4 Kegiatan Mulia di Bulan Ramadan

Category: Berita -> SOSIAL BUDAYA | Posted date: 2018-05-15 22:15:16 | Updated date: 2018-05-17 01:46:45 | Posted by: Rihat Wiranto


Ceknricek.com - Banyak kegiatan kreatif dan unik dalam menyambut datangnya bulan Ramadan. Kegiatan tersebut memiliki nilai-nilai kearifan lokal yang sangat mulia maknanya. Inilah beberapa kegiatan untuk menyambut bulan Suci ini yang dilaksanakan di berba



Ceknricek.com - Banyak kegiatan kreatif dan unik dalam menyambut datangnya bulan Ramadan. Kegiatan tersebut memiliki nilai-nilai kearifan lokal yang sangat mulia  maknanya. Inilah beberapa kegiatan untuk menyambut bulan Suci ini yang dilaksanakan di berbagai daerah.

Takjil di Kawasan Kumuh

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyiapkan makanan untuk berbuka puasa atau takjil untuk warga di 223 RW yang masuk kawasan kumuh, padat, dan miskin."Makanan untuk berbuka puasa untuk tiap RW disiapkan kurang lebih 400 porsi dilakukan tiap hari," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (15/5).

"Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi menyiapkan buka puasa, disinilah Aksi Cepat Tanggap dan Dompet Dhuafa menjadi salurannya. Warga bisa menitipkan lewat rekening khsusus yang dibuat oleh Aksi Cepat Tanggap dan Dompet Dhuafa yang kemudian nanti akan disalurkan dalam bentuk paket-paket menu buka puasa untuk warga. Begitu juga dengan dana dari pemerintah," kata Anies dikutip Antara.

"Kita tidak ingin ada warga yang merasakan lapar di Ibu Kota. Kita mulai sekarang di bulan puasa dengan menyiapkan buka puasa bagi semua. Dan sekarang dimulai dari RW yang masuk kategori padat, masyarakatnya mayoritas miskin dan jumlahnya dari 223 RW," kata Anies.

Bersih Tempat Ibadah

Muslimin di Banjar,  Kalimantan Selatan (Kalsel) bergotong royong membersihkan rumput/gulma lingkuan tempat ibadah, seperti masjid dan langgar (surau) atau mushalla.Selain itu, membersihkan tikar/carpet dan mencuci mushaf tempat shalat guna kenyamanan melaksanakan peribadahan pada malam bulan puasa Ramadhan tersebut.

Aksi bersih-bersih tempat ibadah tersebut bukan saja di perkotaan, tetapi juga pada daerah terpencil atau pedesaan, seperti terlihat di Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Utara (HSU) dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Sementara bagi tempat ibadah/langgar kecil, masyarakat setempat bergotong royong memasang tenda pada beranda depan atau samping, yang pada umumnya buat menampung jemaah serta keperluan berbuka puasa bersama.

Munggahan

Warga Kabupaten Lampung Timur menggelar "munggahan" yaitu tradisi mengumpulkan keluarga dan tetangga terdekat untuk berdoa bersama."Munggahan ini ungkapan suka cita keluarga kami menyambut bulan suci Ramadan, dan setiap mau puasa Ramadan kami mengadakanya," kata Hasanuddin, warga Desa Sukadana, di Kabupaten Lampung Timur, Selasa.

"Munggahan" adalah sarana bagi keluarganya untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan tetangga menjelang puasa."Ini sebagai silaturahmi keluarga dengan umat Islam sekitar lingkungan untuk saling maaf memaafkan," kata Hasanuddin.

Selain munggahan, tradisi yang biasa dilakukan oleh umat muslim di Lampung Timur menjelang puasa pada umumnya adalah dengan berziarah kubur."Saya sore nanti ziarah ke kubur, untuk mendoakan keluarga yang sudah meninggal dunia, sekaligus membersihkan makam," kata Anto, warga Desa Karang Anyar.

Ngaliwet

Ratusan warga Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, Cianjur, Jawa Barat menggelar nasi liwet sepanjang 700 meter.Nasi liwet yang disajikan beralas daun pisang dijajarkan warga di jalan kampung di wilayah tersebut.  "Papajar merupakan tradisi warga Cianjur dalam rangka menyambut datangnya bulan Puasa. Kegiatan ngaliwet ini sebagai ajang rekreasi sekaligus sebagai media untuk mempererat tali silaturahmi," kata Kepala Desa Sindanglaya Yusuf Saefuloh pada wartawan.

Kegiatan tersebut digagas pihak desa dan Karang Taruna Desa Sindanglaya. Dalam kegiatan tersebut pemuda setempat menampilkan pertunjukan bela diri pencak silat serta lomba qasidah yang diikuti belasan kelompok pengajian.

"Biasanya papajar ke laut selatan atau ke tempat rekreasi. Namun sejak tahun lalu warga lebih memilih ngaliwet bersama warga satu wilayah. Ini untuk rekreasi sekaligus menjalin silaturahmi antarwarga," katanya.

Kegiatan makan bersama itu diikuti sejumlah pejabat dari pemerintahan desa dan kecamatan di wilayah tersebut dan didukung warga dari berbagai wilayah yang masuk ke Desa Sindanglaya. "Harapan kami kegiatan ini akan terus berjalan setiap tahunnya, sebagai bentuk rasa syukur warga menyambut datangnya bulan suci," katanya.