4 Kue Ramadan Asal Sumatera

Category: | Posted date: 2018-05-20 16:06:38 | Updated date: 2018-05-20 04:07:59 | Posted by: Rihat Wiranto


Banyak kue hasil kreasi warga yang laris manis di saat bulan Ramadan. Makanan ringan ini menjadi ciri khas daerah yang diwariskan secara turun temurun sampai sekarang. Berikut contohnya



Ceknricek.com - Banyak kue hasil kreasi warga yang laris manis di saat bulan Ramadan. Makanan ringan ini menjadi ciri khas daerah yang diwariskan secara turun temurun sampai sekarang. Berikut contohnya :

Kue Perahu


Kue "perahu" atau biasa disebut pedamaran menjadi salah satu pangan tradisional Jambi yang cocok saat berbuka puasa karena kue tersebut lembut untuk pencernaan dengan rasanya yang manis.

Umumnya di Jambi bentuk cetakan daun pisang lebih mirip perahu. Karena  itu makanan ini disebut kue perahu. Namun kue ini juga ada di daerah lain di Indonesia.

Bagi warga Jambi, untuk mendapatkan kue perahu itu sangat mudah. Penjual di pinggir jalan selama bulan Ramadhan banyak yang menjual kue tersebut.

Harganya pun cukup bersahabat yakni kisaran Rp5-10 ribu untuk satu kue, harga tergantung bentuk unik dan besaran kue tersebut.

Kanji Rumbi


Kanji Rumbi merupakan bubur tradisional masyarakat Aceh pada bulan Ramadhan, yang dimakan saat berbuka puasa.

Bentuk Kanji Rumbi  seperti bubur ayam. Bahan  utamanya beras dan diberi bumbu dan bahan tambahan ayam, udang rebus, serta bawang goreng.

Bumbunya antara lain ketumbar, merica, adas manis, pekak, kayu manis bawang merah, jahe dan biji pala. 

Cara membuatnya, beras disangrai sampai kuning dan ditumbuk kasar. Lalu ayam dan beras direbus hingga ayamnya menjadi empuk dan beras menjadi bubur.

Di dalam rebusan bubur tersebut, dimasukkan bumbu yang sudah dibungkus dengan kain tipis dan ditambah garam. Bubur dihidangkan dengan menabur ayam yang sudah dipotong-potong dan bawang goreng.

Di Aceh, makanan tersebut menjadi ciri khas pada bulan Ramadhan. Biasanya tiap bulan puasa, warga berpatungan membuat kanji rumbi yang dipusatkan di masjid atau di meunasah (surau) kemudian dibagikan secara gratis kepada masyarakat tiap menjelang waktu berbuka puasa.

Bungkul  

"Bungkul", adalah menu khas Kabupaten Bengkulu Tengah yang menjadi favorit warga setempat.

Beras dan santan menjadi bahan utama sajian ini. Bahannya sederhana yakni tepung beras, santan kelapa dan gula aren. Tambahkan pula daun suji sebagai pewarna hijau dan daun pandan untuk mengharumkan.Kemudian dikukus.

Ketika Ramadhan, anjuran mengonsumsi makanan manis saat berbuka puasa mendongkrak penjualan kue bungkul. Pembeli tidak hanya warga lokal, tetapi juga luar daerah karena teksturnya yang lembut mirip bubur sumsum mudah diterima.

Hal yang membedakannya kue bungkul dengan bubur sumsum adalah posisi gula merah.

Untuk bubur sumsum, cairan gula merah disiram di bagian atas. Kalau bungkul, gulanya ada di posisi bawah dengan wadah yang terbuat dari daun pisang. 

Teksturnya lembut mirip bubur sumsum dengan citarasa gurih dan manis. Ini enak jika dikonsumsi saat buka puasa.

Kue bungkul banyak dijual di pasar di Bengkulu Selatan dengan harga bervariasi yakni Rp5.000 untuk empat hingga lima bungkul.

Pakat 


Pucuk rotan alias pakat merupakan menu favorit untuk berbuka puasa di Mandailing, Sumatera Utara.

Pakat disajikan sebagai lalapan maupun pelengkap sayur ikan.Rasanya agak pahit namun enak.

Cara mengolahnya, pucuk rotan dipotong sepanjang satu meter lalu dibakar selama setengah jam. 

Bila sudah matang,  kupas lapisan luarnya lalu ambil isinya dan potong masing-masing 10 sentimeter. Pakat  dicocol dengan sambal kecap sebagai lalapan. Enak.