Pelaku Teror Sehari-hari Pembuat Teralis

Category: Berita -> POLITIK & HUKUM | Posted date: 2018-05-15 15:19:44 | Updated date: 2018-05-16 03:36:41 | Posted by: Admin


Tri Murtiono pendiam. Pelaku peledakan di Markas Polrestabes Surabaya, Senin (14/5) jarang bergaul dengan tetangganya di Tambak Medokan Ayu, Rungkut, Kota Surabaya. Tri Murtiono berusia 50 tahun, lahir di Surabaya pada 4 Juni 1968.



Ceknricek.com - Tri Murtiono pendiam. Pelaku peledakan di Markas Polrestabes Surabaya, Senin (14/5) jarang bergaul dengan tetangganya di Tambak Medokan Ayu, Rungkut, Kota Surabaya. Tri Murtiono berusia 50 tahun, lahir di Surabaya pada 4 Juni 1968.

"Orangnya biasa-biasa saja. Selama ini tidak ada kecurigaan bahwa mereka sebagai pelaku," kata Suwito, Ketua RT 8 Tambak Medokan Ayu, Selasa (15/5). Tri Murtiono tinggal Gang 6 Nomor 2 A Tambak Medokan Ayu.

Menurut Suwito, dalam kesehariannya Tri Murtiono bekerja sebagai pembuat tralis dari alminium. Dia juga kurang berinteraksi dengan warga sekitar. "Kurang interaksi dengan warga sehingga kesannya tertutup," katanya.

Tri Murtiono bersama istrinya, Tri Ernawati (47), tiga anaknya Muhammad Dafa, Amin Murdana (anak pertama), Muhamamd Dana Satria Murdana (anak kedua), dan AIS (anak ketiga berusia 8 tahun) secara bersamaan meledakkan bom bunuh diri di depan pintu masuk kantor Polrestabes Surabaya pada Senin. AIS terlempar dan diselamatkan AKBP Roni Faisal.

Selama tinggal di rumah kontrakannya, Tri Murtino juga tidak pernah mengundang banyak orang untuk acara pengajian atau lainnya. "Setahu saya justru dia sering keluar rumah. Biasanya keluar rumah sebelum maghrib dan pulangnya saya tidak tahu," katanya.

Selain itu, lanjut dia, Tri Murtiono juga tidak pernah ke mushalla untuk shalat berjamaah. "Padahal rumahnya dekat dengan mushalla," katanya. Suwito mengaku selama ini tidak ada kecurigaan mengenai hal itu. Ini karena warga setempat menilai pelaku orangnya biasa-biasa saja.

Hal sama juga dikatakan tetangga lainnya, Prastiyono. Ia mengatakan tidak ada yang mencurigakan dari sosok Tri Murtiono. "Kalau ketemu di jalan ya saling menyapa," katanya.

Bahkan, ia mengaku pernah jaga siskamling sebanyak dua kali dengan pelaku. Pada saat itu, lanjut dia, yang diobrolkan seputar pekerjaan atau lainnya. "Kami ngobrolnya enak," katanya.
 
 Antara