Aksi Heroik Roni Faisal

Category: Berita -> POLITIK & HUKUM | Posted date: 2018-05-14 18:18:43 | Updated date: 2018-05-16 03:37:25 | Posted by: Admin


SENIN (14/5) pagi, satu motor masuk ke gerbang Markas Polrestabes Surabaya. Petugas menghadang, namun bom meledak. Setelah bom meledak, seorang anak perempuan yang awalnya dibonceng, terlihat terlempar. Anak perempuan yang berlumur darah itu bangun dan me



Ceknricek.com - SENIN (14/5) pagi, satu motor masuk ke gerbang Markas Polrestabes Surabaya. Petugas menghadang, namun bom meledak. Setelah bom meledak, seorang anak perempuan yang awalnya dibonceng, terlihat terlempar. Anak perempuan yang berlumur darah itu bangun dan menyaksikan kedua orang tuanya tergeletak.

Melihat itu, AKBP Roni Faisal dengan cepat berlari dan menggendong anak perempuan itu menghindari titik ledakan yang masih terdapat mobil Avanza hitam — persis di dekat motor yang meledak. Roni khawatir anak peremuan itu terkena ledakan susulan. Suasana heroik itu terekam dalam CCTV milik Markas Polrestabes Surabaya.

Roni Faisal adalah Kasat Narkoba Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya, Jawa Timur. Tindakan berani itu dia lakukan sebagai panggilan hati, mengingat saat itu anak tersebut berlumuran darah. "Tujuan saya cuma satu mas, kemanusiaan dan rasa iba karena melihat kondisi anak yang penuh darah," katanya saat ditanya wartawan di Mapolrestabes, Senin (14/5).

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengakui anak yang terselamatkan itu bernama Ais. Ssesuai identitas yang didapat dari lokasi dan berumur 8 tahun. "Anak itu kini dirujuk ke Rumah Sakit PHC Surabaya karena berlumur darah. Dan akan masih kami update info selanjutnya," katanya.

Ledakan bom terjadi di depan Mapolrestabes Surabaya pada, Senin, pukul 08.50 WIB. Menurut Frans Barung Mangera, empat orang diduga pelaku tewas, sedangkan 10 orang korban terdiri dari empat anggota polisi dan enam masyarakat mengalami luka.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan pelaku penyerangan bom di Mapolrestabes Surabaya itu satu keluarga. “Ada lima orang (pelaku). Mereka ini masih satu keluarga lagi, masih diidentifikasi oleh kita," kata Tito di Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/) juga satu keluarga.

Kapolri Tito Karnavian mengatakan, dalam aksinya pelaku meledakkan diri dan empat di antaranya meninggal dunia. "Mereka mau masuk dan penjagaan cukup ketat, saat distop ada mobil anggota masuk kemudian ada ledakan. Empat orang meninggal, anak tersebut terlempar masih selamat," ujarnya.