel lain, dan aman. Aku pernah di Rp13 juta, aman-aman saja. Aku pikir, Abu Tours menolong orang-orang yang memiliki kemampuan (dana) kurang.

Kenapa memilih biro itu?

Enggak tahu. Mungkin sudah takdirnya. Travel lain juga banyak menawarkan paket murah. Tapi Abu Tours jemaahnya banyak. Yang aku lihat, terbanyak ketimbang travel lain. Pertanyaanku, kan aset-aset mereka banyak dan jelas. Mengapa dibekukan. Mengapa pemerintah enggak menolong jemaah yang sudah sampai menabung untuk berangkat umrah. Jangan salahkan mengapa jemaah pilih paket murah, ya karena memang enggak punya duit. Yang bisa memberangkatkan dengan biaya segitu, mengapa enggak kami pilih.

Sebelumnya pernah memberangkatkan umrah?

Ini pertama kali. Mumpung ada uang. Niatku untuk seterusnya. Insya Allah, untuk memberangkatkan teman-teman dekat yang kurang mampu.

Niat ini sejak kapan?

Aku yakin ini tahun 2016 setelah aku haji (2017). Ini sudah jadi kewajibanku. Daripada haji sendiri dan umrah pulang pergi, aku umrahkan ke orang-orang terdekat yang enggak mampu.

Mengapa memilih bayar sendiri? 

Aku enggak pernah mau endorse kalau mau ibadah. Setiap tahun banyak yang menawarkan (endorse). Tapi aku dan Armand (suami) selalu menolak karena kalau ibadah harus usaha dan keinginan sendiri. Bukannya sombong ya. Rasanya beda (kalau endorse). Jadi enggak ibadah rasanya.

Ada upaya hukum agar uang kembali?

Masih bingung. Masih lihat perkembangan. Semoga ada jalan terbaik. Turun tangan pengacara dan polisi, maunya begitu. Tapi keinginanku pribadi jangan sampai begitu. Buat apa kalau memang masih bisa diselesaikan dengan baik. Berdoa sama-sama. Pemerintah juga harus memerhatikan kami juga. Mau dikemanakan aset yang disita. Uang kami ada di situ semua. Enggak cuma Abu Tours yang jadi entry point, tapi jemaah harus diberi edukasi soal aturan ini. Selama ini edukasi enggak ada.

Lalu?

Selama ini, kalau harga paket murah, enggak ada kontrak. Jemaah dan travel transfer saja. Kami main ikhlas aja. Ke depan, harus ada hukum yang menjembatani. Ada kontrak hitam di atas putih antara jemaah dan agen, kalau nanti ada kejadian apapun itu.

Nasib enam orang yang Anda berangkatkan?

Aku sudah janji, harus berangkat. Mereka sudah senang dan mau berangkat. Walau enggak harus enam, tapi tiga orang dulu yang sudah sepuh, kasihan. Aku sudah janji. Sisanya (tiga orang) menyusul. Aku enggak mau kecewakan. Rencana berangkat 6 atau 9 Mei 2018 lewat travel lain (Duaribu Wisata Travel). Tadi (Senin, 23 April 2018) baru daftar kirim berkas. Berkas-berkas lama di Abu Tours, aku ambil, lalu aku urus hari ini. Kasihan, mereka tahunya Februari lalu.

Anda jera?

Pastinya, tapi bukan kapok. Tapi ke depan lebih hati-hati.