Salah Makan Protein Bisa Bikin Gemuk

Category: BERITA -> KESEHATAN | Posted date: 2018-05-21 14:35:52 | Updated date: 2018-05-21 03:28:36 | Posted by: Rihat Wiranto


Orang Australia yang berusaha menurunkan berat badan seringkali mengkonsumsi jenis protein yang salah



Ceknricek.com - Banyak orang  yang berusaha menurunkan berat badan tapi mengkonsumsi jenis protein yang salah.

Organisasi Penelitian Industri dan Ilmu Pengetahuan Persemakmuran (CSIRO) pada Senin (21/5) menyiarkan data yang memperlihatkan protein yang sehat mampu menurunkan berat badan di Australia, negara yang lebih dari 60 persen penduduknya dikategorikan obesitas.

Survei CSIRO Healthy Diet Score melaporkan bahwa orang Australia dengan makanan berkualitas rendah tiga kali lebih mudah untuk gemuk dibandingkan dengan mereka yang mengkonsumsi makanan sehat.

Studi gizi ini melibatkan hampir 200.000 orang dewasa. Studi  menunjukkan orang Australia makan protein tidak sehat delapan kali lebih banyak dibandingkan makanan sehat. 

Analisis CSIRO memperlihatkan makanan cepat saji seperti pai, burger, pizza dengan daging olahan, nugget ayam, sosis, kue, es krim dan biskuit, adalah penyumbang terbesar kedua asupan protein buat orang dengan nilai diet rendah.

Sebaliknya, orang yang lebih ramping cenderung mengkonsumsi protein yang bersumber dari makanan yang seluruhnya lebih sehat, termasuk ayam, daging merah, ikan, telur, susu, sereal, kacang dan yoghurt. Makanan cepat saji hanya berjumlah rata-rata tiga persen dari seluruh asupan protein mereka.

Ilmuwan Peneliti Utama CSIRO Manny Noakes, mengatakan keperluan protein setiap orang berbeda, dan tidak semua makanan yang "berisi protein bagus buat Anda".

"Ilmu pengetahuan terkini menyarankan konsumsi 1,2 - 1,6 gram per kilogram berat badan untuk menurunkan berat yang optimal."

"Namun, kebanyakan orang Australia jauh dari rata-rata dan lebih dari 60 persen kita kelebihan berat," kata Noakes.

"Penelitian kami juga memperlihatkan bahwa banyak orang tidak memperoleh protein mereka dari makanan yang sehat," katanya.

Survei tersebut dilakukan setelah laporan 2017 dari Institute of Health and Welfare di Pemerintah Australia mendapati "hampir dua-pertiga orang dewasa Australia kelebihan berat atau kegemukan, dan jumlah orang dewasa yang kegemukan terus naik".