Mengejutkan, Pelaku Bom Ajak Anak dan Istri

Category: Berita -> POLITIK & HUKUM | Posted date: 2018-05-13 20:54:31 | Updated date: 2018-05-16 03:38:54 | Posted by: Rihat Wiranto


Serangan bom Surabaya dilaukam satu keluarga



Ceknricek.com - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan polisi telah berhasil mengidentifikasi pelaku pengeboman yang terjadi di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur.

Pelaku diduga satu keluarga.  Serangan di Gereja Jalan Arjuna, Pantekosta menggunakan Avanza. Laki-laki bernama Dita Supriyanto  sebagai pelakunya.

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menjelaskan hal itu di Surabaya, Minggu (13/5).

Tito menjelaskan pelaku menggunakan mobil, lalu ia menurunkan istri dan dua anak perempuan."Dua anak perempuan, istrinya diduga meninggal bernama Puji Kuswati. Anaknya bernama Fadilah Sari umur 12 tahun, dan Pamela Rizkita 9 tahun."

Untuk insiden bom di Gereja Santa Maria diduga dilakukan oleh dua  orang laki-laki yang diduga anak dari Dita.

"Ini yang satu namanya Yusuf Fadil usianya 18 tahun dan Firman Halim yang usianya 16 tahun.  Semuanya  adalah serangan bom bunuh diri tapi jenis bom berbeda," katanya.

Pelaku peledakan  di Jalan Arjuna menggunakan bom yang diletakkan dalam kendaraan dan ditabrakkan.

Kapolri memperkirakan ledakan bom terbesar yakni ledakan yang menggunakan mobil yang ditabrakan itu. "Kemudian untuk yang di gereja Jalan Diponegoro, GKI, itu tiga-tiganya menggunakan bom yang diletakkan pada pinggang ibunya maupun anaknya.

Bom yang di jalan Ngagel yakni Gereja Katholik diduga menggunakan mobil dengan bom yang dipangku.

"Ini kita belum paham jenis bomnya karena pecah tapi efeknya besar dan dibawa oleh 2 orang dengan sepeda motor, jadi ini ciri khas dari bom-bom dengan bunuh diri, tapi jenis bom berbeda dengan bahan peledaknya apa akan dilakukan penyelidikan Labfor Polri," katanya.

Membuat  Panah

Tim Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri menangkap pemuda yang diduga anggota jaringan teroris di Kampung Sampora, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

"Orangnya sangat tertutup dengan warga dan tidak mau bersosialisasi dengan masyarakat, terduga teroris bernisial MG (26) tersebut ditangkap Tim Densus pada Minggu, sekitar pukul 04.00 WIB," kata warga Kampung Sampora, Desa Bojong Raharja, Kecamatan Cikembar Rizky Idris di Sukabumi, Minggu dikutip dari antara.

Terduga teroris ini tinggal di kos milik Suhaeni yang setiap hari membuat ketapel dan panah.

Densus Anti Teror 88 juga  menangkap dua orang terduga teroris di Perumahan Tridaya Indah 2 Blok K-5 nomor 9 RT 001/10 Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu sore.

Pukul 16.15 WIB dua perempuan dewasa diamankan petugas dari dalam rumah.

Menurut keterangan warga setempat penghuni rumah tersebut ada lima orang, yakni Umi sapaan wanita itu, tinggal bersama menantu perempuan dan tiga anak.