Sekilas Tentang Kiai Bonokeling

Category: NEWS -> SOSIAL BUDAYA | Posted date: 2018-05-17 16:06:33 | Updated date: 2018-05-17 04:10:58 | Posted by: Klasik Herlambang


Tradisi unggah-unggahan yang dijalankan masyarakat Jawa di perbatasan wilayah Kabupaten Cilacap dan Banyumas menjadi fenomena tersendiri di tengah masyarakat. Di tengah perkembangan teknologi dan pemikiran, tradisi ini terus bertahan selama berabad-abad.



Ceknricek.com - Tradisi unggah-unggahan yang dijalankan masyarakat Jawa di perbatasan wilayah Kabupaten Cilacap dan Banyumas menjadi fenomena tersendiri di tengah masyarakat. Di tengah perkembangan teknologi dan pemikiran, tradisi ini terus bertahan selama berabad-abad. Realita itu menunjukkan begitu patuhnya para warga ini pada sosok Kiai Bonokeling.

Siapakah sosok Kiai Bonokeling? Tidak ada penjelasann secara detail terkait sosok yang disebut-sebut sebagai tokoh dari Majapahit ini. Perpaduan antara ajaran Islam di awal-awal perkembangannya, dengan tuntunan dari nenek moyang, disebut-sebut sebagai dasar dari ajaran Kiai Bonokeling. Karena itulah, secara administratif, para pengikut ajaran Kiai Bonokeling ini tetap mengaku sebagai orang Islam.

Hal ini tentu tak lepas dari beberapa ajarannya yang bersumber dari ajaran Islam. Termasuk syahadat, puasa, serta zakat, sebagaimana yang dilakukan oleh umat Islam pada umumnya. Hanya saja untuk salat dan haji, penganut aliran ini tidak menunaikannya secara khusus. Bagi mereka, salat yang utama adalah dengan berbuat baik terhadap seluruh alam dan seisinya.

Dan begitu luhurnya ajaran ini, membuatnya terus bertahan hingga berabad-abad. Apalagi yang menarik, seluruh anak keturunan pengikut ajaran Kiai Bonokeling ini biasanya akan secara sukarela meneruskan keyakinan dari orang tua mereka, dan menjadi penganut aliran Kiai Bonokeling.