Ivan Curigai Oknum

Category: Berita -> FILM, MUSIK & SELEBRITIS | Posted date: 2018-05-21 16:03:32 | Updated date: | Posted by: Raynaldi Wahyu


John Paul Ivan mensinyalir ada oknum dibalik lagu #2019GantiPresiden yang viral beberapa waktu lalu. Sebuah lagu yang diciptakan oleh Johni Sang Alang (JSA) yang penuh dengan kritik kepada Joko Widodo dan menuntut pergantian presiden.



Ceknricek.com - John Paul Ivan mensinyalir ada oknum dibalik lagu #2019GantiPresiden yang viral beberapa waktu lalu. Sebuah lagu yang diciptakan oleh Johni Sang Alang (JSA) yang penuh dengan kritik kepada Joko Widodo dan menuntut pergantian presiden.

Lewat surat klarifikasinya yang diterima Ceknricek.com, John Paul Ivan (JPI) menilai bahwa lagu tersebut penuh propaganda politik. Ia menegaskan lirik murahan seperti itu bukan signature seorang JPI. 

"Rasa-rasanya sih ada something yang ada di belakangnya, ini masih enggak tau siapa otak yang bermain," kata John Paul Ivan kepada Ceknricek.com lewat pesan elektronik, Senin (21/5/2018).

Meski begitu, mantan gitaris Boomerang ini menganggap setiap orang bebas menyuarakan pendapatnya dengan cara masing-masing. 

Tapi yang sangat disesalkan John Paul Ivan, namanya dicatut oleh oknum tak bertanggung jawab, yaitu Pribuminews.co.id, yang pertama kali mengunggah lagu tersebut. 

"Ya semua orang sih sebenernya bebas-bebas saja mau bersuara apa, mau pro, mau kontra, mau diam, bebas. Tapi caranya ini yang enggak baik, dengan memakai pencatutan nama orang dan rilis berita bohong," ucap JPI.

Saat pemilik nama lengkap Johannes Paul Ivan menyimak baik-baik lagu #2019GantiPresiden, ia menilai nada lagu tersebut seperti hit milik penyanyi asal Inggris berusia 44 tahun, Robbie Williams. Terdengar sangat mirip, terlebih pada bagian reffrain. 

"Kalau aku dengar lagu itu juga kayak jiplakan lagunya Robbie Williams berjudul Better Man," ujar John Paul Ivan.

Sebelumnya, Pribuminews.co.id memberitakan bahwa John Paul Ivan yang menciptakan lagu #2019GantiPresiden. Viral di aplikasi chatting WhatsApp dan linimasa pada Sabtu (19/5/2018) sore, portal berita tersebut yang pertama memberitakannya. 

Namun kini portal berita online itu sudah melakukan klarifikasinya terhadap berita terkait. Pihak redaksi mengajukan permohonan maaf kepada John Paul Ivan melalui hak jawab di berita itu.