Rabu, Anwar Ibrahim Bebas

Category: Berita -> POLITIK & HUKUM | Posted date: 2018-05-15 14:34:46 | Updated date: 2018-05-15 02:39:46 | Posted by: Admin


Anwar Ibrahim akan menghirup udara bebas. Ketua Umum Partai Keadilan Rakyat (PKR) itu, akan dibebaskan Rabu (16/5). Kabar ini disampaikan oleh Datuk Pengelola Bangsawan Diraja Dato' Wan Ahmad Dahlan B Hj AB Aziz melalui siaran pers di Kuala Lumpur, Selasa



Ceknricek.com - Anwar Ibrahim akan menghirup udara bebas. Ketua Umum Partai Keadilan Rakyat (PKR) itu, akan dibebaskan Rabu (16/5). Kabar ini disampaikan oleh Datuk Pengelola Bangsawan Diraja Dato' Wan Ahmad Dahlan B Hj AB Aziz melalui siaran pers di Kuala Lumpur, Selasa (15/5).

Menurut Wan Ahmad, Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong XV Sultan Muhammad V, telah menerima dan mempelajari surat kantor Perdana Meneteri, yang memohon pembebasan Anwar. Penetapan pembebasan Anwar, Selasa (15/5) pukul 11.00.

Namun, ujar Ahmad Dahlan, Kantor Perdana Menteri telah memohon supaya pembebasan ditangguhkan menjadi Rabu (16/5) pukul 11.00 pagi. "Yang di-Pertuan Agong berkenan supaya perkara ini 'dimuktamadkan' (di-finalisasi) pada Rabu (16/5) menjelang Ramadhan," ujarnya.

Menyambut pembebasan Anwar Ibrahim Angkatan Muda Keadilan menyelenggarakan acara Rabu (16/5) di Padang Timur Amcorp Mall, Petaling Jaya, pukul 03.00 petang.

Mantan Menteri Luar Negeri Tan Sri Rais Yatim mengatakan pembebasan Anwar bakal memberi perubahan besar skenario politik dan administrasi negara. "Setelah Anwar dibebaskan nanti segala perhatian akan terarah kepadanya, karena rakyat menanti apakah corak dasar yang akan diperkenalkan Anwar untuk masa depan," tuturnya.

Perdana Menteri Dr Mahathir Mohamad saat mengumumkan kemenangan Pilihan Raya Umum (PRU) Ke-14 menyampaikan akan mengupayakan pengampunan Anwar Ibrahim kepada Sultan Muhammad V.

Masa menjadi Perdana Menteri, Mahathir memecat Anwar sebagai wakilnya dan memasukkan Anwar ke penjara dengan tuduhan sodomi dan korupsi, pada 2008. Anwar kini sedang menjalani hukuman di Penjara Sungai Buloh. Hukumannya seharusnya berakhir pada Juni, namun Mahathir meminta pengampunan dari Raja Malaysia.

Dalam kampanye Pakatan Harapan pada Pemilihan Umum Raya (PRU) ke 14, yang dimenangkan koalisi oposisi ini, Mahathir menjanjikan akan menyerahankan kursi Perdana Menteri kepada Anwar. 

Mengenai soal ini, pekan lalu Mahathir mengatakan bahwa konstitusi mengharuskan Anwar menjadi anggota parlemen lebih dahulu. “Ini proses yang akan mengambil waktu panjang. Sama ada Anwar akan segera menyertai Kabinet atau tidak akan diputuskan bila tiba masanya," katanya.
 
 Antara