Makan Telur Banyak Tidak Akan Bikin Kolesterol Naik, Asal Tahu Caranya

Category: Pengetahuan -> KESEHATAN | Posted date: 2018-05-12 13:21:03 | Updated date: 2018-05-17 04:31:08 | Posted by: Rihat Wiranto


Ceknricek.com - Banyak orang suka makan telur karena lezat. Ada yang bilang telur membahayakan jantung karena memiliki kandungan kolesterol antara 141 hingga 234 miligram per telur. Tapi makan hingga 12 telur seminggu tidak meningkatkan faktor risiko kard



Ceknricek.com - Banyak orang suka makan telur karena lezat. Ada yang bilang telur membahayakan jantung karena memiliki kandungan kolesterol antara 141 hingga 234 miligram per telur. Tapi makan hingga 12 telur seminggu tidak meningkatkan faktor risiko kardiovaskular (penyakit pada sistem pembuluh darah jantung) pada orang dengan diabetes pra-diabetes atau tipe 2. Kesimpulan itu adalah hasil penelitian oleh University of Sydney, Australia.  

Penelitian ini diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition, Senin, 7 Mei 2018. Penelitian dipimpin oleh Dr Nick Fuller dari Institut Kebugaran, Gizi, Rehabilitasi, dan Gangguan Makan Universitas di Universitas Charles Perkins. University of Sydney menggandeng Rumah Sakit Royal Prince Alfred untuk melakukan penelitian ini.

Peneliti mengamati 128 orang penderita diabetes tipe 2 yang merupakan faktor risiko utama untuk penyakit jantung. Satu kelompok diminta makan 12 telur atau lebih per minggu. Kelompok lain makan kurang dari dua butir telur per minggu. Itu semua adalah bagian dari upaya penurunan berat badan selama tiga bulan. Penurunan berat badan merupakan salah satu perawatan pertama bagi pasien diabetes tipe 2.

Setelah tiga bulan, mereka akhirnya kehilangan berat badan sekitar 9 kilogram. Setelah itu, mereka didorong untuk mempertahankan pola makan telur selama setahun. Pasien diperiksa setiap tiga, enam dan 12 bulan.

Hasilnya cukup mengejutkan. Ternyata, pada kedua kelompok tidak memiliki perbedaan yang signifikan dalam kolesterol, gula atau tekanan darah mereka dari awal penelitian hingga akhir penelitian - tidak peduli berapa banyak telur yang mereka makan. Ini berarti makan telur tidak meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, atau jenis penyakit kardiovaskular lainnya.

Satu telur besar memiliki kandungan lemak jenuh yang rendah sekitar 1,6 gram – dari 5 gram lemak semuanya. Secara umum, telur memiliki banyak manfaat. Telur mengandung 6 gram protein, 72 kalori, mengandung nutrisi yang baik untuk mata, otak, dan saraf, dan mereka memiliki 270 unit internasional vitamin A dan 41 IU vitamin D.

Namun dalam penelitian ini, para peneliti merekomendasikan telur direbus bukan digoreng. Telur menjadi berbahaya saat dimakan bersama mentega, bacon, sosis, keju, dan muffin semuanya mengandung lemak jenuh, dan mereka dapat meningkatkan kolesterol darah Anda.

American Heart Association merekomendasikan agar Anda membatasi lemak jenuh hingga 5 hingga 6 persen kalori harian Anda. Ini termasuk membatasi asupan daging merah dan produk susu dengan susu utuh (karena mereka memiliki lebih banyak lemak yang tidak sehat), memilih susu skim, produk susu rendah lemak atau bebas lemak, membatasi makanan yang digoreng.  

Ada beberapa manfaat kesehatan yang dapat berasal dari telur, dikutip dari medicalnewstoday.com.

Protein dalam telur membantu menjaga otot agar bekerja dengan baik.Telur mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk fungsi sel termasuk otak, sistem saraf, memori, dan metabolisme. Telur mengandung semua vitamin dan mineral harian yang diperlukan untuk menghasilkan energi di semua sel-sel tubuh.

Telur bisa meningkatkan kemampuan sistem kekebalan karena mengandung vitamin A, vitamin B-12, dan selenium. Manusia hanya perlu jumlah yang sangat kecil, selenium memainkan peran penting dalam metabolisme. Kualitas tinggi protein dalam telur dapat membuat orang tetap berenergi dan merasa kenyang lebih lama.  

Beberapa vitamin dan mineral dalam telur membantu mempromosikan kulit yang sehat dan mencegah kerusakan jaringan tubuh.

Sistem kekebalan yang kuat juga berkontribusi terhadap penampilan yang sehat secara keseluruhan. Namun ingat, manfaat kesehatan telur hanya bisa dialami ketika mereka membentuk bagian dari diet seimbang.