Auzar dan Wakapolri Seperti Bersaudara

Category: | Posted date: 2018-05-16 19:22:43 | Updated date: 2018-05-16 07:56:51 | Posted by: Admin


Ceknricek.com - Suasana haru mengiringi pemakaman Ipda Auzar di Pemakaman Umum Mayang Sari, Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru, Rabu (16/5) sore. Isak tangis keluarga dan pelayat mengiringi jenazah dari rumah duka ke pemakaman.



Ceknricek.com - Suasana haru mengiringi pemakaman Ipda Auzar di Pemakaman Umum Mayang Sari, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Rabu (16/5) sore. Isak tangis keluarga dan pelayat mengiringi jenazah dari rumah duka ke pemakaman.

Di antara ratusan pelayat, hadir Wakapolri Komjen Pol Syafruddin, yang terlihat haru. Komjen Syafruddin mengenal baik Auzar, bahkan menganggapnya sebagai saudara. Hubungan mereka sejak 25 tahun lalu, Auzar ikut mengurus anak-anaknya. “Auzar sering bolak balik Pekanbaru ke Jakarta untuk mengurus ibu dan anak-anak saya,” kata Wakapolri di Pekanbaru, Rabu sore.

Jenazah Auzar dimakamkan secara militer. Pangkatnya dinaikkan menjadi Iptu Anumerta. Ipda Auzar tewas dalam serangan di Makopolda Riau, Rabu pagi. Saat itu, lima penyerang, yang diduga teroris, menaiki mobil Avanza putih, menerobos masuk ke Mapolda. Mereka menabrakkan mobilnya dan mengenai sejumlah orang, termasuk Ipda Auzar. Setelah menabrakkan mobilnya, mereka keluar dan menyerang polisi dengan samurai. Empat penyerang tewas ditembak polisi, satu lainnya melarikan diri.

Auzar yang terluka parah dilarikan ke RS Bhayangkara, Pekanbaru. Nyawanya tidak tertolong. Auzar meninggal. Ipda Auzar yang lahir di Tanjung Alam 9 November 1962, meninggalkan seorang istri, tiga anak, dan satu orang cucu.

Auzar dikenal taat beribadah. Menurut para tetangga, Auzar aktif di masjid dekat rumahnya. Sering pula dia menjadi muazin. “Almarhum luar biasa, jiwa sosialnya tinggi untuk kegiatan masyarakat. Terutama kegiatan di masjid yang ada di sekitar tempat tinggalnya ini," kata Erwin (42), tetangga yang tinggal di depan rumah almarhum.

Auzar juga aktif dalam komunitas pencinta sepeda tua atau ontel sejak lima tahun terakhir. “Pak Auzar selalu dukung komunitas sepeda ontel. Dia sering ke kantor dan kegiatan lainnya naik sepeda ontelnya tua itu. Pekan lalu kami sempat naik ontel bersama anggota komunitas itu keliling Kota Pekanbaru. Kami kehilangan Pak Auzar,” ujar Ketua Laskar Sepeda Tua Pekanbaru, Fajar Daulay ketika melayat di rumah duka, Rabu.

Ipda Auzar tewas dalam serangan di Makopolda Riau, Rabu pagi. Saat itu, lima penyerang, yang diduga teroris, menaiki mobil Avanza putih, menerobos masuk ke Mapolda. Mereka menabrakan mobilnya dan mengenai sejumlah orang, termasuk Ipda Auzar. Setelah menabrakan mobilnya, mereka keluar dan menyerang polisi dengan samurai. Empat penyerang tewas ditembak polisi, satu lainnya melarikan diri.
 
 Antara