Anwar Pastikan Penyelidikan Najib Adil dan Bebas

Category: Berita -> POLITIK & HUKUM | Posted date: 2018-05-21 13:25:33 | Updated date: 2018-05-23 16:51:00 | Posted by: Admin


Ketua Umum Pakatan Harapan, Anwar Ibrahim (71), mengatakan penyelidikan kasus mantan Perdana Menteri Najib Tun Razak tentang SRC International Sdn Bhd akan adil dan bebas. Anwar meminta semua pihak untuk tidak menghukum Najib sebelum penyelidikan menyelu



Ceknricek.com - Ketua Umum Pakatan Harapan, Anwar Ibrahim (71), mengatakan penyelidikan kasus mantan Perdana Menteri Najib Tun Razak tentang SRC International Sdn Bhd akan adil dan bebas. Anwar meminta semua pihak untuk tidak menghukum Najib sebelum penyelidikan menyeluruh dan penegakan hukum sepenuhnya dipatuhi.

Tetapi nasehatnya kepada Najib adalah: "Kepada dia (Najib), saran saya, carilah penasihat yang baik," kata Anwar setelah bertemu dengan mantan Presiden Indonesia BJ Habibie di Jakarta, Minggu (20/5/2018) 

Anwar, yang menerima pengampunan dari Raja Malaysia pada 16 Mei, berharap bahwa setiap penyelidikan terhadap Najib akan dilakukan secara adil dan bebas.

Pekan lalu, Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) menyerahkan surat panggilan kepada Najib untuk diperiksa pada Selasa (22/). Pemeriksaan dalam kaitan kasus SRC International Sdn Bhd pada 2012 lalu. SRC adalah anak perusahaan 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Pada 26 Januari 2016 lalu, Jaksa Agung Tan Sri Mohamed Apandi Ali menegaskan Najib tidak terlibat tindak pidana korupsi SRC International senilai RM2.6 miliar.

Sementara itu, pada pertemuan dengan BJ Habibie di Patra Kuningan Residence di Jakarta, Anwar mengatakan pertemuan itu adalah atas undangan BJ Habibie, bersamaan dengan ulang tahun ke-20 Reformasi Indonesia.

Anwar mengatakan, tahun 1998 adalah tahun keramat bagi Malaysia dan Indonesia dan tanggal 21 Mei 1998 diingat rakyat Indonesia sebagai tanggal jatuhnya rezim Orde Baru dan dimulainya zaman reformasi serta penguatan lembaga-lembaga demokrasi yang terjadi dengan pemerintahan Presiden BJ Habibie.

Sementara itu, 2 September 1998 diingat oleh orang Malaysia sebagai awal proses jatuhnya rezim Barisan Nasional, yang kemudian berakhir hampir dua dekade kemudian pada 9 Mei 2018, katanya.

Setelah bertemu BJ Habibie, Anwar juga menemui Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Juru Bicara Wapres RI, Husain Abdullah, mengatakan, salah satu yang dibicarakan mengenai situasi terkini di Malaysia. "Bicara tentang suasana di Malaysia terkini, dengan suasana akrab dan santai," kata Husain.


Antara