Direktur Baru CIA Pernah Siksa Tahanan di Thailand

Category: | Posted date: 2018-05-19 16:34:47 | Updated date: 2018-05-19 05:01:04 | Posted by: Admin


Ceknricek.com - Senat Amerika Serikat memastikan Gina Haspel, 61 tahun, menjadi direktur CIA. Ini mengakhiri perdebatan atas badan spionase itu terkait sosok Gina Haspel yang menggunakan teknik keji dalam pemeriksaan tersangka.



Ceknricek.com - Senat Amerika Serikat memastikan Gina Haspel, 61 tahun, menjadi direktur CIA. Ini mengakhiri perdebatan atas badan spionase itu terkait sosok Gina Haspel yang menggunakan teknik keji dalam pemeriksaan tersangka.

Haspel lolos memimpin CIA setelah pemungutan suara di Senat, Kamis (17/5), Haspel meraih suara dukungan 54-45. Dia bakal menggantikan Mike Pompeo, yang kini Menteri Luar Negeri. Haspel disetujui meski ada tentangan keras atas hubungannya dengan cara kasar pemeriksaan CIA di Thailand, yang dikenal dengan julukan “kawasan hitam’’ di Thailand.

Pada 2002, Haspel menjabat kepala stasiun CIA di Thailand — tempat badan itu melakukan pemeriksaan di penjara rahasia, dengan cara sangat keras dan tanpa kemanusiaan. Tersangka dibuat kurang tidur, ditelanjangi, ditempatkan dalam suhu ekstrem, ditahan di sebuah kotak kecil, dan dibanting ke dinding berulang kali.

Menurut laporan BBC, salah satu tersangka yang dibawa ke sana adalah Abd al-Rahim al-Nashiri. Dia disiksa menggunakan metode yang kemudian dilarang oleh Presiden Barack Obama tersebut. Al-Nashiri diinterogasi oleh Haspel tentang dugaan keterlibatan aksi teroris setelah serangan 11 September 2001. Selain Al Nashiri, Haspel juga interogasi Abu Zubaydah.

Setelah larangan dari Obama, Haspel diketahui memerintahkan penghancuran 92 kaset video yang mendokumentasikan interogasinya.

Haspel, penduduk asli Kentucky tetapi dibesarkan di seluruh dunia sebagai putri seorang prajurit angkatan udara. Selama hampir tiga dekade di CIA antara lain di Afrika, Eropa, dan lokasi-lokasi rahasia di seluruh dunia, Haspel dikenal sebagai agen yang menyamar.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan, Haspel meninggalkan Thailand untuk mengawasi penyiksaan AS lebih lanjut, tetapi tidak jelas peran apa yang dimainkannya.

Reaksi terhadap Haspel juga keras. Senator dari Partai Republik, John McCain, mendesak Senat untuk tidak memilih Haspel. Menurut veteran perang Vietnam itu, menyetujui Haspel sebagai direktur akan mengirim pesan yang salah ke dunia. “Negara seharusnya hanya menggunakan metode untuk menjaga dirinya aman,” kata McCain.

Perlawanan juga datang dari kelompok Persatuan Kebebasan Sipil Amerika, yang mengatakan mereka akan berdiri melawan praktek interogasi Haspel itu. Lebih dari 100 mantan duta besar AS dari Republik maupun dan Demokrat mengirim surat kepada Senat menentang Haspel. “Dia akan membenarkan dan memberi lisensi kepada para pemimipin otoriter di seluruh dunia,” kata pernyataan para mantan Dubes AS itu.


BBC/Guardian/Antara